Opini

04 Februari 2026

Mengukir Spirit Bela Negara dari Kemenhan, Untuk Peran Pers Diera Digital Guna Pertahanan NKRI Non Militer

    Rabu, Februari 04, 2026  

Oleh: Sasmito Anggoro



BOJONEGORO
- ​Di era di mana informasi bergerak lebih cepat daripada kepastian, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi tidak lagi sekadar melaporkan peristiwa. Pers telah bertransformasi menjadi benteng pertahanan non-militer yang krusial. Menyadari hal tersebut, sebuah kolaborasi strategis terajut di kaki perbukitan Bogor. Sebanyak 162 wartawan yang merupakan punggawa pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari Sabang sampai Merauke, berkumpul di Pusdiklat Kemenhan, Rumpin, pada 28 Januari hingga 1 Februari 2028.


​Kegiatan retreat ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk menyelaraskan frekuensi intelektual antara insan pers dan strategi kedaulatan nasional.

​Selama lima hari, para pemimpin redaksi dan tokoh pengurus PWI tingkat Provinsi ini menanggalkan sejenak atribut keseharian mereka. Di Rumpin, mereka menjalani rutinitas yang dirancang dengan disiplin militer namun tetap menghargai koridor sipil.


​Resiliensi Mental di Tengah Disrupsi: Di tengah tekanan deadline dan hoaks yang mengepung ruang redaksi, suasana disiplin Rumpin memberikan kesempatan bagi wartawan untuk melakukan mental reset. Mereka dilatih untuk tetap tenang di bawah tekanan, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan saat mengelola isu-isu sensitif nasional.


​Menanamkan Jiwa Korsa Nasionalis pada Wartawan yang seringkali bekerja secara soliter atau kompetitif. Di sini, melalui kegiatan kelompok yang intens, ego sektoral luruh menjadi semangat kolektif. Jiwa korsa yang terbentuk menjadi jaminan bahwa meski berbeda media, mereka memiliki satu komitmen tunggal dan integritas NKRI.


​Pesan dari Menhan terhadap insan Pers Sebagai Senjata Nirmiliter

​Momen krusial terjadi saat Menteri Pertahanan RI hadir memberikan orasi ilmiahnya. Di hadapan para peserta, Menhan menegaskan bahwa perang masa depan tidak lagi melulu soal mesiu dan baja, melainkan tentang narasi dan persepsi.


​dalam paparan dan arahannya kepada peserta Retreat PWI bahwa Pers adalah kekuatan nirmiliter kita. Di tangan saudara-saudara, wajah bangsa ini dibentuk. Pena kita adalah senjata yang mampu membangun kebanggaan nasional sekaligus menangkal infiltrasi ideologi asing yang merusak.


​Selain Menhan, hadir pula pakar komunikasi dan tokoh keamanan nasional yang membedah isu Ketahanan Siber. Mereka menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk memanipulasi opini publik, dan bagaimana wartawan PWI harus menjadi "filter kebenaran" di tengah tsunami disinformasi tersebut.

​Rumpin: Simbol Konsolidasi Pikiran

​Pemilihan Pusdiklat Kemenhan Rumpin sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis. Lokasi yang terisolasi dari keriuhan ibu kota memaksa para peserta untuk berkonsentrasi penuh pada substansi kebangsaan. Fasilitas ini menjadi ruang inkubasi bagi para pengurus PWI untuk merumuskan kembali arah jurnalisme yang tidak hanya kritis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan edukasi terhadap wawasan nusantara.


​Menuju Jurnalisme yang Tangguh dan Bermartabat, sehingga dalam kegiatan ​Retreat ini memberikan perspektif baru bahwa menjadi kritis tidak harus berarti berseberangan dengan kepentingan negara. Sebaliknya, pers yang sehat adalah pers yang mampu mengoreksi pemerintah demi memperkuat sendi-sendi kebangsaan.


​Kepulangan 162 pengurus PWI ke daerah masing-masing membawa "oleh-oleh" yang sangat berharga yaitu sebuah kesadaran bahwa di atas setiap berita yang mereka tulis, ada kepentingan nasional yang harus dijaga. Semangat Rumpin diharapkan menjadi virus positif yang menjalar ke seluruh anggota PWI di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


​Warisan dari Badikat Kemenhan di Rumpin, Kabupaten Bogor,

​Ketika kegiatan ini berakhir pada 1 Februari 2028, yang tersisa bukan hanya kenangan tentang baris-berbaris atau diskusi senja, melainkan sebuah komitmen baru. Wartawan PWI kini bukan sekadar pencatat sejarah, melainkan penjaga narasi kedaulatan bangsa. (**)


*)Penulis Adalah Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro dan juga Peserta Retreat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan Badiklat Kemenhan Bogor tahun 2026

Jelang Operasi Ketupat, Polres Bojonegoro Lakukan Ramp Check di 9 Pool Bus

    Rabu, Februari 04, 2026  


BOJONEGORO - Dalam rangka Operasi Keselamatan yang berlangsung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, Polres bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan pemeriksaan atau ramp check terhadap angkutan umum, khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).


Kanit Kamsel Satlantas Polres Bojonegoro, IPDA Erik Kurniawan, menyampaikan Kegiatan ini merupakan langkah awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat yang direncanakan digelar pada pertengahan Maret mendatang. Ramp check dilakukan secara bertahap dengan menyasar pool-pool bus, sebelum nantinya dilanjutkan di Terminal.


Di wilayah ini terdapat sembilan pool bus yang menjadi sasaran pemeriksaan. Tim gabungan akan mendatangi masing-masing pool untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan dan siap melayani masyarakat dengan mengutamakan keselamatan berkendara.


"Kegiatan ini merupakan awal menjelang operasi ketupat yang dilaksanakan pada pertengahan Maret nantinya, ini dilakukan ram cek di pul-pul bus dan di sini ada 9 pul bus, nanti kita akan datangi di masing-masing pul untuk melaksanakan ram cek dan terakhir kita lakukan di terminal" Ujar Erik Kurniawan. Rabu (4/1/2026) 


Pemeriksaan meliputi kelengkapan teknis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu, ban, hingga kondisi fisik kendaraan. Selain itu, kelengkapan administrasi juga menjadi perhatian, mulai dari surat trayek, STNK, hingga kelayakan izin operasional yang seluruhnya dipastikan dalam kondisi aktif dan lengkap.


Tidak hanya kendaraan, para pengemudi bus juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula, serta tes narkoba dan alkohol. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sopir dalam kondisi sehat dan layak mengemudi.


Melalui kegiatan ramp check ini, diharapkan tidak terulang kejadian-kejadian yang dapat membahayakan keselamatan penumpang. Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat. 


Reporter : Arifianto

KAI Daop 8 Surabaya Catat Pertumbuhan Pelanggan Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat 13 Persen Pada Tahun 2025 Dibanding Tahun 2024

    Rabu, Februari 04, 2026  


BOJONEGORO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan volume angkutan penumpang sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api di Stasiun Bojonegoro.


Sepanjang tahun 2025, volume penumpang yang menggunakan kereta api di Kabupaten Bojonegoro mencapai 288.046 pelanggan. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi pada tahun 2024 sebanyak 255.963 pelanggan, atau tumbuh 13 persen. 


Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa peningkatan volume angkutan penumpang di tahun 2025 membuktikan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap layanan kereta api.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Peningkatan kinerja angkutan penumpang di tahun 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan pada tahun 2026. KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” ujarnya.


Mahendro menambahkan, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut juga didukung oleh berbagai upaya peningkatan layanan yang secara konsisten dilakukan KAI Daop 8 Surabaya, mulai dari peningkatan fasilitas stasiun, keandalan operasional perjalanan kereta api, peningkatan kenyamanan sarana dan prasarana, hingga pelayanan pelanggan yang semakin optimal.


Selain itu, faktor keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan penumpang. KAI Daop 8 Surabaya juga akan terus melakukan inovasi layanan serta penyesuaian operasional pada tahun 2026 guna mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.


Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja angkutan penumpang menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing. 


"KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan guna menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang semakin dinamis, serta mendukung konektivitas di wilayah Kabupaten Bojonegoro," pungkas Mahendro. (Lis)

24 Januari 2026

MI Islamiyah Sroyo Kini Punya Gedung Belajar yang Lebih Representatif

    Sabtu, Januari 24, 2026  

SeputarBojonegoro.com
- Afif Fuad H.

BOJONEGORO – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kini resmi memulai kegiatan belajar mengajar di gedung baru yang lebih representatif. Pembangunan fasilitas ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Kamis, (22/01/2026). ​

Pembangunan yang rampung pada akhir tahun lalu ini merupakan hasil nyata dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program strategis pemerataan kualitas sarana pendidikan di tingkat madrasah. ​

Dalam upaya menjaga kepercayaan publik dan pemberi hibah, pihak madrasah menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan proyek. Seluruh alokasi dana dipastikan terserap sesuai prosedur teknis guna menghasilkan bangunan yang tidak hanya estetis, tetapi juga memenuhi standar keamanan bagi anak-anak.

​Kepala MI Islamiyah Sroyo, Ali Mahmudi, menegaskan bahwa fasilitas baru ini adalah jawaban atas penantian panjang warga sekolah akan sarana belajar yang layak. ​

"Alhamdulillah, pembangunan ini sangat bermanfaat untuk kelanjutan proses belajar mengajar. Kami melihat antusiasme yang luar biasa, baik dari para guru maupun siswa. Lingkungan belajar kini jauh lebih nyaman, kokoh, dan kondusif," ujar Ali Mahmudi saat ditemui di lokasi sekolah. ​

Gedung baru ini mencakup renovasi dan pembangunan ruang kelas yang dirancang untuk mendukung metode pembelajaran modern. Dengan suasana kelas yang lebih segar dan cat bangunan yang tebal serta rapi, diharapkan motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan. ​

Pihak sekolah optimis bahwa peningkatan fasilitas ini akan berbanding lurus dengan prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun penguatan karakter akhlakul karimah. ​

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Jatim. Ini adalah investasi nyata untuk masa depan anak-anak kita di Desa Sroyo," pungkas Ali. [fd/red]

24 Desember 2025

Catatan Diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025

    Rabu, Desember 24, 2025  

Negara, Media Massa dan Ancaman Kualitas Manusia

Oleh: S. Alamsyah


Menutup akhir tahun, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar diskusi. Kaleidoskop Media Massa 2025. Acara disiarkan live streaming di kanal podcast AFU (Akbar Faisal Uncensored). Banyak pembicara dihadirkan. Ada 9 narasumber, plus host Akbar Faisal.

Banyak pikiran menarik dalam diskusi itu. Mulai dari pertanyaan apakah media massa masih perlu ada? Hingga kenyataan pahit, susahnya media massa hidup “layak”. Sehingga tidak melepas wartawannya seperti ayam kampung, yang dibiarkan cari makan sendiri di lapangan.

Situasi krusial dan dilematik itu ditangkap dan ditanggapi dengan jujur oleh Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir. Dia melontarkan gagasan agar negara hadir. Ditegaskan Munir, negara: bukan pemerintah. Meskipun bagi penulis, negara –terutama di Indonesia-- sering direpresentasi oleh pemerintah.

Munir memberi ilustrasi. Insentif tax holiday bagi perusahaan media misalnya. Atau insentif tarif listrik bagi industri media. Bahkan sampai tunjangan bagi wartawan pemegang kartu uji kompetensi.

Gagasan ini tentu akan memicu banyak tanggapan. Tetapi harus diakui. Gagasan ini sebenarnya suara alam bawah sadar insan media. Seperti pernah terjadi saat Pandemi Covid-19. Media massa mendapat “asupan” yang sumbernya dari dana PEN-Covid.

Tetapi saat ini tidak ada Pandemi. Ruang fiskal negara yang sempit juga diperebutkan oleh prioritas-prioritas. Meskipun belanja Kementerian/Lembaga masih banyak yang menggunakan template lama. Yang boros dan buruk.

Penulis ingin memberi justifikasi gagasan Ketua PWI itu. Agar bisa jalan dengan dua sisi: Media memberi kontribusi penting sesuai perannya. Sehingga negara menganggap pantas untuk hadir dalam wujud seperti yang dilontarkan Munir.

Sebenarnya saat ini ada Pandemi yang lebih berbahaya dari Covid-19. Juga mengancam manusia. Tidak secara langsung mengancam nyawa. Tetapi mengancam kualitas manusia. Dengan faktor akibat yang lebih berbahaya dari Covid-19. Dan yang bisa mengobati adalah media massa.

Global Anxiety

Fenomena Global Anxiety (kecemasan global) saat ini telah menjadi era. Banyak ahli menyebut era ini sebagai "The Age of Anxiety". Karena tumpukan krisis terjadi secara bersamaan di seluruh dunia. Atau disebut “Polycrisis” (krisis yang saling bertautan satu sama lain).

Di dunia, angkanya mencapai 8 hingga 10 persen dari populasi menderita ini. Di Indonesia sekitar 32 juta orang (yang tercacat based on medical). Bayangkan yang tidak tercacat. Artinya di dunia ini ada milyaran orang (puluhan juta di Indonesia) hidup dengan gangguan kesehatan mental dan depresi.

World Economic Forum mencatat nilai kerugian ekonomi akibat hilangnya produktivitas yang dipicu penyakit ini mencapai USD 1 trilyun per tahun. Karena penderitanya merasa waspada secara berlebihan (hyper-vigilance). Kesulitan merencanakan masa depan jangka panjang. Mengalami gangguan tidur dan kelelahan mental (burnout) yang kronis.

Apa penyebab penyakit ini? Paparan informasi buruk secara terus-menerus (doomscrolling). Hoaks, Miscaption, Deepfake, dan Sesat Pikir masuk ke tubuh kita melalui gadget di tangan. Survei Digital News Report 2025, menyebut 57% penduduk Indonesia mendapatkan informasi melalui media sosial. Bukan media massa. Sehingga timeline di media sosial saat ini menjadi instrumen opini publik. Bukan lagi instrumen chat atau obrolan. Group WA dipenuhi forward informasi (gambar/video) apapun.

Dis-informasi (hoaks, miscaption, deepfake, dan sesat pikir) ini bekerja seperti "polusi mental" yang merusak cara kita berpikir dan merasa. Bahayanya tidak hanya pada tingkat individu. Tetapi juga pada stabilitas masyarakat secara luas. Karena materi itu dirancang untuk memicu emosi ekstrem: ketakutan, kemarahan, rasa jijik, apriori dan penyakit mental sejenis.

Siapa pembuat atau produsennya? Tentu bisa dibahas di lain waktu. Karena akan sangat multi analisis. Termasuk akan menyentuh domain teori konspirasi dan cyber war.

Yang terpenting adalah negara, terutama Indonesia harus diingatkan ancaman ini. Jika masih ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bukan Indonesia cemas. Di sinilah media massa harus mengambil peran serius. Sebagai vaksin dis-informasi. Tentu bukan pekerjaan mudah. Karena di Indonesia, portal khusus seperti Cekfakta dan Turnbackhoax ternyata masih “keteteran” mengejar kecepatan produsen dis-informasi.

Media massa secara umum masih mengandalkan keterangan pers sumber resmi sebagai klarifikasi atas dis-informasi yang sudah menyebar dengan sangat cepat. Bukan langsung mencegat dis-informasi itu di lini massa media sosial. Tentu klarifikasi selalu ketinggalan. Artinya, perang atau menu vaksin dis-infomasi ini belum menjadi etalase di media massa.

Jika media massa dan negara sepakat, penyakit ini harus ditangani serius, maka ada ruang negara hadir mendukung peran media. Dana trilyunan di semua kementerian di bawah payung Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bisa disalurkan lebih tepat untuk perang terhadap pandemi ini.

Jakarta, 24 Desember 2025

Penulis adalah jurnalis, kandidat doktor Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga Surabaya.

Melalui Rapat Koordinasi TKPKD, Pemkab Bojonegoro Tanggulangi Kemiskinan

    Rabu, Desember 24, 2025  


BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka kemiskinan melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Semester II Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Diseminasi Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Tahun 2025–2029, Rabu 24/12/2025 bertempat di ruang Synergi Room Pemkab Bojonegoro.


Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, camat dari lima wilayah lokus kemiskinan, serta perwakilan akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat/NGO, dan stakeholder terkait. Rapat menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam upaya penanggulangan kemiskinan secara terencana dan berkelanjutan.


Kepala Bappeda Bojonegoro Ahmad Gunawan F. menyampaikan bahwasanya rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 dan Nomor 8 Tahun 2025 serta Keputusan Bupati Bojonegoro tentang pembentukan TKPKD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025–2029. 


Selain evaluasi pelaksanaan program tahun berjalan, kegiatan ini juga menjadi sarana penyebarluasan dokumen RPKD agar dapat dipahami secara utuh dan dijadikan pedoman bersama dalam perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.


Berdasarkan data yang dipaparkan, angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada awal tahun 2025 berada di angka 11,69 persen dan berhasil ditekan menjadi 11,49 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 10,55 persen pada tahun 2026 dan mencapai 7,98 persen pada akhir periode RPJMD, paparnya.


Sementara dalam arahannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa penurunan kemiskinan merupakan prioritas utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya validitas data sebagai dasar kebijakan dan program agar seluruh bantuan dan intervensi tepat sasaran.

“Keberhasilan penurunan kemiskinan sangat ditentukan oleh data yang valid dan terintegrasi. 


"Program yang dijalankan harus transparan dan dapat dikontrol bersama oleh masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, nara sumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Ahmad Taufiq menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam melibatkan unsur akademisi dalam penyusunan dan implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan. LPPM Unigoro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah melalui kajian ilmiah, riset kebijakan, serta rekomendasi berbasis data.


Dalam forum tersebut, akademisi sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unigoro, Ahmad Taufik, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan integrasi data kemiskinan lintas perangkat daerah agar seluruh program intervensi tepat sasaran, peningkatan pendampingan berkelanjutan bagi penerima bantuan agar program tidak bersifat seremonial, serta penguatan monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja yang terukur.


Lebih lanjut, ia merekomendasikan agar program penanggulangan kemiskinan lebih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal, pengembangan keterampilan kerja sesuai kebutuhan pasar, serta kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program dan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Sebagai langkah penguatan, pemerintah daerah juga mendorong pemasangan stiker rumah tangga miskin yang memuat informasi bantuan yang diterima serta publikasi penerima bantuan di tingkat desa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas pelaksanaan program.


Selain itu, rapat membahas penguatan sektor pendukung penurunan kemiskinan, antara lain peningkatan UMKM naik kelas, penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pengurangan pengangguran melalui pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan pasar, serta percepatan perizinan dan investasi daerah.


Melalui Rapat Koordinasi TKPKD ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang semakin solid antar perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, pelaksanaan RPKD 2025–2029 diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.


Oleh: Sasmito Anggoro

14 Desember 2025

Jelang Nataru, Polres Bojonegoro ‘Obok-Obok’ Tempat Hiburan Malam: Cegah Narkoba dan Gangguan Kamtibmas

    Minggu, Desember 14, 2025  


BOJONEGORO – Guna memastikan situasi kondusif menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Bojonegoro menggelar operasi skala besar di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jumat malam (12/12/2025).

Operasi yang berlangsung hingga dini hari ini dipimpin langsung oleh Iptu Mudo. Petugas menyisir satu per satu tempat hiburan, melakukan pemeriksaan identitas, serta pengecekan barang bawaan pengunjung dan pengelola guna mengantisipasi peredaran gelap narkotika.

Komitmen Berantas Narkoba Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif (pencegahan) untuk memastikan Bojonegoro tetap aman dari penyalahgunaan narkoba dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Menjelang Nataru, kami memperketat patroli untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Kami juga mengingatkan pengunjung dan pengelola agar bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika," ujar AKBP Afrian Satya Permadi.Minggu(14/12/2025) 

Selain menyasar narkoba, petugas di lapangan juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di lokasi agar tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi patroli serupa di titik-titik rawan seiring semakin dekatnya puncak perayaan akhir tahun.

"Patroli ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba serta gangguan kamtibmas lainnya," tambah Kapolres.

Hingga operasi berakhir, situasi terpantau aman dan terkendali. Polres Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba maupun tindak kriminalitas lainnya di lingkungan sekitar. (Rum/Red)

13 Desember 2025

Demfarm Padi Hibrida di Desa Bumiayu Tembus 8,9 Ton, Lampaui Hasil Non-Hibrida

    Sabtu, Desember 13, 2025  


BOJONEGORO – Kegiatan demonstration plot (demfarm) padi hibrida yang dilaksanakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKPP Bojonegoro di Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno, mencatatkan lonjakan produksi yang signifikan. Hasil panen padi hibrida tersebut diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan varietas non-hibrida yang selama ini digunakan petani setempat. Sabtu (13/12/2025)


Petani di Desa Bumiayu umumnya menanam varietas non-hibrida dengan hasil rata-rata sekitar 6 ton per hektare. Namun pada demfarm musim tanam kedua bulan September, benih padi hibrida menunjukkan performa yang jauh lebih unggul.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa uji lapang ini membuktikan adanya peningkatan produksi yang nyata ketika petani menggunakan benih hibrida.


"Dari hasil dem yang dilakukan PPL DKPP, padi hibrida terbukti memberikan kenaikan produksi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya hasil non-hibrida hanya berkisar 6 ton per hektare, maka pada uji tanam ini padi hibrida mampu menembus 8,9 ton per hektare," terang Zaenal Fanani.


Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa padi hibrida sangat potensial dikembangkan sebagai salah satu strategi peningkatan produksi padi di Kabupaten Bojonegoro.


"Penggunaan benih padi Hibrida menjadi salah satu andalan program peningkatan produksi padi Bojonegoro kedepan," pungkasnya. (You/Lis)

Wujudkan Kepedulian, Kapolres Bojonegoro Bagikan Sepatu Baru untuk Siswa SDN II Deling

    Sabtu, Desember 13, 2025  


BOJONEGORO – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro kembali menunjukkan sisi humanisnya melalui aksi nyata di dunia pendidikan. Di bawah arahan langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, Polsek Sekar menyambangi para siswa di SDN II Deling, Kecamatan Sekar, guna menyerahkan bantuan sarana kontak (sarkon) berupa sepatu sekolah, Jumat (12/12/2025).


Kegiatan ini bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan bagian dari program kedekatan Polri dengan masyarakat (Polri Untuk Masyarakat) serta dukungan terhadap kesejahteraan anak-anak di wilayah pelosok Bojonegoro.

Pesan Kapolres untuk Generasi Penerus.


Dalam keterangannya, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan bahwa kehadiran Polri di sekolah-sekolah bertujuan untuk memberikan motivasi tambahan bagi para siswa agar lebih giat dalam menuntut ilmu.


"Kami ingin membantu meringankan kebutuhan sekolah para siswa agar mereka lebih bersemangat dalam belajar. Kegiatan ini juga menjadi sarana kami untuk menjalin kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan," ungkap AKBP Afrian Satya Permadi.


Kapolres menambahkan bahwa sepatu baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para siswa saat berangkat sekolah, mengingat akses jalan dan kondisi geografis di wilayah Sekar yang cukup menantang.


Program pembagian sarana kontak ini merupakan langkah strategis Polres Bojonegoro dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan sosial. Dengan hadirnya sosok polisi di tengah anak-anak, diharapkan stigma "takut pada polisi" berganti menjadi rasa cinta dan kemitraan sejak dini.

Pihak sekolah dan orang tua murid SDN II Deling menyambut hangat inisiatif ini. 


Mereka mengaku sangat terbantu, apalagi bantuan tersebut datang langsung dari jajaran Kepolisian yang peduli terhadap kebutuhan dasar pendidikan anak-anak di desa. (Rif/Red)

12 Desember 2025

Peduli Kemanusiaan: Polres Bojonegoro Sigap Bantu Warga Terdampak Puting Beliung

    Jumat, Desember 12, 2025  


BOJONEGORO – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro melalui jajaran Polsek Kalitidu langsung bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan dan bakti sosial kepada warga yang menjadi korban terdampak bencana puting beliung. Kegiatan ini dilakukan di Dusun Dempol, Desa Wotan Ngare, Kecamatan Kalitidu, pada hari Kamis (11/12/2025).

Bencana angin puting beliung yang menerjang kawasan tersebut menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, dan warga membutuhkan uluran tangan segera. Personel Polsek Kalitidu tampak bahu-membahu membersihkan puing-puing, menyingkirkan material bangunan yang rusak, serta menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga yang terdampak.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.

"Melihat kondisi yang dialami saudara-saudara kita di Desa Wotan Ngare akibat puting beliung, kami sebagai aparat keamanan merasa terpanggil untuk segera turun tangan. Bantuan ini bukan hanya sekadar meringankan beban material, tetapi juga sebagai upaya memperkuat jalinan kedekatan antara Polri dan masyarakat," ujar AKBP Mario Prahatinto.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran negara, dalam hal ini Polri, harus dirasakan di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus memastikan bahwa negara hadir dan tanggap dalam setiap kondisi kebencanaan. Kami akan terus memantau dan siap memberikan bantuan lanjutan yang dibutuhkan warga korban puting beliung di Kalitidu," tutup AKBP Mario Prahatinto.

Kegiatan bakti sosial ini berjalan lancar, disambut baik oleh warga yang merasa terbantu dengan kesigapan dan kecepatan personel Polres Bojonegoro dalam merespons bencana alam ini. (Rum/Red)

Kapolres Tegaskan Polres Bojonegoro Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

    Jumat, Desember 12, 2025  


BOJONEGORO — Menjelang perayaan Hari Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Gedung Angling Dharmo, Pemkab Bojonegoro, Kamis (11/12/2025). 


Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati Bojonegoro, Ketua DPRD, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, perwakilan Kodim 0813, Sekretaris Daerah, Ketua MUI Bojonegoro, para Kapolsek, perwakilan OPD, hingga tamu undangan lainnya. 


Masing-masing narasumber menyampaikan evaluasi dan strategi pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial.


Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyatukan persepsi sekaligus menyelaraskan langkah antarinstansi. 


Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman dan lancar.


“Rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja, menyinkronkan program, mengidentifikasi permasalahan, sekaligus merumuskan solusi bersama. Tujuannya jelas, agar semua persiapan menjelang Natal dan pergantian tahun bisa berjalan efektif dan aman,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi saat dikonfirmasi usai rapat.


Ia menegaskan bahwa kewaspadaan dini terhadap potensi konflik dan gangguan kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. 


Polri, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi, melakukan deteksi dini, serta memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.


“Stabilitas keamanan tidak bisa ditunda. Kami berkomitmen menjaga Bojonegoro tetap aman dan kondusif,” tegas Afrian. 


Ia turut mengungkapkan bahwa Polres Bojonegoro telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan gangguan kamtibmas serta wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam pada musim penghujan.


Kapolres menambahkan bahwa keberhasilan penanganan konflik sosial sangat ditentukan oleh kualitas informasi awal, kecepatan respons aparat, serta komunikasi terbuka antarinstansi terkait. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memperkuat jaringan informasi hingga ke tingkat desa dan lingkungan masyarakat.


Afrian juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas. Peningkatan aktivitas masyarakat jelang libur panjang disebutnya perlu diimbangi dengan kewaspadaan dan kehati-hatian.


“Jangan sampai ada kegiatan yang melanggar hukum. Apabila masyarakat menemukan kendala atau permasalahan, silakan menghubungi call center 110,” pungkas Kapolres Bojonegoro. (Lis/Red)

11 Desember 2025

Pererat Harmoni Jelang Nataru, Polres Bojonegoro Gelar Doa Lintas Agama

    Kamis, Desember 11, 2025  


BOJONEGORO – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro mengambil inisiatif mulia dengan menggelar Doa Lintas Agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat harmoni dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah Bojonegoro, sekaligus memohon kelancaran pelaksanaan tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru.

​Acara silaturahmi dan doa lintas agama tersebut diselenggarakan pada Rabu, 10 Desember 2025, di Markas Komando (Mako) Polres Bojonegoro.

​Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, S.H., S.I.K., M.I.K., bertindak sebagai penyelenggara dan narasumber utama dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa perayaan Nataru harus berjalan dalam suasana aman, damai, dan penuh toleransi.


​"Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Bojonegoro memperkuat harmoni dan kebersamaan melalui silaturahmi serta doa lintas agama bersama para tokoh dan pemuka Kamtibmas," ujar AKBP Afrian Satya Permadi, Kamis (11/13/2025).


​Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Bojonegoro dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, sejuk, dan penuh toleransi bagi seluruh masyarakat Bojonegoro.


​"Kegiatan ini sebagai upaya pemersatu, sinergi, dan menjaga kondusivitas wilayah menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dengan melibatkan tokoh lintas agama, kita bersama-sama mengirimkan pesan damai bahwa Bojonegoro adalah rumah bagi semua umat," tegas Kapolres.


​Doa bersama ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan pemuka Kamtibmas, menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan elemen masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif di Bojonegoro. Diharapkan, dengan ikhtiar spiritual dan pengamanan yang maksimal, perayaan Nataru di Bojonegoro dapat berlangsung dengan aman dan lancar. (Rum/Red)

10 Desember 2025

Peringatan Hari Guru Nasional Bupati Ingatkan Kembali Peran Guru dalam Mendidik dan Membentuk Karakter Anak

    Rabu, Desember 10, 2025  


BOJONEGORO - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional Tahun 2025, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan bersama PGRI Bojonegoro Selenggarakan Kegiatan Sarasehan Pendidikan dengan Tema, "Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas, Guru Hebat Indonesia Kuat", dengan Keynote Speaker Edy Wuryanto Sekretaris Umum PGRI Jawa Timur. Rabu, 10 Desember 2025 di GOR Utama Bojonegoro.


Suasana acara berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, namun tetap menghadirkan nuansa khidmat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para guru. Peringatan HUT PGRI Ke 80 Dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Jajaran Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala OPD, Kepala Cabdin, Kepala Kemenag, Ketua Kwarcab, Ketua Dewan Pendidikan, dan Perwakilan Kepala TK RA SD MI MTS SMP SMA SMK MA serta Perwakilan Guru Se Kabupaten Bojonegoro.


Kepala Dinas Pendidikan M Anwar Mukhtadlo dalam sambutannya mengatakan pendidikan dasar ini merupakan pendidikan yang harus ditangani oleh pemerintah, karena Pendidikan terdiri dari pendidikan dasar, ada juga pendidikan SLB, dan juga pendidikan SMA atau SLTA, Ini yang harus kita kolaborasi bersama. Jadi penanganannya tidak hanya diserahkan kepada Pemkab Bojonegoro. 


Maksud dan tujuan acara pagi hari ini adalah, Memperingati HUT ke-80 PGRI dan HGN sebagai momentum apresiasi bagi guru, Memberikan penghargaan kepada tokoh dan guru sebagai apresiasi dan motivasi kepada mereka yang telah berjasa dalam pendidikan di Bojonegoro. "Dengan pemberian penghargaan ini, kami berharap dapat menambah motivasi dan menjadi aspirasi bagi guru maupun lembaga pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Bojonegoro." Terangnya.


Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Mengawali sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun kepada PGRI yang ke-80 dan bertepatan juga dengan Hari Guru Nasional tahun 2025. Tentu ini momen yang sangat luar biasa dan saya selaku pribadi, setelah bersama pemerintah, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Ibu Guru atas dedikasi, atas pengabdian, atas kerja kerasnya untuk mendidik generasi-generasi muda kita ke depan, untuk membangun Indonesia Emas di tahun 2045.


Pada kesempatan Hari Guru dan Hari Ulang Tahun PGRI ini, saya ingin mengingatkan kepada Bapak Ibu sekalian bahwa guru itu salah satu pilar utama peradaban, pilar utama untuk kemajuan sebuah bangsa, sebuah negara, sebuah peradaban. Maka dari itu, saya ingin mengingatkan kembali kepada para guru. Guru, itu kan digugu dan ditiru sebagai panutan, Jadi kalau guru itu punya tanggung jawab yang luar biasa. beberapa filosofi tentang guru, itu guru itu menempati marwah yang paling tinggi. Tapi dari sisi kesejahteraan masih bareng-bareng kita perjuangkan. Tapi saya yakin PGRI sebagai wadah guru terus akan memperjuangkan ini.


Bupati menambahkan Betapa pentingnya peran guru dalam menjaga kebiasaan, menjaga karakter, melakukan, memberikan contoh kepada anak didiknya. Begitu kuatnya seorang guru terhadap siswanya. "Saya berpesan Bapak Ibu guru adalah pendidik, bukan pengajar Kalau pendidik itu punya kewajiban untuk membentuk karakter dan kepribadian. Jadi, Bapak Ibu sekalian adalah pendidik. PGRI adalah rumah dan ruang besarnya para pendidik, ruangnya para guru untuk menyalurkan aspirasi, baik itu tentang kebijakan ataupun tentang ilmu pengetahuan yang berkembang. Jadi, Bapak Ibu guru adalah pendidik yang punya kewajiban untuk membentuk karakter dan kepribadian anak." Ucap Bupati.


Acara ini menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada para pendidik yang telah berperan besar dalam mencerdaskan generasi penerus dan membangun kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro. Adapun Penerima Penghargaan dalam acara tersebut yakni:

Penerima penghargaan dari PGRI untuk Tokoh Pendidikan :

1. Drs Hanafi, MM

2. Drs H Mardikun, M.Pd

3. Drs H.Ichwan Hadi ,.MPd

Penghargaan dari Dinas Pendidikan :

1. Hari Nugroho, S.Pd atas Dedikasi, kontribusi pendiri penggagas utama museum 13

2. Arif Widayanto Pengabdian jangka panjang di daerah terpencil

3. Mufidatul rohmah, S.Si Guru Berprestasi 

Mannah Education Awards (MEA) 2025 kategori Sekolah Hebat:

1. TK Muslimat NU Nurul Ummah Sumberejo

2. SD Panjunan 2

3. SMPN 2 Sugihwaras

4. SMAN 1 Bojonegoro

5. SMKN Kasiman

6. RA Plus Darussalam

7. MI Islamiyah At Tanwir Bojonegoro

8. MTsN 1 Bojonegoro

9. MAN 1 Bojonegoro

Kapolsek Ngraho Takziah ke Kediaman KH. Asfiror Ridhwan, Tokoh Agama di Kecamatan Ngraho

    Rabu, Desember 10, 2025  


BOJONEGORO – Kabar duka menyelimuti warga Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Pengasuh Pondok Pesantren Abu Syukur, KH. Asfiror Ridhwan, berpulang ke rahmatullah. Kepergian salah satu tokoh agama yang dihormati di wilayah tersebut menghadirkan duka mendalam bagi keluarga, para santri, alumni, dan masyarakat. Selasa (09/12/2025)


Kapolsek Ngraho, IPTU Sutaryanto, S.Pd, bersama jajaran Polsek Ngraho hadir untuk takziah sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beliau menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH. Asfiror Ridhwan selaku Pengasuh Ponpes Abu Syukur sekaligus tokoh agama di Kecamatan Ngraho.


"Kami atas nama Polsek Ngraho dan seluruh jajaran ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya KH. Asfiror Ridhwan selaku Pengasuh Ponpes Abu Syukur sekaligus tokoh agama di Kecamatan Ngraho," tutur Kapolsek.


Selain itu, IPTU Sutaryanto juga menuturkan bahwa almarhum dikenal sebagai salah satu kiai yang sangat baik, sosok yang selama ini menjadi panutan tidak hanya bagi para kiai dan ulama, tetapi juga bagi warga Nahdliyin di wilayah Ngraho.


"Beliau adalah salah satu kiai yang sangat baik dan menjadi panutan bagi para kiai, ulama, serta warga Nahdliyin di wilayah Ngraho. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan mendapat husnul khotimah," imbuhnya.


Selain Kapolsek Ngraho, takziah juga dihadiri Camat Ngraho beserta perwakilan staf, para Kepala Desa se-Kecamatan Ngraho, para tokoh agama, ratusan santri dan alumni Ponpes Abu Syukur, serta warga Desa Payaman.


Jenazah almarhum diberangkatkan sekitar pukul 10.00 WIB dan dimakamkan di TPU Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Hingga rangkaian kegiatan selesai, situasi berlangsung aman dan kondusif. (Rum*)

09 Desember 2025

Polsek Sugihwaras Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

    Selasa, Desember 09, 2025  


BOJONEGORO – Kepolisian Sektor (Polsek) Sugihwaras menunjukkan komitmennya dalam menjaga masa depan generasi muda dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) yang masif. Binluh kali ini berfokus pada bahaya penyalahgunaan Narkoba dan pencegahan HIV/AIDS.

Kegiatan penting tersebut dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Pendopo Kecamatan Sugihwaras. Acara ini menyasar perwakilan dari elemen kunci masyarakat muda di Sugihwaras, melibatkan sekitar 80 orang yang terdiri dari siswa-siswi SMA/MA serta Anggota Barisan Keamanan Pedesaan (BKP) se-Kecamatan Sugihwaras.

Kapolsek Sugihwaras, AKP Wahjoe Febrianto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa edukasi dini dan komprehensif adalah benteng pertahanan utama. "Kami sengaja menyasar adik-adik pelajar dan Anggota BKP sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing. Mereka harus memiliki pemahaman yang kuat, bukan hanya tentang definisi Narkoba dan HIV/AIDS, tetapi juga mengenai dampak buruk serta konsekuensi hukum yang menyertai penyalahgunaannya," tegas AKP Wahjoe Febrianto.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ps Kanit Reskrim M. Azis dan Ps Kanit Binmas Aipda Sampurno Polsek Sugihwaras ini berhasil mencapai target yang memuaskan. Para peserta kini memiliki pemahaman yang lebih holistik; mereka mengerti arti dan pengertian dasar penyalahgunaan Narkoba serta langkah-langkah pencegahan HIV/AIDS, memahami akibat dan dampak buruk yang ditimbulkan, dan menyadari konsekuensi hukum berat bagi para pelaku.

Kapolsek berharap, dengan adanya pembinaan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan dan pionir anti-narkoba di lingkungan sekolah dan desa mereka. "Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan Sugihwaras yang aman, tertib, dan bebas dari ancaman Narkoba dan HIV/AIDS. Kami bersyukur, giat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini adalah cerminan sinergi positif antara Polri dan seluruh komponen masyarakat," tutup AKP Wahjoe Febrianto.

Polsek Sugihwaras berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan Binluh serupa demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan patuh hukum. (Rum/Red)

© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9