BOJONEGORO – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai sejalan dengan meningkatnya produktivitas sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Kamis (05/03/2026)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, mengatakan bahwa pergerakan NTP yang cenderung stabil di atas angka 100 menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan petani di Bojonegoro masih relatif terjaga.
"Tren NTP-nya positif. Hal ini sejalan dengan produktivitas pertanian Bojonegoro yang juga tumbuh signifikan," ujarnya.
Menurutnya, mayoritas masyarakat Bojonegoro masih
menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Oleh karena itu, program dan kinerja pemerintah daerah bersama dinas terkait di bidang pertanian harus terus diperkuat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh petani.
"Mayoritas pekerjaan masyarakat Bojonegoro adalah bertani, maka program dan kinerja pemkab serta dinas terkait di bidang pertanian harus terus ditingkatkan. Outcome-nya adalah kesejahteraan petani," tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, NTP agregat Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 bergerak dalam kisaran 105,28 hingga 107,51. Nilai tertinggi tercatat pada Januari 2025 sebesar 107,51, sedangkan nilai terendah terjadi pada Juni 2025 sebesar 105,28.
Memasuki Juli 2025, NTP kembali mengalami penguatan menjadi 106,14 dan terus meningkat hingga mencapai 106,42 pada Desember 2025. Perbaikan di akhir periode tersebut mengindikasikan adanya pemulihan harga output, terutama pada subsektor perikanan serta sebagian subsektor peternakan.
Dari hasil perhitungan tersebut, rata-rata NTP di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 106,36.
Angka ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat pendapatan yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus menjaga stabilitas sektor pertanian melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pertanian, serta perlindungan harga komoditas agar kesejahteraan petani di Bojonegoro dapat terus meningkat. (You)






