BOJONEGORO – Kegiatan demonstration plot (demfarm) padi hibrida yang dilaksanakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) DKPP Bojonegoro di Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno, mencatatkan lonjakan produksi yang signifikan. Hasil panen padi hibrida tersebut diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan varietas non-hibrida yang selama ini digunakan petani setempat. Sabtu (13/12/2025)
Petani di Desa Bumiayu umumnya menanam varietas non-hibrida dengan hasil rata-rata sekitar 6 ton per hektare. Namun pada demfarm musim tanam kedua bulan September, benih padi hibrida menunjukkan performa yang jauh lebih unggul.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa uji lapang ini membuktikan adanya peningkatan produksi yang nyata ketika petani menggunakan benih hibrida.
"Dari hasil dem yang dilakukan PPL DKPP, padi hibrida terbukti memberikan kenaikan produksi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya hasil non-hibrida hanya berkisar 6 ton per hektare, maka pada uji tanam ini padi hibrida mampu menembus 8,9 ton per hektare," terang Zaenal Fanani.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa padi hibrida sangat potensial dikembangkan sebagai salah satu strategi peningkatan produksi padi di Kabupaten Bojonegoro.
"Penggunaan benih padi Hibrida menjadi salah satu andalan program peningkatan produksi padi Bojonegoro kedepan," pungkasnya. (You/Lis)






