05 November 2025

Jelang Nataru, Bojonegoro Bentengi Harga Kebutuhan Pokok, Dengan Operasi Pasar Murah

    Rabu, November 05, 2025  


BOJONEGORO – Menghadapi potensi lonjakan harga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bojonegoro telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran.

​Langkah ini diputuskan dalam rapat koordinasi TPID di Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (4/10/2025), yang melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BUMD, hingga pihak swasta.



​Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang akhir tahun.

​“Jangan sampai terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan. Semua pihak harus aktif berkoordinasi, baik secara lisan maupun tertulis, agar distribusi dan stok barang tetap aman,” tegas Wabup Azizah.


​Untuk memastikan kelancaran distribusi, Staf Ahli Bupati Bojonegoro, Sukaemi, menyebut Pemkab akan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Pertamina, distributor bahan pokok, dan pelaku usaha.

​Pemkab Bojonegoro menyiapkan dua langkah intervensi utama diantaranya adalah ​Operasi Pasar Murah (OPM) Masif yaitu

​OPM akan digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro.

​Kegiatan ini akan menyasar berbagai titik desa dan kecamatan dengan jadwal yang diatur agar merata.


​Komoditas yang menjadi fokus utama adalah beras, telur ayam ras, dan minyak goreng, yang dikenal sebagai penyumbang inflasi terbesar.


​TPID bersama Dinas Perdagangan akan memantau harga secara ketat di pasar tradisional dan modern.

​Bagi pedagang yang kedapatan menaikkan harga melebihi ketentuan akan diberikan teguran hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.


​Selain itu, Pemkab juga menjalin kerja sama dengan BUMN Pangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), untuk menjamin ketersediaan stok komoditas strategis dan melancarkan distribusi pangan ke daerah.


​“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi lokal dan memastikan masyarakat Bojonegoro dapat menjalani perayaan Nataru dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok,” tutupnya. (Lis/Rif)

© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9