13 Desember 2023

Tim Bola Voli Putra, Kalitidu Vs Trucuk Masuk Final Kejuaraan Bola Voli Bupati Cup 2023

    Rabu, Desember 13, 2023  


BOJONEGORO - Rabu, 13 Desember 2023. Bertempat di Gor Utama Ngumpak Dalem Bojonegoro kejuaraan Bola Voli Bupati Cup memasuki semi final. Pada laga yang berlangsung luar biasa tim Bola Voli Putra Kalitidu masuk final dan akan berhadapan dengan tim bola voli putra Trucuk. Selanjutnya tim Bola Voli Putri yang masuk final adalah Tim Kecamatan Kota akan berhadapan dengan  Kedewan.

Adapun Final akan dilaksanakan pada kamis, 14/12/2023 di Gor Utama Bojonegoro mulai jam.16.00 sd selesai.


Imam Ghozali, M.Pd selaku devisi pertandingan, saat ditemui awak media. merasa bangga atas semangat tanding pemain bola voli pada Bupati Cup 2023.

Semoga dengan diselenggarakan kejuaraan Bola Voli Bupati Cup 2023 ini akan lahir talenta talenta muda atlit voli dari berbagai kecamatan di Bojonegoro. Alhamdulillah final kali ini tidak di dominasi lagi oleh tim kota tetapi sudah menyebar di kecamatan pinggiran. Tambah imam Ghozali


Terpisah  AKP. Fahmi Amarullah, S.I.K., M.Si selaku ketua Harian PBSVI Bojonegoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada oficial dan pemain yang telah menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding sehingga kejuaraan Bola voli bupati cup bisa sampai pada semifinal. Semoga pada final berjalan lancar, tertib dan kondusif. Dan lahir bibit atlit yang handal untuk memperkuat tim bola voli Bojonegoro. (Sew/red)

21 Oktober 2023

Rugi Rp 300 Juta, Rumah di Bojonegoro Ini Terbakar

    Sabtu, Oktober 21, 2023  


BOJONEGORO - Kebakaran Hebat kembali terjadi di Kabupaten Bojonegoro yang menghanguskan dia rumah permanen milik Wito Nurkasim, warga Desa ngambon RT.13 RW.03 Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, sekitar pukul 10.45 wib, Sabtu (21/10/2023).

Dari data yang dihimpun awak media ini dari kantor Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemkab Bojonegoro menyebutkan bahwa setelah terjadi kebakaran pada Pukul 10:58 WIB Pos Ngambon menerima laporan dari pemilik rumah dan kemudian pemadaman dilakukan hingga pukul 13.30 wib oleh personel Petugas Damkarmat dibantu oleh warga serta petugas kepolisian, koril dan Satpol PP setempat.


Kepala Dinas Kebakaran Dan Penyelamatan Gunawan,engatakan bahwa kejadian kebakaran ini diduga akibat adanya Konsleting Arus pendek listrik dari rumah korban. "Sehingga menyebabkan kebakaran dan karena cuaca kemarau dan panas sehingga apa membakar rumah dengan cepat," Ujar Gunawan.


Kebakaran ini mengakibatkan rumah korban yang berukuran 8 x 20 meter hangus dan menyebabkan kerugian mencapai Rp. 300 juta, dan juga api membakar rumah milik tetangga korban Yaitu dua rumah milik jimin yang terbakar sekitar 10 persen dengan tolal kerugian Rp 30 juta.


Adapun aset yang dapat diselamatkan adalah bangunan utama seluas 9 x 9 meter, Bangunan Rumah sebelah kiri Ukuran Luas 6x12 meter serta aset rumah tangga lainnya dengan perkiraan total Rp 500 juta.


"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan pihak Damkarmat berupaya menyelamatkan rumah warga lain agar api tak merambat," Ujar Gunawan.


Peristiwa kebakaran tersebut juga membuat warga sekitar cemas karena kondisi plcuaca panas serta angin yang kencang dan dikhawatirkan api dapat memercik ke rumah lainnya.


"Kami terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap mewaspadai adanya kebakaran baik yang bersumber dari api maupun listri, dan agar segera melaporkan kepada kami jika terdapat kebakaran," Pungkas Gunawan. (You/Saa)

01 Oktober 2020

Pengerjaan Kantor Balai Desa Di Tahun 2020, Kok Dilaporkan Mangkrak

    Kamis, Oktober 01, 2020  
SeputarBojonegoro.com - Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Supandi, menanggapi bahwa keberadaan pembangunan Kantor Desa yang dituding miring oleh aliansi dua LSM di Bojonegoro, menjelaskan bahwa masyarakat di Desanya semua tahu dan pembangunan kantor Desa ini bukan dilaksanakan pada tahun 2019, namun menurut Kades bahwa pelaksanaan pembangunan dimulai bulan Maret tahun 2020 dengan menggunakan anggaran Silpa APBDes tahun 2019. 

"Jadi perlu kami jelaskan disini bahwa pelaksanaan pembangunan Balai Desa ini menggunakan anggaran Silpa APBDes tahun 2019, dan pelaksanaannya pada bulan Maret 2020, dan bukan pada tahun 2019 pelaksanaanya, hal ini harus di pahami," Kata Kades Sugihwaras. 

Dijelaskan juga bahwa memang pekerjaan pembangunan kantor balai Desa ini mulai dikerjakan pada bulan Maret 2020 dan sempat kami hentikan karena tanahnya dulu adalah rawa sehingga harus dilakukan pengurugan terlebih dahulu agar pondasi lebih kuat, sehingga jika bangunan berdiri tidak mudah gerak. Proses pembangunan hingga saat ini masih dilaksanakan dan belum selesai karena ada tambahan pekerjaan juga yang harus dilakukan karena bangunan berdiri diatas tanah bekas rawa sehingga harus ada teknik bangunan yang lebih kuat sesuai dengan RAB dan gambar teknik.

Sehingga jika dikatakan bahwa bangunan kantor Desa ini dianggarkan pada tahun 2019 melalui APBDes dikelirukan oleh Kades, namun yang benar menurut Kades adalah bangunan dari anggaran Silpa APBDes tahun 2019 dan dikerjakan tahun 2020 mulai bulan maret dengan anggaran sekitar Rp200 juta. Dari pantuan media ini tampak para pekerja proyek pembangunan kantor Desa ini melakukan kegiatan pekerjaan pembangunan kantor Balai Desa Sugihwaras, dan menurut Kades Supandi pekerjaan ini sudah mencapai 70 persen lebih dan terus di genjot agar tahun 2020 ini selesai. 

"Dengan pembangunan kantor Desa ini diharapkan nanti untuk pelayanan terhadap masyarakat agar bisa lebih maksimal, sehingga pembangunan kantor Desa ini sangat akan bisa memberikan dampak positif bagi pelayanan dan administrasi pemerintah Desa Desa Sugihwaras," Tambah Kades. 

Kades juga menghargai jika pihaknya dilaporkan ke Kejaksaan atas pelaksanaan pembangunan Kantor Balai Desa, sebagai bentuk kontrol, dan jika memang nanti ada yang dianggap salah pasti akan dilakukan pembetulan dan pembenahan. 

"Harapan kami bangunan bisa selesai tepat waktu, dan jika ada kelebihan anggaran dalam pelaksanaan program APBDes tahun 2020 maka akan tetap disilpakan dan dimasukkan kerekening Desa," Tutur Kades. 

Dirinya juga mengucapkan rasa terima kasih semua pihak yang telah memberikan masukan, kritik dan saran atas pelaksanaan pembangunan di Desanya dan hal itu semata mata untuk peningkatan pembangunan di Desa Sugihwaras. 

Sebelumnya, Pelaksanaan pekerjaan pembangunan Kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan Mangkrak oleh dan dituding ada dugaan tindak pidana korupsi karena dikatakan oleh Pelapor dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Gempur dan Lira ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Kamis (01/10/2020). 

Seperti disampaikan oleh Gusmad ketua LSM Gempur saat di konfirmasi oleh SuaraBojonegoro.com, bahwa tidak ada Ketransparanan soal pembangunan Kantor Desa. "Itu anggaran 2019 dan sampai tahun 2020 pembangunan masih belum selesai, sehingga kami laporkan Kades ke Kejaksaan," Kata Gusmad. (Red)

02 September 2019

Daerah Kekeringan Meluas, 28 Desa Andalkan Bantuan Air Bersih

    Senin, September 02, 2019  

Reporter : Abdul Qohar

SeputarBojonegoro.com - Akibat kemarau panjang, krisis air bersih di kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kian meluas di sejumlah desa. Warga yang tidak memiliki sumber air terpaksa mengandalkan air bersih bantuan.

Sejumlah desa yang dilanda kekeringan tersebut diantaranya, kecamatan Kepohbaru terdapat 3 desa, 1 desa kecamatan Padangan, 3 desa di kecamatan Temayang, 5 desa di kecamatan Sugihwaras, 2 desa di kecamatan Tambakrejo, kecamatan Purwosari dan kecamatan Sumberejo, 3 desa di kecamatan Ngraho dan Ngasem, 2 desa di kecamatan Kasiman dan 1 desa kecamatan Sukosewu dan kecamatan Dander.


Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Umar Ghoni mengatakan, hingga ahir bulan agustus tahun 2019 ini, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 292 rit air bersih atau sejumlah 1.460.000 liter. Pendistribusian dilakukan secara bertahap secara bergiliran ke masing-masing desa terdampak

"Warga yang mengajukan permintaan droping akan kita kirim sebanyak 5000 liter air bersih," ungkapnya

Umar menambahkan, sesuai prediksi BMKG bahwa bulan Agustus dan September,merupakan puncak musim kemarau maka diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah permintaan air bersih. pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Ibu Bupati Bojonegoro," pungkasnya [qoh/sbc]

Foto : bojonegorokab.go.id

23 Oktober 2018

Kapolres Bojonegoro Sampaikan Sejarah Resolusi Jihad Perjuangan Kemerdekaan

    Selasa, Oktober 23, 2018  

seputarbojonegoro.com - Bersama pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Rosyid KH. Alamul Huda Masyur, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK., MH., M.Si memimpin upacara memperingati hari santri nasional pada hari Selasa (22/10/2018) pagi tadi sekira pukul 10.00 WIB di halaman apel Mapolres Bojonegoro usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional Kabupaten Bojonegoro di Alun-alun Kota Bojonegoro.

Dalam upacara tersebut diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, seluruh Perwira Polres Bojonegoro, seluruh anggota Polres Bojonegoro dan ASN yang ada dilingkungan Polres Bojonegoro. Dengan seluruh peserta upacara yang ikut memakai songkok hitam sebagai simbol seorang santri, upacara berlangsung kitmad walaupun terik panas yang mulai tampak mengikuti upacara tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolres Bojonegoro mengungkapkan bahwa tidak banyak yang tau mengenai sejarah ditetapkannya hari Pahlawan nasional yang diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya berawal dari perlawan seluruh rakyat yang ada di wilayah Surabaya untuk melawan penjajahan kolonial belanda dari adanya resolusi jihat yang dikeluarkan langsung oleh KH. Hasyim Asyari setelah Bung Tomo menemui beliau di Ponpes Tebung Ireng Jombang atas dasar perintah Bung Karno.

Adapun resolusi jihat yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asyari kepada Bung Tomo yaitu kepada pemuda yang terutama beragama Islam yang berada di radius 60 KM dari Surabaya Fardhu Ain hukumnya untuk ikut berjihat berperang melawan penjajah. Selain itu, pada radius lebih dari 60 KM dari Kota Surabaya, Fardhu Kifayah hukumnya untuk melakukan perlawan kepada penjajah.

"Sehingga dengan adanya resolusi jihat tersebut, membakar semangat seluruh pemuda di Surabaya untuk melawan penjajahan kolonial Belanda", ungkap Kapolres.

Dengan adaya resolusi jihat dan berhasil mengobarkan semangat kita sebagai rakyat Indonesia yang sedang dijajah dan melakukan perlawan, patut kita hargai dan apresiasi peran ulama sebagai salah motor untuk melawan penjajah.

"Untuk memperoleh kemerdekaan, peran Ulama kala itu sangatlah penting, sehingga kita sebagai penikmat kemerdekaan harus bisa menghargainya", imbuh Kapolres.

Setelah Kapolres memberikan sambutan memimpin Upacara Peringatan Hari Santri, KH. Alamul Huda yang juga berdiri di mimbar kehormatan sejajar dengan Kapolres memimpin doa. (SB/Lis) 

Generasi Berencana Jauh Dari Bencana Oleh UKM Kependudukan Unigoro

    Selasa, Oktober 23, 2018  

seputarbojonegoro.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan Universitas Bojonegoro pada Minggu (21/10) kemarin mengadakan kegiatan Orientasi Sahabat GenRe yang bertemakan “Generasi Berencana Jauh Dari Bencana”.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan UKM Kependudukan kepada para mahasiswa yang baru, yang mengikuti UKM Kependudukan. Peserta yang mengikuti kegiatan Orientasi Sahabat GenRe berjumlah 125 mahasiswa.

Orientasi Sahabat GenRe berlangsung sejak pagi hingga siang hari di Kampus Unigoro, acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua UKM Kependudukan, Samsul Arifin.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan menggelar out bond dan pengenalan divisi-divisi di UKM Kependudukan yang disampaikan langsung oleh koordinator setiap devisi.

Selanjutnya penyampaian materi yang disampaikan langsung oleh Dra. Ida Swasanti yang merupakan Pembina dari UKM Kependudukan.

Para peserta yang mengikuti kegiatan sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti setiap tahapan dalam acara tersebut.

Febri Yusuf Wibisono, ketua panitia kegiatan Orientasi Sahabat GenRe menyampaikan dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan semakin mengakrabkan para anggota baru dari UKM Kependudukan.

“Jika kita bedah, orientasi berarti pengenalan bagi mahasiswa yang baru tentang UKM Kependudukan. Sahabat itu merupakan sapaan akrab kita, dan dengan kata sahabat itu tidak ada lagi jarak diantara kita,” ucapnya dalam sambutan.

Sementara itu Pembina UKM Kependudukan, Dra. Ida Swasanti juga mengharapkan agar setelah kegiatan ini seluruh anggota UKM Kependudukan dapat semakin solid dan produktif dalam melakukan kegiatan.

Selain kegiatan internal, UKM Kependudukan Universitas Bojonegoro juga aktif mengikuti kegiatan di luar kampus, salah satunya mengikuti lomba infografis tentang urbanisasi. (Bim/red).

Reporter : Bima Rahmat

Perjalanan Seorang Santri Saat Menaklukkan Tantangan

    Selasa, Oktober 23, 2018  
Penulis : Waris

Awal tahun 1996, saya mondok di Pondok Pesantren Al-Fauzan Dusun Karame’e Desa Ongkoe Kec. Belawa Kab. Wajo.

Pondok Al-Fauzan adalah pondok takhassus tahfiz Alquran. Santrinya merupakan utusan dari seluruh kabupaten/kota se Sulawesi Selatan kala itu. Saya sendiri menjadi duta Pondok Pesantren At-tahiriyah Kab. Sinjai.

Pondok terisolir tapi membanggakan. Hanya terdapat satu buah sekolah dasar dengan dinding tersusun dari bilah papan. Selain sekolah ini, ada pula tiga buah rumah; rumah pak Dullah, rumah pak Latto, dan rumah Pung Cenning. Antara rumah Pung Cenning dan dua rumah lainnya berjarak sekitar 500 meter.

Asrama yang kami tempati berada di tengah rumah-rumah itu. Sedangkan masjid tempat mengaji berjarak kurang lebih 300 meter di arah selatan asrama.

Tidak hanya sunyi dan sepi, asrama pondok yang terbuat dari kayu itu pun sangat panas di siang hari dan amat dingin di malam hari. Gangguan serangga (kupu-kupu putih kecil) yang melekat pada badan, pakaian, dan kelambu membuat kami tak bisa tidur karena gatal.

Mesin diesel yang digunakan pondok sebagai pembangkit listrik nyaris setiap malam macet. Jika padam, semua teman-teman takut dan panik karena tidak ada cahaya sama sekali, kecuali kunang-kunang yang hinggap di dinding asrama, seakan meminjamkan percikan cahayanya.

Gonggongan anjing hutan yang seakan mengusir penjelajah malam serta suara burung hantu yang mendominasi kesunyian hutan yang tak jauh dari asrama semakin menambah ketakutan.

Setiap bangun malam untuk menghafal dan murajaah, kami hanya menggunakan senter atau pelita kecil. Asapnya yang berwarna hitam pekat kadang menjadi hiasan di hidung, bahkan mengisi lubang hidung. Tidak jarang napas menjadi sesak disertai batuk.

Di subuh hari, terkadang santri harus mengeluarkan keringat untuk mendapatkan air wudu. Sumber air satu-satunya adalah sumur bor yang mengguanakan pompa tangan manual karena dinamo air tak dapat berfungsi.

Akhir pekan kami tidak seindah akhir pekan anak-anak pada umumnya. Kami diwajibkan mencari kayu bakar untuk keperluan memasak air minum.

Selain itu, secara bergiliran, kami mengambil bekal konsumsi di Ongko (ibu kota desa) dengan menggunakan sepeda. Namun, jika musim hujan, jalan kaki sejauh 4 km pergi-pulang adalah satu-satunya pilihan, sambil memikul beras, ikan masak, sayur, dan minyak tanah.

Rasa rindu yang membuncah di dada makin terasa setelah beberapa bulan berpisah dengan orangtua. Menambah kesunyian batin. Air mata tak jarang membanjiri wajah, menjadi saksi akan perjuangan kala itu.

Bagaimana saya menaklukkan semua tantangan itu untuk menjadi seorang hafiz?

Awalnya, mulai dari proses tahsin qiraah, menyetor hafalan baru dan setoran murajaah juz 1 berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan, guru kami Ust. Syahrullah memberikan apresiasi setelah saya diuji coba dengan juz 1 itu.

Namun, “badai” pada akhirnya muncul ketika saya menghafal juz kedua Surah Albaqarah. Dimulai dari ayat 191: واقتلوهم حيث ثقفتموهم yakni halaman 9 pojok kiri atas sampai ayat 196 و اتموا الحج و العمرة لله pojok kiri bawah.

Menghafalkan ayat tetsebut, berat, dan susah sekali bagi saya. Kepala terasa panas dan badan seakan tak bertenaga, sehingga hafalan tak dapat masuk ke hati. Esok harinya, saya berusaha memperbaikinya untuk setoran pagi itu. Namun, kegagalan masih berpihak pada saya. Saya menangis karena teman-teman sudah menyalip jauh.

Mental terganggu. Akhirnya, saya putuskan untuk berhenti. Saya ingin lari meninggalkan Pondok karena stres. Sayangnya, saya tak tahu jalan pulang. Selalu tidak ada pilihan lain, karena itulah saya masih juga tinggal di asrama. Melihat teman-teman tak punya masalah, saya semakin down dan ingin segera melarikan diri, akan tetapi tak tahu jalan dan takut sama guru. Kelak, saya sungguh bersyukur tidak tahu arah pulang kala itu.

Suatu malam, guru kami bangun salat tahajjud. Saya ikut salat di belakangnya dan menikmati bacaannya yang begitu merdu.

Usai salat, saya kembali ke kasur membaringkan badan. Gelisah tak dapat tidur, berpikir antara tetap menghafal atau meninggalkan pondok.

Waktu subuh pun tiba, saya merasakan bantal sudah basah dengan air mata karena dilema “pulang atau tetap tinggal”. Jika tetap tinggal, tak ada gunanya karena hafalan tak bisa masuk. Mau pulang, tak tahu akses. Rasa rindu kepada mama dan bapak makin menggodaku untuk minggat.

Satu setengah jam setelah salat subuh, kami kumpul untuk meyetorkan hafalan. Saya gagal lagi. Aturan guru yang melekat adalah tiga kali tersangkut, maka harus mengulang lagi esok harinya. Saya pun menangis lagi.

Saya akhirnya tidak mau lagi menyentuh Alquran, tidak mau mengaji. Saya tiba di puncak keputusasaan.

Pagi hari itu, usai semua santri menyetorkan hafalan, guru kami bercerita tentang pengalamannya menghafal Alquran di Pannampu Makassar. Beliau bercerita tentang perjuangannya menaklukkan sekolahnya di STM dan hapalan Alqurannya yang harus disetor ke guru dengan berjalan kali melewati banyak lorong.

Mendengar itu, saya tergugah dan mengurungkan niat untuk berhenti. Bahkan, saat itu saya minta guru menggundul kepala saya agar terasa dingin saat menghapal.

Alhamdulillah, setelah melewati halaman 9 juz 2 tersebut, semua menjadi lancar dan sukses khatam 30 juz dalam jangka kurang lebih 1 tahun.

Saya sampikan cerita dan pengalaman pribadi ini untuk para santri yang sementara berjuang.

Ternyata, batu sandungan tidak selamanya menciderai, akan tetapi terkadang membangkitkan semangat juang. Bimbingan seorang mursyid atau guru amat berharga, karena itulah hormati dan muliakan gurumu. Tempat tidak selamanya penentu kesuksesan. Capailah cita-citamu dengan penuh kesungguhan dan kesabaran.

Selamat Hari asantri Nasional (HSN) 2018.
“Bersama Santri Damailah Negeri”. (*/JW) 

22 Oktober 2018

Hari Santri, IPNU-IPPNU Mojoranu Akan Gelar Mojoranu Bersholawat

    Senin, Oktober 22, 2018  
Reporter: Zamroni

SeputarBojonegoro.com - IPNU - IPPNU (Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama - Ikatan Pemuda Putri Nahdlatul Ulama) Ranting Mojoranu, Kecamatan Dander, Bojonegoro akan menggelar Mojoranu Bersholawat, yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018.

Kegiatan dalam Rangka Hari Santri ini bertemakan Bersama Santrai Damaikan Negeri, dengan tujuan untuk mengajak remaja generasi bangsa untuk kembali menengok sejarah bahwa Santri merupakan bagian dari perjuangan bangsa dan juga kemerdekaan republik Indonesia pada masa perjuangan penjajahan.

Selain itu juga menurut Ketua pelaksana kegiatan, Fauzan Khotib Asrori, bahwa kegiatan ini juga untuk mengajak masyarakat guna meningkatkan persatuan bangsa Indonesia pada umumnya dan kepada masyarakat Mojoranu dan sekitarnya guna meningkatkan kebersamaan untuk memupuk rasa persatuan.

"Kami berharap dengan bersholawat kita juga bisa saling bersilaturahmi antar pemuda dan para santri guna meningkatkan perkembangan pada diri masing masing diera digital ini," kata Fauzan Khotib Asrori,  Senin (22/10/18).

Kegiatan Mojoranu bersholawat akan dihadiri oleh Fatihah Indonesia serta M. Ridwan Asfi serta yang akan memimpin Sholawat dan Pembicara KH Fahrur Rozi dari Tambak Boyo , Tuban.

Kegiatan Ini disuport oleh elemen pemuda Mojoranu dan karang Taruna Mojoranu, dan diharapkan dengan kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan Iman dan Taqwa para pemuda guna kedepan lebih baik lagi. (Zam/Red)


16 Oktober 2018

Tes Urine Para ASN Pemkab Bojonegoro, Tidak Ditemukan Penguna Narkoba

    Selasa, Oktober 16, 2018  
seputarbojonegoro.com - Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan urine yang dilakukan oleh Sat Narkoba Polres Bojonegoro dan Urkes Polres Bojonegoro kepada 98 ASN dilingkungan Pemkab Bojonegoro pada hari Selasa (16/10/2018) pagi tadi di Aula Angkling Dharma, Sat Narkoba Polres Bojonegoro mengeluarkan hasil pemeriksaan urine terhadap ASN Pemkab Bojonegoro tidak menemukan hasil yang positif mengkonsumsi narkoba ataupun obat-obatan terlarang lainnya.

Kasat Narkoba Polres Bojonegoro AKP Bambang Ady Tenggani, SH mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap ASN dilingkungan Pemkab Bojonegoro merupakan permintaan dari Pemkab Bojonegoro kepada Polres Bojonegoro agar memeriksa para ASN di Pemkab Bojonegoro tidak ada yang terlibat dalam bahaya peredaran narkoba serta terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan ini merupakan permintaan dari Pemkab Bojonegoro, dengan tujuan agar ASN di Pemkab Bojonegoro bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba", kata Kasat Narkoba.

Kasat Narkoba juga menambahkan bahwa pemeriksaan saat ini dilakukan kepada Pejabat setingkat Kepala Dinas hingga Camat. Selain itu, nantinya test urine juga akan menyasar kepada Kepala Sekolah, Kepala Desa dan Camat.

"Namun, dalam pemeriksaan kepada pejabat tadi kurang 5 oranf dengan rincian dari eslon 2a 3 orang dan dari eslon 2b 2 orang dengan keterangan melaksanakan dinas keluar kota", imbuh Kasat Narkoba. (SB/lis) 

kerjabakti bangun jalan baru di Desa Jono, Kasihumas Polsek Temayang Ikut Cancut Taliwondo

    Selasa, Oktober 16, 2018  

SeputarBojonegoro.com - Guna mendekatkan diri dengan masyarakat Kasihumas Polsek Temayang ikut cancut taliwondo dalam kerjabakti bangun jalan baru di Desa Jono, Selasa (16/10/2018).

Kegiatan kerjabakti bangun jalan baru  tersebut untuk menghubungkan Dukuh Menok dengan Dukuh Ngabar Desa Jono Kec. Temayang Kab. Bojonegoro. Kasihumas Polsek Temayang Bripka Suhartono yang ikut dalam kerjabakti tersebut mengatakan "ini sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat".

Kades Jono H. Dasuki yang memimpin kegiatan kerjabakti tersebut menjelaskan bahwa sekitar 100 warga yang ikut kerjabakti hari ini adalah warga Rt. 08 Rw. 02 Desa Jono.

Sementara itu Kapolsek Temayang AKP Margono yang dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa Anggota Polsek Temayang selalu ikut dalam setiap kegiatan Desa agar tercipta suasana yang kondusif terang kapolsek Temayang. (Sb/lis) 

15 Oktober 2018

Banyak Siswa SD Antusias Ikuti Seleksi Pocil Sat Lantas Polres Bojonegoro

    Senin, Oktober 15, 2018  
Reporter: Zamroni

SeputarBojonegoro.com - Sat Lantas Polres Bojonegoro pada hari Senin (15/10/2018) pagi tadi di lapangan apel Mapolres Bojonegoro membuka seleksi Polisi Cilik (Pocil) yang akan melanjutkan tugas dari Pocil angkatan sebelumnya dan telah mendapatkan apresiasi serta prestasi tingkat Polda Jatim yang saat ini akan memasuki masa purna dikarenakan akan lebih fokus mengikuti mata pelajaran di sekolahnya masing-masing.

Dalam proses seleksi tersebut, sebanyak 95 siswa SD dari berbagai sekolah yang ada ada di Kota Bojonegoro antusias mengikuti proses seleksi yang akan dinilai gerakan serta sikap disiplinya oleh dewan juri yang telah diundang dari Kodim 0813 Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS. SH., SIK., MH dalam sambutannya membuka seleksi mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan seleksi pocil adalah menciptakan generasi pelopor leselamatan berlalu lintas yang mampu menjadi pioner keselamatan sejak dini dan mampu menumbuhkan semangat serta mental.

"Fokus dan semangat saat akan mengikuti test seleksi pocil", pesan Kasat Lantas.

Pada sebelumnya, dalam kesempatan apel pagi yang juga membuka acara seleksi pocil serta menyerahkan piala pemenang lomba pocil 2018 tingkat Polda Jatim, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK., MH., M.Si mengatakan bahwa semangat para pocil ini perlu diapresiasi, dimana dalam lomba pocil tingkat Polda berhasil mendapat juara.

"Tetap disiplin dan terapkan ilmu yang didapat saat masih menjadi pocil Sat Lantas Polres Bojonegoro. Terima kasih atas prestasi yang telah ditorehkan untuk Polres Bojonegoro", ucap Kapolres.

Sebelum proses seleksi dan dinilai oleh dewan juri, kegiatan diisi dengan pemberian materi 12 gerakan lalu lintas di sampaikan oleh Aipda Bambang H. W dan Briptu Candra Pramono dan selanjutnya acara berlanjut proses seleksi pocil dengan materi yang diberikan sebelumnya oleh pematari dan membagi menjadi 9 regu.

Usai proses seleksi dan penilaian dari dewan juri, dilanjutkan dengan pengumuman untuk peserta seleksi terbaik pertama, kedua dan ketiga. Dari hasil penilaian dan penjumlahan diperoleh hasil terbaik pertama yaitu dari SDN Kauman 1, kedua yaitu SDN Kadipaten 2 dan ketiga yaitu SDN Kepatihan yang kemudian diserahkan piala kepada peserta terbaik oleh kanit dikyasa Ipda Sudirman, SH. (Zam/lis )

28 September 2018

Pemutihan Kendaraan Bermotor Tahun Ini Hingga Desember

    Jumat, September 28, 2018  

SeputarBojonegoro.com - Setelah ditunggu sebagian warga Bojonegoro dalam waktu yang cukup lama, kabar gembira yang diharapkan oleh pemilik kendaraan bermotor datang juga. Mulai tanggal 24 September 2018 hingga 15 Desember 2018 mendatang, pihak Bapenda Provinsi Jawa Timur membebaskan biaya balik nama kendaraan bermotor dan denda bagi masyarakat yang telat membayar pajak kendaraan bermotor.

Menurut keterangan dari Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto Budi Sutrisno S.H., S.I.K., M.H., pada Rabu (26/09/2018) pagi, pemberian keringanan, pembebasan dan insentif pajak daerah itu berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 88 Tahun 2018, yang memberikan keringanan berupa pembebasan sanksi denda (bunga) pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) atas penyerahan kedua dan seterusnya.

“Pemutihan bukan untuk menggratiskan pajak, pajak pokok tetap ditagihkan, yang di bebaskan adalah denda keterlambatan,” terang AKP Aristianto saat di Kantor Bersama (KB) Samsat Bojonegoro.

Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur sebanyak 5.468.213 objek kendaraan belum melakukan pendaftaran ulang atau perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Selain itu, terdata sebanyak 1.125.318 kendaraan di Jawa Timur yang telah mengalami peralihan hak kepemilikan tapi belum dilakukan balik nama oleh pemiliknya yang sekarang.

“Kebijakan pemutihan ini dalam rangka merayakan HUT Provinsi Jawa Timur ke-73 pada 12 Oktober 2018 mendatang” tambah Kasat Lantas.

Dengan telah dikeluarkannya peraturan Gubernur Jawa Timur tentang kebijakan tersebut, Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto Budi Sutrisno, menghimbau masyarakat yang memiliki kendaraan dengan nomor polisi luar kota Bojonegoro, serta masih memiliki tunggakan pajak untuk memanfaatkan kesempatan itu.

“Silahkan dengan adanya kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan optimal sehingga apa yang menjadi kewajiban pun dapat tertunaikan dengan baik” pungkas Kasat Lantas. (Zam/lis) 

05 September 2018

Datang Ke Kantor PKB, Kapolres Ajak Ciptakan Pemilu Damai

    Rabu, September 05, 2018  
SeputarBojonegoro.com - Untuk menciptakan suasana jelang pelaksanaan Pemilu 2019, dimana pada tahun 2018 ini sudah mulai dengan proses pentahapan pelaksanaan Pemilu 2019, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK., MH., M.Si bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro mengunjungi kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terletak di Jalan Basuki Rahmad Kota Bojonegoro pada hari Selasa (04/09/2018) siang tadi.

Rombongan Kapolres dalam kunjungan tersebut, diterima langsung oleh Bendahar DPC PKB Ahmad Sunjani, S.Ag yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro serta anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PKB serta pengurus DPC PKB Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya membuka pembicaraan, Ahmad Sunjani menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolres Bojonegoro beserta rombongan serta memperkenalkan pengurus DPC PKB yang hadir.

Selain itu, Sunjani juga menambahkan bahwa PKB selaku partai Politik akan mendukung langkah Polri dalam mengatasi situasi keamanan dalam negeri serta mendukung program Polres Bojonegoro dalam untuk menciptakan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bojonegoro.

"Kami dukung program Polri untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif", ucap Sunjani.

Dalam ungkapnya Sunjani juga menambahkan bahwa saat ini PKB Kabupaten Bojonegoro baru akan membentuk tim pemenangan tingkat Kabupaten dimana sesuai tahapan Pemilu, kampanye akan di mulai pada bulan September setelah penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU Pusat.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan silaturrahmi Polres Bojonegoro dengan parpol yang ada di Kabupaten Bojonegoro merupakan bentuk mendekatkan diri untuk bersama-sama menciptkan situasi kamtibmas yang kondusif jelang pentahapan Pemilu 2019.

Dengan berakhirnya Pemilukada serentak 2018, dimana Kabupaten Bojonegoro saat itu juga ikut melakukan pemilihan, Kapolres mengucapkan rasa terima kasih telah mencipkan suasana pemilihan dari awal pentahapan hingga proses pemilihan berjalan dengan aman dan damai.

"Semoga dalam Pelaksanaan Pemilu 2019 nantinya bisa berjalan aman lancar, damai dan sejuk seperti pada pelaksanaan Pemilukada serentak 2018 yang lalu", ucap Kapolres.

Usai sambutan-sambutan dari perwakilan PKB dan Kapolres Bojonegoro, acara dilanjutkan dengan penyampaian saran dan masukan dari pengurus PKB kepada Polres Bojonegoro dan ditutup dengan doa. (Zam/lis ) 

Pemuda Asal Baureno Dibekuk Polisi Saat Jual Barang Ini

    Rabu, September 05, 2018  
SeputarBojonegoro.com - Seorang pemuda warga Kecamatan Baureno berhasil diamankan oleh unit Reskrim Polsek Baureno pada hari Kamis (30/08/2018) yang lalu sekira pukul 12.00 WIB karena telah mengedarkan obat pil warna putih bertuliskan huruf LL di sebuah warung kopi wifi turut Desa Gunungsari Kecamatan Baureno.

Adapun identitas yaitu berinisial AMK alias Kepet Bin NS  (21) warga Desa Tulungagung Kecamatan Baureno.

 Kasubbag Humas Polsek Bojonegoro AKP Sri Ismawati kepada  mengungkapkan bahwa kronologi kejadiannya berawal pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 sekira jam 11.45 WIB, petugas dari Polsek Baureno mendapat informasi dari masyarakat bahwa warung kopi wifi turut Desa Gunungsari tersebut menjadi tempat mengedarkan pil dobel LL.

Ketika anggota sampai di lokasi, kemudian anggota langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku karena telah tertangkap tangan mengedarkan pil dobel LL sebanyak 40 butir dan uang hasil penjualan pil dobel LL tersebut sebesar Rp 1.210.000 rupiah serta 1 buah handphone Merek OPPO warna putih silver.

"Pelaku saat dilakukan penangkapan mengakui semua perbuatannya tersebut", ungkap Kasubbag Humas.

Masih menurut Kasubbag Humas, setelah dilakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti dari tangan pelaku, selanjutkan pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Baureno guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku oleh penyidik dari Unit Reskrim Polsek Baureno menjerat dengan pasal 196 Jo pasal 98 (2) dan atau pasal 197 Jo pasal 106 (1) UU  RI  No.  36  tahun  2009  tentang Kesehatan dengan ancamanan hukuman 10 tahun penjara.

"Saat ini proses penyidikannya dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Baureno", imbuh Kasubbag Humas. (Sam/lis) 

Kasat Lantas Polres Bojonegoro, Berikan Pembinaan Sambil Naik Bus

    Rabu, September 05, 2018  
SeputarBojonegoro.com - Banyaknya pengaduan masyarakat mengenai ulah para supir Bus yang sering kali ugal-ugalan dan melanggar marka jalan, Kasat Lantas AKP Aristianto BS. SIK., SH., MH bersama anggota Sat Lantas Polres Bojonegoro blusukan serta memberikan pendidikan masyarakat (Dikmas) Lantas pdengan menaiki langsung Bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) jalur Bojonegoro - Babat pada hari Selasa (04/09/2019) pagi tadi.

Dengan Sistem blusukan, Kasat Lantas beserta 30 personel Lantas menaiki 10 Bus yang berbeda dengan rute dari Bojonegoro ke perbatasan lamongan untuk melihat langsung dan memberikan himbauan kepada supir bus dan penumpang  bus.

Kasat Lantas yang memberikan keterangan seusai kegiatan mengucapkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ serta Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan Raya 2011-2035, Sat Lantas Polres Bojonegoro perlu menggelar kegiatan semacam ini dengan tujuan berharap dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat saat berada di jalan raya.

Dengan hadirnya Polisi di tengah masyarakat, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan akibat ulah supir bus yang ugal-ugalan dalam mengemudi kendaraan serta melanggar marka jalan.

"Ini adalah salah satu upaya kami untuk menekan potensi laka lantas di jalan raya", ucap Kasat Lantas.

Dalam kegiatan tersebut, selain memberikan himbauan kepada para supir bus agar tidak ugal-ugalan dan melanggar marka jalan, Kasat Lantas juga memberikan himbauan kepada penumpang bus agar tidak perlu takut dan menegur supir bus apabila berkendara tidak aman dan membahayakan keselamatan.

"Jangan takut dan segan untuk menegur dan melaporkan kepada Polisi jika menjumpai supir bus yang ugal-ugalan dan melanggar marka jalan", pesan Kasat Lantas.

Selain itu juga, dalam perjalanan tersebut Kasat Lantas sekaligus melaksanakan pengecekan dan pengawasan protap pagi penggelaran personel yang dilaksanakan di sepanjang Jalur Nasional Bojonegoro - Babat untuk mengatur arus lalu lintas. (Zam/lis) 

11 Agustus 2018

Ratusan Pelamar Kerja Buru Pekerjaan

    Sabtu, Agustus 11, 2018  
Reporter : Ali

SeputarBojonegoro.com - Jumlah pengangguran di kabupaten Bojonegoro ditengarai tergolong masih sangat tinggi, hal tersebut terlihat dari salah satu rumah makan yang membuka lowongan kerja untuk merekrut karyawan, Sabtu (11/8/18)

Ratusan calon pelamar bukan hanya dari warga Bojonegoro namun juga dari kota tetangga seperti Tuban dan Blora.

Ida Charlina salah satu pencari kerja dari kecamatan Jati kabupaten Blora turut hadir mencari keberuntungan di Bumi Angling Dharma ini, sejak siang ia ikut antri berdesakan dengan yang lainnya.

"Saya dari Blora, Ya semoga aja keterima mas sudah jauh-jauh datang kesini," Kata Ida Charlina.

Kondisi demikian memang menunjukkan masih banyaknya pencari kerja, dan memang sulitnya peluang kerja,  karena menurut beberapa pencari kerja ini, bahwa ada lowongan kerja apapun pasti akan dikejar karena sangat ingin bekerja. (Ali/Red) 

05 Agustus 2018

Hadiri HUT IBI Ke-67, Kapolsek Purwosari Apresiasi Profesional Pelayanan

    Minggu, Agustus 05, 2018  
Reporter : Didik Winarto

SeputarBojonegoro.com  - keberkahan bisa di dapat dimana saja,kapolsek purwosari AKP Musantoyo saat mengikuti Giat Baksos  IBI (Ikatan Bidan Indonesia) di bale desa purwosari sabtu (04-08-2018) jam 09.00 wib.

Kapolsek purwosari AKP Musantoyo, memberikan ucapan selamat HUT para srikandi bidan khususnya para bidan-bidan purwosari,IBI telah genap berusia 67 tahun, usia yang sangat matang dengan banyak pengalaman yang sudah dilalui sebagai organisasi profesi,Pengalaman adalah kekayaan untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan, salah satunya adalah liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi saat ini.

Untuk itu IBI perlu melakukan konsolidasi kedalam dan advokasi kesemua stakeholders terkait untuk menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan tersebut,Tajuk dalam peringatan HUT IBI ke-67 tahun 2018 adalah “Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui GERMAS dan Pelayanan Berkualitas“


Kapolsek mengapresiasikan pada Tenaga bidan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya pada warga yang memerlukannya, karena itu IBI akan tetap bersemangat tinggi, dan mengutamakan profesionalitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolsek Purwosari AKP Musantoyo saat dikonfirmasi membenarkan kegiatan tersebut, Bahwa pihaknya menjelaskan disamping hadir memenuhi undangan bersama anggotanya Kapolsek juga melakukan pengamanan.

"Kami Berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, yang selanjutnya dengan peringatan Hari Bidan Internasional ini seluruh Bidan yang ada di negeri ini dapat memaksialkan dan bekerja dengan profesional serta dapat bersinergi dengan Polri dalam memajukan negeri ini,"ungkap Kapolsek. (hum/Dik)

02 Agustus 2018

Jadi Raja Sehari, Kapolres Bojonegoro Sampaikan Pesan Kamtibmas

    Kamis, Agustus 02, 2018  
Reporter: Sam Nazaro

SeputarBojonegoro.com - Ritual sedekah bumi sebagai rasa syukur masih terus dipertahankan oleh warga di Dusun Kajangan Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro.

Bahkan dalam acara sedekah bumi yang dilaksanakan di Sendang Templek pada Rabu (01/08) siang, warga juga mengundang beberapa pejabat daerah dan Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, yang juga hadir bersama rombongan dari Polres Bojonegoro.

Kedatangan Kapolres disambut cukup luar biasa oleh Perangkat Desa dan warga setempat, sesampai di Dusun Kajangan hendak menuju lokasi Sendang Templek, Kapolres diminta untuk naik Kuda yang telah disediakan. Hal itu menurut perangkat desa setempat adalah sebagai salah satu cara menyambut tamu yang dijadikan Rojo (raja).

Pada kesempatan sedekah bumi tidak disiasiakan oleh Kapolres Bojonegoro, untuk menyampaikan pesan kamtibmas supaya tercipta Bojonegoro yang aman dan tentram, dalam sambutannya Kapolres mengajak warga untuk menghindari semua perbuatan perbuatan yang melanggar hukum. Sehingga dimulai dari warga Desa Jono dapat menularkan semua kebaikan kepada Desa yang lain.

Selain mengajak warga menghindari semua perbuatan perbuatan yang melanggar hukum. Pasca pelaksanaan Pilkada Bojonegoro, Kapolres juga menghimbau kepada warga agar semua perbedaan yang ada, yang mungkin terjadi pada saat kampanye maupun saat sebelum pencoblosan untuk dilupakan, sehingga tidak menimbulkan konflik dan warga bisa hidup rukun.

"Mari kita bersama-sama memajukan negara ini agar 5 tahun ke depan menjadi lebih baik," ajak Kapolres.

Sementara itu, Kades Jono bapak Dasuki saat berbincang bincang bersama tim kami mengungkapkan, bahwa sedekah bumi merupakan rasa syukur warga kepada Tuhan yang telah memberikan rejeki baik itu hasil bumi maupun yang lainnya. Sedangkan mengenai cara penyambutan Kapolres Bojonegoro yang dinaikkan Kuda dan diiring oleh warga, menurutnya hal itu merupakan salah satu cara dalam penyambutan tamu yang diistimewakan.

"Dulu Forpimda kesini juga kami naikkan kuda, sekarang Pak Kapolres yang datang kita jadikan Rojo (raja)", kata Kades. (Lis/Red)

27 Juli 2018

Intensifkan Pencegahan Karhutla,Polsek Purwosari Pasang Banner Himbauan di RPH Donan

    Jumat, Juli 27, 2018  
Reporter: Didik Winarto

SeputarBojonegoro.com- Seiring musim kemarau ini, jajaran Polsek purwosari Polres Bojonegoro makin mengintensifkan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan berbagai upaya preventif,Seperti dilakukan personel bhabinkamtibmas Polsek purwosari di Desa Donan Kecamatan Purwosari Kabupaten bojonegoro, yang secara intens mengimbau agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan.


Selain sosialisasi langsung, imbauan disampaikan melalui pemasangan banner yang dipasang di kawasan hutan di wilayah setempat,Kapolsek Purwosari AKP MUSANTOYO,melalui Bhabinkamtibmas mengatakan, pihaknya memang mengintensifkan imbauan dan pemasangan banner yang berisi imbauan pencegahan karhutla kepada masyarakat.
"Kami telah memasang banner Dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melawan bersama pembakaran hutan dan lahan," ujar Bripka Puguh,Kamis (26/07/2018).



"Alhamdulillah, mayoritas masyarakat di Kecamatan Purwosari sudah mengerti tentang bahaya dan larangan membakar hutan serta lahan,Hal ini berkat kerjasama yang baik antara Polri khususnya polsek purwosari dengan tiga pilar kamtibmas bersama warga serta istansi terkait tentunya pihak perhutani  di wilayah kami," ujarnya.

23 Juli 2018

Digerebek Polisi Karena Bermain Judi, 3 Pria Kedungadem Bakal Nginap Di Penjara

    Senin, Juli 23, 2018  

SeputarBojonegoro.com  - Anggota jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada Sabtu (21/07/2018) sekitar pukul 16.00 WIB, lakukan penangkapan terhadap tiga pelaku yang kedapatan sedang bermain judi jenis kartu domino, di pekarangan kosong milik warga turut Dusun Ngaglik Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Ketiga orang pelaku tersebut berinisial BDO (50) dan HDO (49) keduanya warga Desa Tumbrasanom Kecamatan Kedungadem dan KRO (36) warga Desa Sidorejo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, kepada awak media ini menjelaskan bahwa kronologi penangkapan ketiga pelaku perjudian tersebut bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa diduga telah dilakukan tindak pidana perjudian domino jenis jemeh di pekarangan kosong milik warga Dusun Ngaglik Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem.

“Penangkapan para pelaku berawal adanya informasi dari dari masyarakat.” jelas Kapolres, Minggu (22/07/2018) siang.

Menindak lanjuti informasi warga tersebut, kemudian petugas segera melakukan penyelidikan ke lokasi dan ternyata benar adanya tindak pidana perjudian tersebut.

“Kemudian petugas mengamankan tiga  orang warga yang terlibat dalam perjudian tersebut beserta sejumlah barang bukti,” terang Kapolres.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas diantaranya uang taruhan judi sebesar Rp 485 ribu, satu lembar terpal warna abu-abu sebagai alas, satu set kartu domino.

“pelaku berikut barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Bojonegoro untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.” lanjut Kapolres.

Kapolres menambahkan, atas perbuatannya, para pelaku disangka melanggar Pasal 303 KUHP Sub Pasal 303 bis KUHP, tentang perjudian.

“Para pelaku diancam dengan pidanan penjara maksimal empat tahun.” imbuh Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada masyarakat Bojonegoro agar turut membantu memberantas perjudian yang ada di Bojonegoro, salah satunya dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Mari kita sama-sama berantas segala jenis perjudian di Bojonegoro.” pesan Kapolres. (Lis/Red)
© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9