Opini

05 September 2026

Bersinergi dengan Program Gayatri, Warga Gedongarum-Kanor Sukses Kembangkan Ayam Petelur

    Sabtu, September 05, 2026  


BOJONEGORO  – Memanfaatkan sisa lahan di belakang rumah, Mujianto, warga Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, sukses mengembangkan usaha ayam petelur. Ini sejalan dengan program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang diinisiasi Pemkab. Namun, bedanya usaha ternak Mujianto dengan modal mandiri.


Saat ini, Mujianto memiliki sebanyak 98 ekor ayam petelur yang produktivitasnya mencapai sekitar 98 persen setiap hari. Dari usaha tersebut, ia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan telur, tetapi juga turut membangun jejaring pemasaran bersama penerima program Gayatri dari Pemkab Bojonegoro.


Ketertarikan Mujianto terhadap budidaya ayam petelur berawal saat mengenal program Gayatri Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Setelah itu, ia berinisiatif membeli ayam petelur secara mandiri dan membuat kandang sendiri dengan memanfaatkan bahan sederhana berupa bambu.


“Awalnya tertarik dengan program Gayatri. Kemudian saya mencoba membeli ayam sendiri dan membuat kandang dari bambu,” ungkap Mujianto.


Dalam mengembangkan ternaknya, Mujianto juga melakukan berbagai inovasi secara mandiri. Salah satunya dengan membuat vitamin alami untuk ayam menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti jahe, serai, gula batu, dan gula merah.


Vitamin racikan tersebut diberikan sekitar dua kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan kondisi ternak. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari perawatan ayam sekaligus menjaga kondisi dan produktivitas ternaknya.


Tak hanya itu, untuk menekan biaya produksi, Mujianto juga meracik sendiri pakan ayam. Pakan tersebut terdiri dari campuran sentrat, jagung, dan dedak. Dengan meracik pakan secara mandiri, ia dapat menyesuaikan kebutuhan ternak sekaligus mengoptimalkan biaya pemeliharaan.


Selain mengembangkan usahanya sendiri, Mujianto juga ikut mendukung keberlanjutan program Gayatri di lingkungannya. Ia bekerja sama dengan penerima program Gayatri lainnya dengan membantu pemasaran telur secara bersama-sama.


Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperluas pemasaran sekaligus memberikan manfaat lebih bagi para peternak. Dengan demikian, program Gayatri tidak hanya mendorong masyarakat untuk beternak ayam petelur, tetapi juga membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha di tingkat desa.


Saat ini, Mujianto juga telah mempersiapkan anakan ayam berusia sekitar tiga minggu sebagai regenerasi ternak. Anakan tersebut nantinya disiapkan untuk menggantikan ayam yang sudah memasuki masa tidak produktif atau tidak lagi bertelur.


Langkah Mujianto menjadi contoh bahwa pemanfaatan lahan sederhana di sekitar rumah dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Dengan kemandirian, inovasi, serta kolaborasi pemasaran, budidaya ayam petelur dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. (Lis)

Pelaku Dugaan Pembunuhan Ibu Kandung di Bojonegoro, Dalih Akhiri Penderitaan Orang Tua

    Sabtu, September 05, 2026  


BOJONEGORO – Kasus dugaan pembunuhan dan penganiayaan menggemparkan warga Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Seorang pria berinisial MHD (30) diduga tega menganiaya orang tua perempuannya hingga meninggal dunia menggunakan paving, berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Bojonegoro.


Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty saat menggelar Pers Rilis dihadapan awak media mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, di sebuah rumah di Desa Bungur, Kecamatan Kanor.


Dalam konferensi persnya, Kapolres menjelaskan bahwa perkara ini bermula ketika tersangka berada di rumah korban. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.


“Dalam perkara ini, tersangka diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain itu, ada korban lain yang juga mengalami penganiayaan,” terang AKBP Yenni Diarty. Kamis (3/9/2026)


Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga mengambil sebuah paving yang berada di dalam rumah. Paving tersebut kemudian digunakan untuk memukul kepala korban berinisial P.T.M. berulang kali.


Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka yang sangat parah pada bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia.


“Penyebab kematian korban berdasarkan pemeriksaan adalah adanya patah tulang kepala dan perdarahan serta jaringan otak keluar akibat pukulan benda tumpul,” jelas Kapolres.


Tak berhenti di situ, tersangka juga diduga melakukan kekerasan terhadap korban lain berinisial M.B.K. yang juga ayah kandungnya, Korban dicekik dan dirangkul, kemudian kepalanya dibenturkan berkali-kali hingga mengalami luka robek. Korban M.B.K. selanjutnya mendapat pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Kanor untuk mendapatkan perawatan.


Polisi mengungkapkan, sebelum kejadian, korban P.T.M. dalam kondisi sakit stroke. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban sempat digendong dan dibawa ke rumah saksi. Setelah itu, tersangka kembali membawa korban pulang ke rumah dan membaringkannya di ruang tengah.


Di tempat tersebut, tersangka kemudian mengambil paving dan melakukan pemukulan terhadap kepala Ibu Kandungnya secara berulang hingga korban mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.


Peristiwa tersebut kemudian diketahui dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan MHD beserta sejumlah barang bukti.


Dari hasil pemeriksaan polisi motif pelaku dikarenakan merasa Kasihan Melihat Orang Tua Menderita, Kapolres Bojonegoro menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku memiliki persoalan rumah tangga yang membuatnya mengalami frustrasi.


Di sisi lain, tersangka juga mengaku merasa kasihan melihat orang tuanya yang mengalami sakit berkepanjangan. “Motif sementara, pelaku merasa frustrasi karena ada permasalahan dengan istrinya sehingga kebutuhan biologis pelaku tidak terpenuhi. Kemudian karena orang tuanya mengalami sakit menahun, pelaku merasa kasihan dan mengambil langkah yang salah untuk mengakhiri penderitaan orang tuanya,” ungkap AKBP Yenni Diarty.


Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan kondisi kejiwaan tersangka oleh dokter spesialis kejiwaan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka serta memastikan apakah terdapat gangguan kejiwaan yang berkaitan dengan perbuatannya saat kejadian.


Akibat tindakannya, Pelaku terancam 15 Tahun Penjara

Dalam perkara ini, MHD disangkakan dengan tindak pidana pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 dan/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (RED)

Harga Tembakau Rajang Kering Mulai turun Hingga Sekitar 5 Ribu Rupiah Per Kilogramnya

    Sabtu, September 05, 2026  


BOJONEGORO - Harga Tembakau Rajang kering sempat mengalami tingginharga beberapa waktu lalu dari Rp45 ribu hingga Rp48 ribu perkilogramnya, akan tetapi setelah beberapa Minggu pada petikan daun tembakau pertengahan harga sudah turun sekitar Rp45 ribu perkilogramnya.


Dari data yang dihimpun awak media ini, Diwilayah Kecamatan Kepohbaru harga tembakau rajang kering dari dari petani saat ini mencapai harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, dan dikhawatirkan oleh petani harga ini akan semakin turun.


"Sudah terus sejak beberapa hari mas," Kata Supri salah satu petani di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru.


Menurut Supri penurunan harga tembakau ini diduga karena gudang penerima tembakau dari perusahaan rokok terlalu ketat dalam penerimaan dan pembelian tembakau rajang kering yang sebelumnya dibeli oleh tengkulak.


Selain itu juga diduga ada permainan dari para tengkulak atau pembeli yang bermain harga karena kurang untung banyak. "Selain itu banyaknya pembeli tingkat kecil atau sales pembelian tembakau dan kemudian dijual ke pembeli besar sehingga hal ini mempengaruhi harga menjadi turun," Ujarnya.


Selain di Kepohbaru, hal yang sama ajugavterjadi diwilayah Sumberrejo, banyak petani yang mengeluhkan turunya harga tembakau mencapai Rp35 ribu - Rp37 ribu perkilogramnya.


"Sudah turun murah sekarang harga tembakau rajangan," kata Aji petani asal Sumberrejo.


Dengan penurunan harga tembakau ini dikhawatirkan akan terus terjadi sehingga membuat petani merugi. (Red)

01 September 2026

UNIGORO Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui UI GreenMetric 2026

    Selasa, September 01, 2026  


BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (UNIGORO) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi. Setelah tercatat dalam sejumlah pemeringkatan, antara lain UniRank, EduRank, dan Webometrics, UNIGORO kembali mendapat pengakuan melalui keikutsertaannya dalam agenda UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.


UNIGORO mendapat undangan untuk menghadiri Pengumuman dan Penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).


Nama UNIGORO tercantum dalam daftar undangan yang memuat 219 institusi perguruan tinggi di Indonesia. Daftar tersebut terdiri atas 113 perguruan tinggi negeri dan 106 perguruan tinggi swasta.


Sejumlah perguruan tinggi negeri yang tercantum dalam daftar tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Brawijaya, dan sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya.


Sementara itu, kelompok perguruan tinggi swasta juga mencakup berbagai institusi dengan reputasi nasional, seperti BINUS University, Petra Christian University, Telkom University, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Pelita Harapan, Universitas Surabaya, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Trisakti.


UNIGORO tercantum pada nomor 92 dalam daftar undangan tersebut. Nomor tersebut merupakan nomor urut dalam daftar dan bukan menunjukkan posisi peringkat UNIGORO dalam UI GreenMetric.


Khusus di Jawa Timur, terdapat sejumlah perguruan tinggi swasta yang tercantum dalam daftar undangan. Selain UNIGORO, di antaranya Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Petra Christian University, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Dinamika, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Surabaya, dan Universitas Wiraraja.


UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang didirikan Universitas Indonesia pada 2010. Dalam perkembangannya, UI GreenMetric menjadi inisiatif global yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai negara.


Pada 2026, UI GreenMetric mencatat partisipasi 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara. Metodologi penilaiannya mencakup tujuh pilar, yaitu tata ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, pengelolaan air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.


Kerangka penilaian tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik kampus. Aspek pendidikan, penelitian, pengelolaan sumber daya, tata kelola, dan transformasi digital juga menjadi bagian dari perhatian UI GreenMetric.


Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro yang menaungi UNIGORO, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas masuknya UNIGORO dalam agenda UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.


Menurut Arief, berbagai pengakuan eksternal menjadi motivasi bagi UNIGORO untuk terus meningkatkan mutu perguruan tinggi. Pengakuan tersebut juga menjadi bahan evaluasi agar pengembangan kampus berlangsung secara berkelanjutan.


“Kami mengapresiasi kerja seluruh civitas akademika UNIGORO. Masuknya UNIGORO dalam agenda UI GreenMetric menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kampus, baik dalam bidang akademik, tata kelola, lingkungan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.


Arief menegaskan bahwa pengakuan eksternal bukan merupakan tujuan akhir. UNIGORO akan terus melakukan pengembangan dengan mengacu pada kebutuhan pendidikan tinggi dan tantangan masyarakat.


“Kami ingin setiap pengakuan eksternal menjadi pemacu untuk bergerak lebih maju. Targetnya bukan sekadar mendapatkan peringkat, tetapi membangun UNIGORO sebagai perguruan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.


Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan UNIGORO. Salah satunya melalui keterlibatan kampus dalam pengembangan Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.


UNIGORO juga melaksanakan penelitian biodiversitas serta berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dan mitra.


Keterlibatan UNIGORO dalam agenda UI GreenMetric menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek penyelenggaraan perguruan tinggi.


Pengumuman dan Penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 akan diselenggarakan pada 15 September 2026 di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta. (Lis/Red)

30 Agustus 2026

PWI Bojonegoro Kenalkan Dunia Jurnalistik kepada Ratusan Siswa MAN 2

    Minggu, Agustus 30, 2026  


BOJONEGORO - Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro mendapat pembekalan jurnalistik dasar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro. Selain belajar menulis berita, peserta juga dikenalkan dengan kode etik jurnalistik hingga teknik menggali informasi dan mengambil foto di lapangan.


Pelatihan tersebut digelar di ruang pelatihan MAN 2 Bojonegoro, Jumat (28/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026). Dua wartawan yang tergabung dalam PWI Bojonegoro, M Nur Afifullah dan Parto Sasmito, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Kepala MAN 2 Bojonegoro, Abdur Rozak mengatakan, pelatihan jurnalistik penting diberikan kepada pelajar di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.


Menurutnya, dunia jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahkan, sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang jurnalistik mampu berkembang dan berkiprah di berbagai bidang.


Karena itu, ia meminta para siswa tidak ragu mempelajari jurnalistik. Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa, baik untuk dunia pendidikan maupun ketika nantinya terjun ke dunia kerja dan profesi.


“Seiring perkembangan era digital modern, jurnalistik tetap dituntut mengikuti alur dalam penulisan berita agar berimbang dan memberikan wawasan luas kepada masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro Sasmito mengatakan, pengenalan jurnalistik sejak bangku sekolah penting untuk membangun kemampuan siswa dalam memahami informasi.


Terlebih, saat ini masyarakat setiap hari dibanjiri informasi dari berbagai platform digital. Tidak semua informasi yang beredar dapat langsung dianggap sebagai berita yang benar.


“Kalau hendak menulis berita harus memahami kaidah dan aturan menulis berita yang benar. Tidak sekadar menulis, tetapi harus ada data yang lengkap dan berimbang,” kata Sasmito.


Ia juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan konten media sosial dengan produk jurnalistik. Menurutnya, kebebasan membuat konten di media sosial tidak serta-merta membuat sebuah tulisan dapat disebut sebagai karya jurnalistik.


Pemahaman tersebut penting agar siswa dapat membedakan fakta, berita, dan opini. Dengan begitu, mereka tidak terjebak menyampaikan informasi berdasarkan kepentingan atau sudut pandang pribadi tanpa melakukan verifikasi.

“Semoga peserta mampu mendalami dasar-dasar jurnalistik dan memahami tulisan jurnalistik, sehingga bisa membedakan tulisan yang sesuai kode etik jurnalistik dengan tulisan yang di luar kode etik,” lanjutnya.


Dalam sesi materi, M Nur Afifullah menjelaskan bahwa, pekerjaan jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis. Sebelum sebuah berita diterbitkan, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilakukan, mulai dari mencari informasi, menggali data, melakukan wawancara, memverifikasi fakta, mengolah informasi hingga menyajikannya kepada masyarakat.


Kode etik jurnalistik, kata dia, menjadi salah satu pedoman penting yang harus dipahami. Prinsip akurasi, keberimbangan, independensi dan kehati-hatian menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses jurnalistik.


“Jurnalistik tidak hanya soal menulis berita. Ada proses mencari data, melakukan verifikasi, mengolah informasi, kemudian menyajikannya kepada masyarakat,” jelasnya.


Peserta juga dikenalkan dengan berbagai bentuk produk jurnalistik. Perkembangan teknologi membuat karya jurnalistik tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tetapi juga foto, video, audio maupun produk multimedia lainnya.


Dalam dua hari ini, siswa mendapatkan pembekalan mengenai pengertian jurnalis, jurnalistik, kode etik jurnalistik, bentuk dan ruang lingkup jurnalistik, teknik menggali data dan menulis berita serta teknik pengambilan foto dan video.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 2 Bojonegoro, Wakasek Kesiswaan dan Ketua dan jajaran PWI Kabupaten Bojonegoro. (Red*)

23 Agustus 2026

APPPNAS Siap ke Jakarta, Serukan Perdamaian dan Stabilitas Pemerintahan

    Minggu, Agustus 23, 2026  



BOJONEGORO – Aliansi Pemuda Pelopor Perdamaian Nasional (APPPNAS) mengajak seluruh pemuda dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga persatuan, kesatuan, serta persaudaraan demi terciptanya kondisi bangsa yang aman, tenteram, dan nyaman.

Ajakan tersebut disampaikan APPPNAS dalam pertemuan bersama para pengurus sekaligus pernyataan pers kepada awak media yang digelar di Sekretariat APPPNAS, Jalan Cipto Roso Gang Samijah, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/8/2026).

Ketua APPPNAS, Arif Rahman, mengatakan kondisi bangsa saat ini membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif.


Menurutnya, perbedaan pendapat maupun aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara-cara yang damai dan tidak mengganggu keamanan maupun kepentingan masyarakat luas.

"Kami mengajak kepada seluruh pemuda dan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta persaudaraan. Mari kita bersama-sama menjaga Negara Republik Indonesia agar tetap aman, tenteram dan nyaman," ujar Arif.


Dalam pernyataan pers tersebut, APPPNAS juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk kepentingan rakyat.


"Kami dari Aliansi Pemuda Pelopor Perdamaian Nasional (APPPNAS), secara serentak dan menyeluruh di Indonesia, menyampaikan bahwa kami tetap siap dan selalu mendukung program pemerintah untuk rakyat serta berpihak kepada kepentingan rakyat," tegasnya.

Selain itu, APPPNAS menyatakan mengutuk segala bentuk gerakan yang berpotensi mengganggu stabilitas negara, terutama apabila dilakukan dengan cara-cara yang dapat memicu kerusuhan, mengganggu keamanan masyarakat, maupun menghambat jalannya pemerintahan.


Arif mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memperkeruh suasana.

"Kalau ada perbedaan pendapat, mari diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui jalur yang sesuai dengan aturan. Jangan sampai perbedaan justru memecah persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa," katanya.


Menurut Arif, terciptanya keamanan dan ketenteraman menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjaga roda perekonomian tetap berjalan normal.


"Mari kita jaga negara ini menjadi damai dan masyarakatnya selalu nyaman dan tenteram, sehingga perekonomian bangsa dan rakyat bisa berjalan normal," tambahnya.

APPPNAS juga menyatakan siap bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat lainnya yang memiliki komitmen terhadap perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Arif menyebut, apabila diperlukan dan sesuai dengan ketentuan hukum, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat siap berangkat ke Jakarta untuk ikut menjaga suasana kondusif serta mendukung terciptanya keamanan.


"APPPNAS bersama ormas dan kelompok masyarakat lainnya yang memiliki idealisme sejalan dalam menciptakan perdamaian NKRI siap berangkat ke Jakarta untuk ikut menjaga dan mengamankan jalannya pemerintahan serta mengawal pemerintahan yang menjalankan programnya," ujarnya.


Ia menegaskan, langkah tersebut bukan untuk melakukan tindakan yang bersifat anarkis, melainkan sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan persatuan bangsa dengan tetap menghormati hukum serta hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.


"Kami siap berangkat ke Jakarta dengan kekuatan masing-masing organisasi untuk menjaga Jakarta sebagai barometer Indonesia," pungkas Arif.


APPPNAS juga menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga perdamaian di tengah berbagai dinamika bangsa. Masyarakat diminta mengedepankan persaudaraan, menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan jalur hukum.


Pemuda sebagai generasi penerus bangsa diharapkan menjadi pelopor perdamaian, bukan menjadi bagian dari konflik. Perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.


"Mari kita jaga Indonesia bersama. Jangan biarkan perbedaan memutus persaudaraan. Damai negeri kita, aman masyarakatnya, kuat persatuannya, dan maju perekonomiannya." pungkas Arif Rahman. (Rum/Red)

03 Mei 2026

Mudahkan Pelanggan, GONEM Kaos Polos & Sablon pindah lokasi

    Minggu, Mei 03, 2026  

SeputarBojonegoro.com -
Dewi Wulan

BOJONEGORO - Usaha sablon kaos terus menunjukkan geliat positif di tengah maraknya permintaan pasar, untuk menjalankan usahanya mereka memiliki target pasar yang mengarah ke masyarakat umum lebih khususnya kepada remaja ataupun lembaga-lembaga, dan komunitas tertentu. 

Salah satu pelaku usaha sablon kaos di Bojonegoro adalah Abdul Qohar (36), yang telah merintis usahanya sejak tahun 2015, ia mendirikan sebuah brand lokal yakni GONEM Apparel & Clothing, sampai saat ini dia terus mengembangkan usahanya dan menjadikan target bagi para remaja untuk membuat desain kaos sesuai dengan keinginannya. 

Guna memudahkan para pelanggannya, mulai bulan Mei 2026 dirinya memilih tempat yang strategis dan nyaman bagi pelanggannya, yakni di Jalan Pondok Pinang No. 36, dari jalan pemuda masuk 130 meter keselatan. Sehingga memudahkan para pelanggan untuk bisa dijangkau. 

"Semoga dengan alamat yang baru ini, bisa mudah dijangkau dan ditemukan oleh para pelanggan sebagai bentuk upaya kami," ungkapnya 

Selain kaos polos dan sablon plastisol, di GONEM Apparel juga menyediakan pembuatan jersey custom, baik untuk komunitas sepakbola, futsal, volley dan lain sebagainya. Dikatakan pula bahwa pelayanan kaos polos dan sablon ini pelanggan bisa membeli secara eceran maupun grosir, begitu juga cetak didesain kaosnya juga bisa bijian maupun grosir. 

"Untuk kaos polos bisa di beli eceran maupun grosir, sedangkan untuk sablon satuan kita memakai sablon DTF, dan untuk sablon plastisol dan jersey printing tetap minimal 1 lusin minimal pembuatanya,| pungkasnya. [red/wi]

03 April 2026

Kemenaker Terbitkan Surat Edaran WFH 2026, Disperinaker Bojonegoro Tunggu Petunjuk Pemprov Jatim

    Jumat, April 03, 2026  


SuaraBojonegoro.com – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menerbitkan kebijakan terkait penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) dan program optimalisasi pemanfaatan energi di tempat kerja untuk karyawan swasta melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026. Kamis (02/04/2026)


Kebijakan tersebut disampaikan sebagai langkah penyesuaian sistem kerja di perusahaan swasta sekaligus mendukung efisiensi penggunaan energi nasional tanpa mengurangi produktivitas tenaga kerja di sektor pemerintahan maupun dunia usaha.


Dalam surat edaran tersebut, perusahaan dan instansi kerja didorong menerapkan pola kerja fleksibel melalui kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing sektor.


Selain pengaturan sistem kerja, pemerintah juga mengimbau tempat kerja melakukan optimalisasi pemanfaatan energi, di antaranya melalui penghematan penggunaan listrik, pengaturan penggunaan pendingin ruangan, serta efisiensi operasional perkantoran.


Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli dalam konferensi pers bersama LKS Tripnas unsur pengusaha dan buruh pada Rabu (01/04/2026).


Menanggapi Edaran tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos, M.M, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait implementasi kebijakan tersebut di tingkat daerah.


"Kami masih menunggu petunjuk dari Pemprov Jatim," ujarnya ketika dikonfirmasi media ini.


Pelaksanaan kebijakan WFH dan program optimalisasi energi di daerah masih menunggu sinkronisasi lanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar penerapannya berjalan sesuai regulasi yang berlaku. (Lis/Red)

25 Maret 2026

Jelang Pembahasan LKPJ 2025, Golkar Bojonegoro Instruksikan Fraksi Bedah Detail Realisasi Program Pemkab

    Rabu, Maret 25, 2026  


BOJONEGORO – Menjelang agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Bojonegoro yang dijadwalkan mulai Rabu (25/03/2026), internal Partai Golkar mulai memanaskan mesin pengawasan.


Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menginstruksikan seluruh anggota fraksinya di legislatif untuk melakukan "bedah total" terhadap dokumen LKPJ tersebut. Ia menekankan bahwa evaluasi tahun ini tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus menyentuh substansi efektivitas anggaran.

Soroti Program "Mandul" dan Kinerja OPD.


Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa fokus utama fraksi adalah mengidentifikasi program dan kegiatan yang gagal mencapai target. Menurutnya, kegagalan realisasi harus dikaji secara mendalam untuk mengetahui akar masalahnya.


“Kami minta Fraksi Golkar membedah APBD secara detail. Lihat indikatornya, sasarannya, hingga realisasi program tersebut. Apakah kegagalan itu disebabkan oleh perencanaan program yang tidak tepat sejak awal, atau karena pelaksana program (Kepala OPD) yang tidak serius?” ujar Ahmad Supriyanto.


Ia juga menambahkan bahwa program-program yang tidak memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat harus dievaluasi total.


 "Evaluasi dan Ganti"

Sebagai sosok yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Setyo Wahono - Nurul Azizah, Ahmad Supriyanto memberikan catatan khusus kepada kepemimpinan daerah tahun 2026 ini. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak ragu mencopot pejabat yang menghambat visi-misi daerah.

“Waktu terus berjalan, sedangkan visi dan misi Bupati harus segera dituntaskan. Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk bersikap tegas. Jika ada Kepala OPD yang tidak serius menjalankan visi-misi, segera dievaluasi dan diganti,” tegasnya.


Langkah ini diambil guna memastikan sisa masa jabatan pemerintahan dapat berjalan optimal. Golkar menilai, ketegasan dalam memimpin birokrasi menjadi kunci agar anggaran daerah benar-benar terserap untuk kepentingan publik, bukan habis pada kegiatan yang tidak terukur.

Pembahasan LKPJ di gedung DPRD hari ini diprediksi akan berlangsung dinamis, mengingat Fraksi Golkar dipastikan akan membawa data hasil "bedah" program tersebut ke meja pimpinan rapat. (Lis)

16 Maret 2026

Bersama KSB, Yayasan Asmedia Center Indonesia Bagikan 5.000 Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu

    Senin, Maret 16, 2026  


​BOJONEGORO – Bulan Ramadan menjadi momentum emas bagi Yayasan Asmedia Center Indonesia untuk menebar kebaikan. Melalui rangkaian program rutinnya, yayasan ini menggelar aksi sosial besar-besaran dengan menyalurkan 5.000 bingkisan lebaran, baju baru, serta uang saku bagi anak yatim piatu dan warga tidak mampu.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan yayasan.


Adapun dalam kegiatan ini yang mencakup tiga program utama adalah ​Berbagi Berkah Ramadan dengan Pembagian santunan dan kebutuhan lebaran.


Kemudian ​Ngaji Urip, dengan menggelar dialog di ruang diskusi spiritual dan bekal kehidupan yang dipandu oleh narasumber ahli. Selain itu ​kegiatan Jum'at yaitu KSB (Komunitas Sedekah Bergerak) yang didirikan oleh Ahmad Suprianto, dan dalam aksi rutin berbagi yang dilaksanakan setiap hari Jumat.


​Sentuhan Kasih untuk Warga

​Kondisi para penerima manfaat tampak sangat terbantu. Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri, senyum sumringah terpancar dari wajah anak-anak yatim saat menerima baju lebaran baru. Para lansia dan warga kurang mampu yang hadir pun merasa diringankan bebannya melalui paket bingkisan dan uang saku yang diberikan.


​Kyai Robawi, selaku narasumber sekaligus ustadz pembimbing "Ngaji Urip", menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar bantuan materi. ​"Berbagi berkah di bulan Ramadan adalah cara kita mengamalkan ajaran kebaikan secara nyata. Ini adalah bentuk peningkatan takwa kepada Allah SWT sekaligus upaya konkret meringankan beban sesama di bulan yang suci ini," ujar Kyai Robawi.


​Komitmen Yayasan

​Ketua Yayasan Asmedia Center Indonesia, Zula, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konsistensi yayasan dalam hadir di tengah masyarakat. Hal senada diungkapkan oleh Luthfie Octavian, Sekretaris Yayasan, yang menyebutkan bahwa koordinasi penyaluran 5.000 paket ini dilakukan secara detail agar tepat sasaran.


​"Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kurang beruntung juga dapat merasakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan dengan pakaian layak dan pangan yang cukup," tutur Luthfie.


​Melalui kegiatan ini, Yayasan Asmedia Center Indonesia berharap dapat memicu semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang lebih luas di masyarakat. (Lis)

12 Maret 2026

Satgas Saber Polres Bojonegoro Pantau Harga Bapok Jelang Lebaran, Stok Dipastikan Aman

    Kamis, Maret 12, 2026  


BOJONEGORO – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Polres Bojonegoro bersama Badan Pangan Nasional melakukan pengecekan dan pemantauan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) pukul 08.30 WIB di Pasar Kota Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.


Pemantauan dipimpin oleh Kanit Pidsus Satreskrim Polres Bojonegoro IPDA A. Zaenan Na’im dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), serta Perum Bulog Kabupaten Bojonegoro.


IPDA A. Zaenan Na’im mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta menjaga stabilitas harga di pasaran menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di Pasar Kota Bojonegoro, sejumlah komoditas bahan pokok masih berada dalam kondisi relatif stabil dan stoknya tersedia di tingkat pedagang.


“Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih stabil dan ketersediaannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar IPDA Na’im.


Dari hasil pengecekan, harga beras premium tercatat sekitar Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp12.905 per kilogram, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara harga gula pasir berada di kisaran Rp16.500 per kilogram.


Untuk komoditas lainnya, minyak goreng kemasan dijual sekitar Rp19.000 per kilogram dan minyak goreng merek Minyakita sekitar Rp16.000 per kilogram. Daging sapi dijual sekitar Rp115.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, serta telur ayam berada pada kisaran Rp30.000 per kilogram.


Sementara itu, komoditas hortikultura seperti cabai rawit berada di kisaran Rp95.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting sekitar Rp35.000 per kilogram. Harga bawang merah dan bawang putih masing-masing tercatat sekitar Rp35.000 per kilogram di tingkat pedagang pasar.


Petugas mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan. Pasalnya, stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Bojonegoro dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Lis/Bjn)

Hari Kedua Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani 1.230 Penumpang di Stasiun Bojonegoro

    Kamis, Maret 12, 2026  


BOJONEGORO - Stasiun Bojonegoro menjadi salah satu titik mobilitas penting masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani sebanyak 1.230 penumpang di Stasiun Bojonegoro pada hari kedua masa Angkutan Lebaran 2026.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 376 penumpang tercatat berangkat dan 854 penumpang turun di Stasiun Bojonegoro. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan diperkirakan akan terus bertambah hingga keberangkatan kereta api terakhir pada malam hari.


Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran, mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api mulai menunjukkan peningkatan.


“Pada hari kedua masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani sekitar 1.230 pelanggan di Stasiun Bojonegoro. Jumlah ini masih bersifat dinamis dan diperkirakan akan terus bertambah hingga malam hari seiring dengan keberangkatan kereta api yang masih berlangsung,” ujar Mahendro.


Hingga 12 Maret 2026, penjualan tiket kereta api jarak jauh dari Stasiun Bojonegoro tercatat telah mencapai 14.846 tiket untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Periode keberangkatan KA pada tanggal 24 Maret 2026 menjadi yang tertinggi dengan 1.315 tiket KA yang telah terjual. Hal tersebut menunjukkan peran strategis Stasiun Bojonegoro sebagai salah satu akses utama mobilitas masyarakat di wilayah pantura Jawa Timur.


Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Bojonegoro setiap harinya melayani 34 perjalanan kereta api jarak jauh, yang terdiri dari 30 perjalanan KA reguler dan 4 perjalanan KA tambahan. 


KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi perusahaan, seperti aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI, guna memastikan keamanan transaksi dan kemudahan layanan.


“Kami mengimbau masyarakat yang akan mudik menggunakan kereta api untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI. Apabila tanggal keberangkatan yang diinginkan sudah mendekati penuh, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif tanggal perjalanan atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan atau connecting train agar tetap memperoleh pilihan perjalanan yang lebih fleksibel,” tutup Mahendro.


Dengan berbagai kesiapan operasional yang telah disiapkan, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. (Lis)

10 Maret 2026

Wajah Baru Transportasi Rakyat: Bupati Wahono dan Ratusan Tukang Becak Bojonegoro Jajal 'Hadiah' Listrik dari Prabowo

    Selasa, Maret 10, 2026  

 



BOJONEGORO
– Suasana Pendopo Pemkab Bojonegoro pada Selasa (10/3/2026) sore mendadak riuh. Bukan karena unjuk rasa, melainkan deru halus mesin dari 200 unit becak listrik yang siap mengaspal. Inilah momen bersejarah bagi para pengayuh becak lansia di "Kota Ledre" yang kini tak lagi harus memeras keringat di bawah terik matahari.

​Bantuan ini merupakan inisiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Menariknya, bantuan ini murni bersumber dari dana pribadi sang Presiden, bukan dari kantong APBN.

Pawai Simbolik: Pejabat Naik Becak

​Pemandangan unik terlihat saat Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forkopimda, justru duduk manis di kursi penumpang becak listrik tersebut. Mereka berkeliling melintasi rute protokol mulai dari Jalan Imam Bonjol hingga kawasan Alun-alun Bojonegoro.

​Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap modernisasi transportasi rakyat yang ramah lingkungan.

​"Ini adalah bantuan sosial yang luar biasa. Bapak-bapak yang dulunya harus menguras tenaga dengan mengayuh pedal, hari ini mulai beralih menggunakan teknologi listrik," ujar Bupati Setyo Wahono dengan nada haru.


Misi Memuliakan Lansia

​Perwakilan Yayasan GSN, Nuryana, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo melihat banyaknya warga usia 60-70 tahun yang masih harus bekerja fisik berat.

  • Target Nasional: 70.000 unit hingga tahun 2027.
  • Realisasi Saat Ini: Lebih dari 10.000 unit telah tersebar di wilayah Jawa.
  • Fokus Utama: Meringankan beban fisik pengemudi lansia tanpa menghilangkan mata pencaharian mereka.

Pesan Keselamatan dan Perawatan

​Meski kini sudah bertenaga mesin, Bupati Wahono mengingatkan para penerima agar tidak "uget-ugetan" di jalan. Ia secara khusus meminta bantuan Kapolres Bojonegoro untuk memberikan edukasi tertib lalu lintas bagi para pengemudi becak listrik ini.

​"Saya minta tolong dirawat, terutama cara pengisian dayanya (charging). Semoga ini menjadi berkah untuk ekonomi keluarga," tambah Wahono.

Rencana Masa Depan: Becak Wisata

​Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berencana menyinergikan kehadiran becak listrik ini dengan sektor pariwisata. Ke depan, GSN berharap Pemkab dapat menyediakan titik-titik pengisian daya strategis agar becak-becak ini bisa menjadi daya tarik unik bagi wisatawan yang ingin berkeliling kota tanpa polusi suara dan udara.

​Acara ditutup dengan pawai meriah yang mengelilingi pusat kota, menandai dimulainya era baru transportasi tradisional di Bojonegoro yang lebih manusiawi dan modern.

06 Maret 2026

Dukung Peningkatan Lifting Well Services Banyu Urip A07 Berhasil Tambah Produksi Hingga 12.300 BOPD

    Jumat, Maret 06, 2026  


BOJONEGORO – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan Perawatan Sumur (Well Services/WS) pada Sumur Banyu Urip A07 melalui program Water Shut-Off (WSO), yaitu upaya untuk mengurangi aliran air yang tidak diinginkan di dalam sumur sehingga sumur dapat memaksimalkan produksi minyak. Keberhasilan ini mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan sekaligus menghadirkan efisiensi waktu dan biaya operasional.


Produksi minyak Sumur Banyu Urip A07 melonjak dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD, atau meningkat sebesar 7.500 BOPD jauh melampaui target awal sebesar 1.000 BOPD. Tambahan produksi ini memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional.


Lapangan Banyu Urip selama ini dikenal sebagai tulang punggung produksi minyak nasional. Oleh karena itu, setiap tambahan barel yang dihasilkan dari lapangan ini memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat ketahanan energi nasional.


Program WSO dilaksanakan untuk menghentikan aliran air yang tidak diinginkan dari zona bawah sumur sehingga sumur dapat menghasilkan proporsi minyak yang lebih tinggi dan mengoptimalkan potensi produksinya. Metode yang diterapkan meliputi pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing. Pendekatan teknologi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu pengeboran baru, sehingga tambahan produksi dapat diperoleh lebih cepat dan lebih hemat biaya.


Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Ini adalah bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa efisiensi menjadi nilai tambah penting dalam program ini. “Selain meningkatkan produksi, kegiatan ini juga menunjukkan efisiensi biaya dan waktu. Praktik baik seperti ini perlu direplikasi di lapangan lain untuk mempercepat pencapaian target lifting nasional serta memperkuat ketersediaan energi,” tambahnya.


Secara operasional, seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis. Dari sisi anggaran, realisasi biaya tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui, mencerminkan pengelolaan program yang efektif dan efisien.


Keberhasilan Well Services Sumur Banyu Urip A07 ini menegaskan bahwa strategi optimalisasi sumur eksisting merupakan langkah konkret dan cost-effective dalam menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional. Keberhasilan ini akan menjadi pembelajaran bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain utntuk dapat menerapkan teknologi secara tepat dalam upaya peningkatan produksinya. Dengan inovasi teknologi yang tepat, sektor hulu migas mampu menghadirkan tambahan produksi secara berkelanjutan demi memperkuat ketahanan dan ketersediaan energi Indonesia. (Lis/Rum)

Kapolres Bojonegoro Gelar Silaturahmi Ramadan Bersama Dai dan Pendeta Kamtibmas

    Jumat, Maret 06, 2026  


BOJONEGORO – Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para dai dan pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026). 


Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergitas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat” tersebut turut dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas KH. Alamul Huda Masyhur, serta para dai dan pendeta Kamtibmas.


Dalam sambutannya, AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa keberadaan dai dan pendeta Kamtibmas menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat.


Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk senantiasa mendoakan agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetap dalam kondisi yang kondusif. Kapolres berharap Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, senantiasa berada dalam situasi aman, damai, dan penuh toleransi.


Afrian menambahkan, hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan selama menjalankan ibadah puasa. Kondisi tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran para dai dan pendeta Kamtibmas yang secara aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai pada 13 Maret mendatang. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman dan lancar.


“Kami memohon doa agar seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Kapolres dihadapan para dai dan pendeta Kamtibmas.


Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan dalam suatu wilayah memerlukan sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Ia juga mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki kekuatan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, ulama, maupun tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.


Kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih dari Kapolres Bojonegoro kepada para dai dan pendeta Kamtibmas sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah. (Lis)

© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9