20 Februari 2024

Seekor Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter Diamankan Warga Desa Karangdinoyo

    Selasa, Februari 20, 2024  

 


SeputarBojonegoro.com - Afif Fuad H.

Bojonegoro - Seekor ular sepanjang 3,5 meter diamankan warga Desa Karangdinoyo Kecamatan Sumberrejo pada hari Selasa (20/02/2024) pagi tadi. Ular jenis sanca kembang tersebut ditemukan oleh warga saat berada dipekarangan belakang rumah warga sedang memakan kucing salah satu warga.


Melalui media ini, Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo Aipda Yudi menerangkan bahwa kejadian bermula saat salah satu warga melintas di jalan perkampungan hendak pergi ke sawah untuk bekerja. Saat melintas dilokasi, warga melihat adanya ular sedang memakan seekor kucing warga.


"Melihat kejadian tersebut, kemudian menghubungi 2 orang warga lagi untuk menangkan ular tersebut", ucap Aipda Yudi.


Usai melakukan penangkapan, kemudian ular dengan nama malayopython reticulatus diamankan di salah satu rumah warga dan selanjutnya disampaikan kepada Bhabinkamtibmas dan perangkat desa untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Setelah mendapatkan laporan dari warga, kemudian Bhabinkamtibmas melaporkan kepada Damkar Pos Baureno untuk dilakukan evakuasi dan diamankan agar tidak meresahkan warga.


"Setelah dilakukan evakuasi, kemudian ular diamankan oleh petugas dari Damkar yang kemudian dibawa oleh petugas", imbuh Bhabinkamtibmas.


Sementara itu, Jarot selaku Danru Damkar dari Pos Baureno mengatakan bahwa setelah mendapatkan laporan dari Aipda Yudi selaku Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo bersama 2 anggota lainnya segera mendatangi lokasi dan kemudian melakukan evakuasi ular. Setelah melakukan evakuasi, kemudian ular dibawa ke Pos Damkar dan kemudian akan akan dilepaskan kembali ke alam yang letaknya jauhnya dari pemukiman warga.


"Nanti kemudian kita akan lepas lagi di hutan sebagai mana habitat aslinya agar tetap terjaga keseimbangan ekosistem lingkungan", terang Jarot. [fd/red]

21 Oktober 2023

Rugi Rp 300 Juta, Rumah di Bojonegoro Ini Terbakar

    Sabtu, Oktober 21, 2023  


BOJONEGORO - Kebakaran Hebat kembali terjadi di Kabupaten Bojonegoro yang menghanguskan dia rumah permanen milik Wito Nurkasim, warga Desa ngambon RT.13 RW.03 Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, sekitar pukul 10.45 wib, Sabtu (21/10/2023).

Dari data yang dihimpun awak media ini dari kantor Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemkab Bojonegoro menyebutkan bahwa setelah terjadi kebakaran pada Pukul 10:58 WIB Pos Ngambon menerima laporan dari pemilik rumah dan kemudian pemadaman dilakukan hingga pukul 13.30 wib oleh personel Petugas Damkarmat dibantu oleh warga serta petugas kepolisian, koril dan Satpol PP setempat.


Kepala Dinas Kebakaran Dan Penyelamatan Gunawan,engatakan bahwa kejadian kebakaran ini diduga akibat adanya Konsleting Arus pendek listrik dari rumah korban. "Sehingga menyebabkan kebakaran dan karena cuaca kemarau dan panas sehingga apa membakar rumah dengan cepat," Ujar Gunawan.


Kebakaran ini mengakibatkan rumah korban yang berukuran 8 x 20 meter hangus dan menyebabkan kerugian mencapai Rp. 300 juta, dan juga api membakar rumah milik tetangga korban Yaitu dua rumah milik jimin yang terbakar sekitar 10 persen dengan tolal kerugian Rp 30 juta.


Adapun aset yang dapat diselamatkan adalah bangunan utama seluas 9 x 9 meter, Bangunan Rumah sebelah kiri Ukuran Luas 6x12 meter serta aset rumah tangga lainnya dengan perkiraan total Rp 500 juta.


"Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan pihak Damkarmat berupaya menyelamatkan rumah warga lain agar api tak merambat," Ujar Gunawan.


Peristiwa kebakaran tersebut juga membuat warga sekitar cemas karena kondisi plcuaca panas serta angin yang kencang dan dikhawatirkan api dapat memercik ke rumah lainnya.


"Kami terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap mewaspadai adanya kebakaran baik yang bersumber dari api maupun listri, dan agar segera melaporkan kepada kami jika terdapat kebakaran," Pungkas Gunawan. (You/Saa)

26 Februari 2023

Tak Dapat Ngontrol Laju Mobil, Pengendara Motor Jadi Korban Di Jalan Ngelenyer

    Minggu, Februari 26, 2023  

 


SeputarBojonegoro.com - Afif Fuad H.


Bojonegoro - Peristiwa nahas menimpa pengguna jalan raya Purwoasri - Nglajang. Pengguna jalan tersebut mengalami kecelakaan tepatnya di pertigaan arah korame Dusun Payak Desa Purwoasri. Minggu, (26/02/2023). Sekitar pukul 14.00 WIB.


Diketahui, ada dua kendaraan yang sedang tabrakan hingga diantara pengemudi kendaraan meninggal dunia. 


Dalam kecelakaan ini, Wardi (50) Pekerjaan Swasta seorang pengendara mobil Toyota Avanza dengan Nopol S 1379 AK warga Desa Kedungrejo, Rt. 02 Rw. 02 Kecamatan Kedungadem dan Sukir (57) seorang petani korban meninggal dunia pengendara sepeda motor Honda Supra dengan Nopol AD 5204 OA warga Desa Purwoasri Rt. 05 Rw 02 Kecamatan Sukosewu. 


"Semula kendaraan Toyota Avanza No.Pol S-1379-AK yang dikemudikan oleh Wardi berjalan dari arah utara ke selatan sesampai di TKP diduga kurang konsentrasi sehingga berjalan ke kanan, pada saat yang sama dari arah berlawanan berjalan sepeda motor Honda Supra No.Pol AD-5204-OA yang dikendrai oleh Bpk. SUKIR, karena jarak sudah dekat akhirnya terjadi laka lantas, akibat laka lantas tersebut pengendara sepeda motor mengalami luka dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Sukosewu," ungkap Kapolsek Sukosewu. [red]

05 November 2021

Banser Satkoryon Sumberrejo Ikut Andil Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam

    Jumat, November 05, 2021  


Reporter :
Afif Fuad H.

SeputarBojonegoro - Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kecamatan Sumberrejo sampai saat ini masih  ikut andil dan bergabung dengan Tim SAR BPBD Bojonegoro melakukan pencarian korban kapal tenggelam yang berada di bengawan solo tepatnya di Dusun Gemblo Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban dengan Desa Semambung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Jum'at, (05/11/2021).

Kasatkoryon Banser Sumberrejo, Seswanto nengatakan, bahwa dirinya sebagai Kasatkoryon Sumberrjo mengirimkan anggotanya semenjak kejadian kapal tenggelam.

"Jadi setelah kami mendapatkan informasi adanya kapal tenggelam, langsung bergegas mengintrukaikan anggota untuk segera bergabung dengan Tim Sar BPBD Bojonegoro di lokasi kejadian," terang Ndan Ses sapaan akrabnya.

Siswanto manjelaskan, Sakoryon Sumberejo menurunkan anggota Banser dari berbagai Satkorpok untuk bertugas membantu melakukan pencarian dan mengevakuasi korban. 

"Kami menurunkan puluhan personil Banser dari berbagai Satuan Koordinasi Kelompok, serta Satuan kusus baik BAGANA dan BASADA yang di koodinasikan dari Satkorcab Banser Bojonegoro. 
" terangnya.



Ndan Ses, menyampaikan apresiasi dan berpesan atas kegiatan kemanusaan yang dilakukan oleh anggotanya.

"Kami sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada sahabat-sahabat Banser yang bersedia mewakafkan waktu sibuknya untuk membantu mencari korban perahu tradisional yang tenggelam jadi ini merupakan dharma bakti atas nama kemanusiaan, untuk semuanya tetep jaga diri,hati hati dalam bertugas dan tetap semangat," terangnya

"Semoga keluarga yang di tinggalkan di berikan kesabaran dan ketabahan menghadapi musibah ini, dan juga tidak ada lagi kejadian serupa yang terulang," pungkasnya. [fif/sbc]

Identitas yang sudah di ketahui dan Selamat:
1. Nama : Mardiani (P)
   Umur : 58 tahun
   Alamt : Desa Semambung 
   
2. Nama : Hafid (L)
   Umur : 4 tahun
   Alamat: Desa Semambung
  
3. Nama : Mujianto (L)
    Umur : 30 tahun
    Alamat : Rembang ( Pekerja Proyrk)
    
4. Nama : Budi (L)
   Umur : 35 tahun
   Alamat : Desa Ngadirejo Tuban
    
5. Nama : Arif Dwi Setiawan (L)
    Umur : 39 tahun
    Alamat : Rengel Tuban
    
6. Nama : Mas Tarmuji (L)
     Umur : 56 tahun
     Alamat : Rengel Tuban 
      
7. Nama : Abdullah Dimyati/adim (L)
     Umur : 3 tahun
     Alamat : Maibit Rengel
     
8. Nama : Tasmiatun Nikmah (P)
     Umur : 34 tahun
     Alamat : Maibit Tuban
      
9. Nama : Novi Andi Susanto (L)
     Umur : 30 tahun
     Alamat : Sidorejo Tuban
     
10. Nama : Abdul Hadi/Aab (L)
     Umur : 9 tahun
     Alamat : Maibit Tuban

Indentitas yang sudah diketahui dan masih dalam pencarian :
1. Nama         : Erma Azilla (P)
    Umur           : 27 tahun
    Alamat        : Desa Semambung
   Keterangan : Masih dalam pencarian

2. Nama           : Dian Purnama (P)
     Umur            : 27 tahun
     Alamat         : Desa Semambung
     Keterangan : Masih Dalam Pencarian

3. Nama           : Dedi Sutiyono (L)
     Umur            : 26 tahun
     Alamat         : Desa sidorejo - Tuban
    Keterangan  : Masih Dalam pencarian

5. Nama            : Sutri (P)
     Umur             : 50 tahun
     Alamat          : Desa Maibit- Tuban
    Keterangan   : Masih Dalam pencarian

- Indentitas yang sudah diketahui dan ditemukan dalam keadaan meninggal :
1. Nama              : Agus tutin (L)
    Umur                : -
    Alamat             : Ngandong- Grabagan- Tuban
   Keterangan      : Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

2. Nama         : Kasian (L)
    Umur           : 60 tahun
    Alamat        :  Desa Semambung
   Keterangan :   Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

3. Nama : Toro
    Umur   : 40
   Alamat : Ds. Sale Kec.  Sale Kab. Rembanc
   Keterangan : 
      Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

4. Nama : Basori
    Umur   : 37
   Alamat : Ds. maibit Kec.  Rengel Kab. Tuban
   Keterangan : 
      Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

21 Februari 2021

Sebelum Terjadi Pembacokan, Korban dan Pelaku Sempat Cekcok Mulut

    Minggu, Februari 21, 2021  

Reporter : Redaksi


SeputarBojonegoro.com - Terjadinya pembacokan yang menewaskan salah satu warga bernama Sarmin (61) RT013 RW 007, Kecamatan Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tiimur, harus meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah di bacok Oleh LS (67) yang juga tetangganya sendiri, dengan menggunakan senjata tajam Arit atau Clurit. Minggu (20/2/2021).

Kejadian sekira jam 16.00 Wib di persawahan Tambakromo Rt 013 Rw 007 Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro sebelumya dari kronologi yang diceritakan saksi kepada petugas Polsek Malo, bahwa  Pelaku LS, bertemu  dengan Korban Sarmin di persawahan, seperti data yang dihimpun dari Polsek Malo.

Kemudian diantaranya keduanya sempat terjadi cekcok adu mulut, kemudian pelaku mengatakan kepada korban "Ndang Ngenyen Neh, (Silahkan Menghina Lagi.Red) seperti yang disampaikan warga, dan pelaku lalu mendorong dan membacok korban mengenai dilengan tangan selah kiri dan dada sebelah kanan luka dengan terbuka sebanyak dua kali menggunakan clurit.

Setelah melakukan pembacokan Korban lalu melarikan diri dan kemudian para saksi yang juga terdiri dari tetangga korban dan pelaku melaoprkan kejadian tersebut ke Polsek Malo.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengejaran kepada pelaku. Polisi juga mengamankan sebuah Clurit yang digunakan pelaku membacok korban.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia Ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya membenarkan kejadian pembacokan hingga korban meninggal.

"Kita masih dalami persoalannya, dari keterangan yang kita dapat akibat sakit hati," Kata Kapolres Bojonegoro. (Red/SAS)

Di Bacok Tetangga Sendiri, Seorang Warga Tambakromo Malo, Hingga Meninggal Dunia

    Minggu, Februari 21, 2021  


SeputarBojonegoro.com - Seorang Warga Bernama Warga Sarmin (61) RT013 RW 007, Kecamatan Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tiimur, harus meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah di bacok Oleh LS (67) dengan menggunakan senjata tajam oleh tetangganya sendiri yang juga masih kerabat atau familly korban. Minggu (20/2/2021).

Dikutip dari media SuaraBojonegoro.com bahwa kejadian tersebut terjadi di area persawahan dekat pemukiman warga. Kejadian tersebut tidak diketahui warga ketika terjadi pembacokan namun warga mengetahui setelah korban tergeletak dan bersimbah darah.


Beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menolong korban yang tergeletak di Atas tanaman Padi, dan mengevakuasi tubuh korban dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Malo.


Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia ketika di konfirmasi oleh Media ini menyebutkan bahwa kejadian pembacokan ini diduga urusan dendam pribadi antara keduanya, "akibat dendam, namun pelaku sudah kita amankan di Polsek Malo," Kata Kapolres Bojonegoro.


Diindikasi pelaku merasa sakit hati ketika di tuduh memiliki rasa suka terhadap tetangganya, sehingga nekat melakukan tindakan keji yang mengakibatkan nyawa familinya sendiri melayang.


"Besok kita rilis di Polres, intinya pelaku sudah kita amankan, dan mayat korban sudah dilakukan identifikasi oleh petugas kepolisian," Tambah AKBP Eva Guna Pandia.


Kejadian tersebut hingga malam ini mengundang perhatian banyak warga sekitar, dan bahkan luar desa hanya ingin melihat DNA mendengar kisah dari kejadian tersebut. (Red)


Dikutip dari Media SuaraBojonegoro.com

24 Juni 2020

Jatim Bermasker dan Jatim Sehat di Gelorakan Polres Bojonegoro Jelang Hari Bhayangkara Ke-74

    Rabu, Juni 24, 2020  

SeputarBojonegoro.com - Penyebaran virus corona bisa dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat serta mematuhi protokol kesehatan. Dalam rangka Hari Bhayangkara ke – 74 dan mendukung Gerakan Jatim Bermasker, Jatim Sehat Polres Bojonegoro menggelar kegiatan bagi-bagi masker dan pamflet di kawasan pasar tradisional, pondok pesantren dan di tempat fasilitas umum, Selasa(23/06/2020). 

Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan melalui Kabag Sumda Polres Bojonegoro, Kompol Roro Sri Harwati menjelaskan, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-74 dan Gerakan Jatim bermasker Jatim sehat, Polres Bojonegoro melaksanakan kegiatan bagi-bagi masker dan pamflet yang berisi tips pencegahan penyakit Covid-19 dan himbauan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat yang berada di pasar tradisional, di tempat fasilitas umum dan Pondok Pesantren.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, agar masyarakat lebih patuh terhadap protokol kesehatan, selama beraktivitas di luar rumah dan tetap menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus. di harapkan tingkat kesadaran masyarakat terkait penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah meningkat lebih baik lagi.

"Dalam kondisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, penggunaan masker di kalangan masyarakat sudah cukup baik. Kalau ada satu atau dua orang ditemui di jalan tidak pakai masker, umumnya mengaku lupa," kata Kompol Roro saat ditemui awak media ini.

Lanjut Kabag Sumda, selain membagikan masker, juga membagikan pamflet berisi tips pencegahan penyakit Covid-19 dan himbauan pola hidup bersih dan sehat.

"Dengan dibagikan masker dan pamflet ini, bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan semoga masker yang dibagikan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kabag Sumda.

Keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokal kesehatan itu tidak lepas dari upaya adanya keberadaan Kampung Tangguh, Mall tangguh, Pondok Pesantren tangguh yang didalamnya ada peran serta semua elemen masyarakat, TNI Polri dan pemerintah daerah.

Kompol Roro berharap kesadaran untuk menggunakan masker dapat dipertahankan, ditingkatkan serta dijadikan kebiasaan. Termasuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi ini.

"Kesadaran masyarakat menjalani protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker. Diharapkan ke depan terus berlanjut dan kita wujudkan Jatim bermasker dan Jatim sehat," pungkasnya. [lis/Red]

Ini Penjelasan Soal Handtraktor di Kalisari Baureno Yang Dipersoalkan

    Rabu, Juni 24, 2020  

Reporter : Dewi Wulan

SeputarBojonegoro.com - Pemerintah Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, akhirnya meluruskan persoalan Handtraktor yang menuai berbagai dugaan dimasyarakat setelah adanya kabar yang berkembang terkait penjualan Traktor bantuan dari Dinas Pertanian, Pemkab Bojonegoro.

Pertemuan digelar dengan melibatkan Dinas pertanian yang diwakili Kabid sarana dan prasana, Bhabinkamtibmas, Babhinsa dan anggota kelompok Tani dan Pemerintah Desa Kalisari, Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) serta pihak Hippa dan pemerintah Desa Kalisari, dibalai Desa Kalisari, Senin (22/6/2020).

Imam Nurhamid Kabid Sarpras Dinas Pertanian Bojonegoro menuampaikan bahwa kedatangan ke Desa Kalisari untuk mebgetahui kebenaran adanya kabar terkait Handtraktor yang diduga dijual tersebut, dan diketahui bahwa Handtraktor masih ada dan memang dikelola oleh Hippa awalnya.

"Kedatangan kami ingin mengetahui kebenaran soal tersebut, karena bantuan tersebut harus benar- benar di kelola oleh kelompok tani dan tidak boleh dipindah tangankan apalagi ada unsur jual beli Karena ini murni bantuan yang harus bermanfaat bagi petani," Jelasnya.

A. Chotibul Umam selaku Kepala Desa Kalisari menyampaikan bahwa pertemuan yang melibatkan beberapa unsur tersebut guna menjelaskan kebenaran fakta yang ada soal Handtraktor, bahwa Tidak ada penjualan Handtraktor namun yang terjadi adalah kelompok tani tersebut pinjam uang ke Hippa 4 juta untuk merenovasi alat hand traktor yaitu beli  alat bajak, berupa singkal dan garu, serts Roda.

"Ini di lakukan karena alat - alat tersebut tidak cocok dengan keadaan tanah disini," jelas Kades. 

Bahkan, menurut Kades Kalisari bahwa  untuk pembelian alat tersebut di lakukan oleh Mursalin sendiri selaku pekerja yang mengoperatori hand traktor tersebut. Disisi lain ketua kelompok tani Cipto sunarto mengatakan memang benar kami pinjam uang ke Hippa 4 juta untuk operasional dan pembelian alat mas. Untuk mulai kerja kita butuh solar , serta alat yang asli tidak cocok untuk tanah disini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Hippa H. Faizin yang membenarkan bahwa kelompok tani pinjam uang ke Hippa untuk mulai kerja. Jadi kelompok tani tidak menjual hand traktornya. "Bahkan sampai detik ini masih dikelola sendiri. Jadi kabar bahwa kami membeli itu tidak benar," Tegas H. Faizin.

Sementara Itu, salah satu Perangkat Desa Kalisari Imam Sururi yang menjabat Kepala Dusun menjelaskan bahwa persoalan yang ada terkait dugaan penjualan Hand traktor sudah diklarifikasikan ke semua pihak melalui rapat di Balai Desa, dan  ada miss komunikasi sehingga terjadi dugaan oenjualan handtraktor.

"Semua sudah dijelaskan kebenarannya melalui berita acara dan pernyataan dalam rapat musyawarah di Balai Desa sengan pihak terkait," Terang Imam Sururi.
Disampaikan pula bahwa Handtraktor saat ini kembali di kelola oleh Kelompok tani agar tidak muncul persoalan yang menuai berbagai dugaan yang belum jelas.

Sebelumnya diberitakan Bantuan handtraktor dari pemerintah Tahun 2019 untuk Kelompok Tani di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno kabupaten Bojonegoro, diduga dijual oleh oknum ketua Poktan (kelompok tani) dengan alasan tidak bisa untuk membayar tebusan sebagai adminitrasi kepada si pengusul atau pemberi bantuan Program. [wul/ang/sbc]

05 Desember 2019

Angin Puting Beliung Rusakkan 1.375 Rumah di Bojonegoro

    Kamis, Desember 05, 2019  

SeputarBojonegoro.com - Ribuan rumah rusak karena angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu lalu (9/11) di Bojonegoro, Jawa Timur. Puting beliung yang disertai dengan hujan deras itu terjadi sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Angin juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik jalan protokol. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melaporkan hingga hari ini (11/11) bahwa 1.378 rumah rusak dengan kategori yang berbeda. Rumah rusak berat (RB) berjumlah 33 unit, rudak sedang (RS) 180 dan rusak ringan (RR) hingga 1.165. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, BPBD juga mengidentifikasi 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan. 

Kerusakan pemukiman tadi tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru. 

Sementara itu, bencana dengan kategori hidrometerologi ini tidak menimbulkan korban jiwa. 

Merespon kejadian tersebut, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat seperti pembersihan material bangunan dan pohon tumbang, serta pendataan kerusakan. Warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal. 

Data BNPB mencatat dari Januari hingga November 2019 jumlah puting beliung merupakan kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lain. Sebanyak 1.010 kejadian puting beliung terjadi sepanjang tahun ini. Kejadian puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187 dan mengungsi 41.429. Sedangkan kerusakan pemukiman, bencana ini mengakibatkan rumah RB 1.865 unit, RS 3.134 dan RR 18.211. 

Angin puting biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Warga diimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin puting beliung.

Sumber : literasi.co.id

04 Oktober 2019

Laka Lantas Truk Bermuatan Bata Ringan Tabrak Truck Box

    Jumat, Oktober 04, 2019  

Kontributor : Hadi

SeputarBojonegoro.com - Sebuah truk bermuatan bata ringan menabrak truck box di jalan raya Sale Desa Sukoharjo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, pada Jum'at (4/10)

Kejadian ini terjadi pada pukul 05.00 WIB kronologi truck box dari arah barat menuju ke timur dengan kecepatan tinggi, sementara truck bata ringan dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan sedang.

Diduga sopir truck box mengantuk sehingga menyebabkan kendaraan melaju ke tengah melebihi garis dan saat itu juga langsung menabrak truck bermuatan bata ringan.

Truck box terguling di tengah jalan raya, sementara itu muatan bata ringan berceceran di jalan raya sehingga membuat kondisi lalu lintas sedang macet

Belum diketahui apakah ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian ini petugas saat ini masih berada di lapangan untuk mengevakuasi muatan yang berhamburan dan mengatur lalu lintas [red/sbc]

04 September 2019

Rumah Ludes Terbakar Saat Hadiri Pelantikan Anaknya Menjadi Kades

    Rabu, September 04, 2019  

Reporter : Arum Sekar

SeputarBojonegoro.com - Nasib nahas dialami Zainal Abidin (64), warga Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo. Ia harus merelakan rumahnya dilalap sijago merah saat ditinggal menghadiri pelantikan anak menantunya, Surandi, menjadi kades pada Rabu (4/9/2019), sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari data yang diperoleh, kebakaran ini terjadi saat pemilik rumah tidak ada, dan kebakaran ini di ketahui oleh tetangganya saat melaksakan sholat di musholla samping rumah yang terbakar.

Menurut para saksi Dasim (75), dia mengetahui keberadaan api sudah mulai membesar, warga sempat panik dan juga merasa khawatir apabila api merambat ke rumah yang lainnya.

"Warga pada takut karena api terus membesar dan merambat ke rumah yang lain," kata Dasim

Wargapun melaporkan kejadian tersebut dan menghubungi Polsek Tambakrejo, kemudian oleh petugas Polsek Tambakrejo diteruskan ke Pos Pemadam Kebakaran di Padangan.


Kabid Damkar BPBD Kabupaten Bojonegoro, Sukirno mengatakan, petugas mendapat kabar kebakaran tersebut pukul 12.33 WIB. Begitu mendapat info tersebut petugas langsung menuju lokasi dan langsung melakukan pemadaman, namun api yang terus berkobar cepat itu tak dapat dijinakkan petugas hingga meludeskan rumah tersebut.

"Untuk pemadaman sendiri melibatkan empat truk tangki air, sedangkan untuk jumlah personil yang terlibat ada 14 orang, warga juga membantu proses pemadaman," kata Sukirno

Saat ini penyelidikan sedang dilakukan petugas kepolisian belum diketahui jelas apa penyebab rumah kayu jati itu dilahap si jago merah.  Meski demikian tidak ada korban jiwa atas kebakaran tersebut, hanya saja untuk kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. [arm/sbc]

05 September 2018

Pekerja Meninggal Di Tambang Pasir Padangan , Polisi Akan Proses Hukum

    Rabu, September 05, 2018  
SeputarBojonegoro,com - Kabar mengenai adanya pekerja galian pasir darat di daerah Kecamatan Padangan, tepatnya di Desa Tebon yang meninggal dunia karena tertimbun longsor di lokasi galian pasir darat, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK., MH., M.Si menegaskan akan memproses kasus penambangan pasir darat tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hal itu ditegaskan Kapolres Bojonegoro saat dimintai keterangan pada sore hari tadi, Selasa (04/09/2018).

"Akan kami proses sesuai ketentuan yang ada", tegas Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga manambahkan bahwa saat ini tim dari Sat Reskrim Polres Bojonegoro beserta Inavis dari unit Identifikasi Polres Bojonegoro telah turun di lapangan guna melakukan presos penyelidikan dan penyidikan dengan mengumpulkan barang bukti serta saksi guna diminta keterangan.

"Tim masih melakukan penyelidikan dan penyidikan dilapangan", imbuh Kapolres.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa, Sumani (35), warga Desa Sumberarum RT 001 RW 001 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (04/09/2018) sekira pukul 12.30 WIB siang tadi, dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun pasir galian pasir darat yang berlokasi di Desa Tebon Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.

Peristiwa tersebut terjadi bermula pada Selasa (04/09/2018) sekira pukul 07.30 WIB, korban Sumani (35) bersama rekannya Saridi (25), yang masih tetangga korban, melakukan kerja sebagai penambang pasir di galian tambang pasir darat yang berada di Desa Tebon Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro dan korban melakukan penambangan pasir darat dengan menggunakan mesin disel sebagai alat untuk menyemprotkan air ke tanah.

Sekira pukul 12.30 WIB, tiba-tiba terjadi longsor  dan saat itu korban tidak dapat menyelamatkan diri, sedangkan rekan korban yang bernama Saridi, berhasil menyelamatkan diri dan korban tidak berhasil menyelematkan diri sehingga korban tertimbun tanah. (Dik/lis) 

19 Juli 2018

Hama Tikus Resahkan Warga Kalicilik

    Kamis, Juli 19, 2018  
Reporter : Sam Nazaro

SeputarBojonegoro.com - Hama tikus yang yang masih menjadi momok bagi para petani kini di alami oleh warga Desa Kalicilik, kecamatam Sukosewu, Bojonegoro.

Hama tikus tersebut menjadi ancaman bagi para petani untuk gagal panen lantaran tanaman milik warga yang hampir panen di serang hama tikus.

Agus, (26) salah satu petani yang beralamatkan di Desa klKalicilik, menjelaskan bahwa hama tikus bukan hanya menyerang tanaman yang hendak panen saja, bahkan tanaman yang baru berumur 12 hari pun ikut menjadi sasarannya.

"Bukan cuma tanaman yang hampir panen yang di serang,tanaman yang baru berumur 12 hari juga di santapnya," tutur Agus. Kamis (19/7/18).

Kelompok tani beserta warga di desa Kalicilik sudah mengupayakan pembuatan sarang burung hantu,bahkan memberi makanan yang di campur racun untuk tikus tapi masih belum bisa menimalisir hama tersebut.

"Kami sudah berusaha meminimalisir,tapi belum berhasil,kami hanya bisa pasrah dan berharap agar hama bisa cepat hilang," keluh Agus.

Petani berharap ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro Untuk menanggulangi Hama Tikus yang semakin meresahkan para petani ini, sehingga para petani tidak mengalami kerugian saat panen, apalagi hingga mengalami gagal Panen. (Sam/Red)

Pria Asal Jono Ini Gantung Diri di Sungai Buntalan Temayang

    Kamis, Juli 19, 2018  
Reporter: Ryan Suliwa

SeputarBojonegoro.com -  Seorang pria ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan dinyatakan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon pinggir sungai, kamis (19/7/2018) di Dusun Buntalan, Desa Buntalan kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Pria yang diketahui bernama Panidi (60) beralamat Duaun Kajangan, Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro ini diketahui oleh Ali Marsih warga Buntalan.

"Saya melihat tubuh korban menggantung lalu mengabarkan pada warga," Kata Ali.

Dari data yang dihimpun SeputarBojonegoro.com, bahwa Ali Marsih yang juga saksi Seperti biasa, saat pagi berangkat ke kebun miliknya guna melihat tanaman,  namun pada pukul 08.45 wib Ali Marsih melihat korban dalam keadaan gantung diri.

Melihat kejadian tersebut, Ali Marsih menindak lanjuti dgn melporkan ke Warga selanjutnya diteruskan ke polsek temayang.

Pihak Kepolisiam kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan dinyatakan korban meninggal murni gantung diri.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya bahwa tidak diketahui secara pasti alasan korban melakukan gantung diri.

Oleh petugas korban kemudiam diserahkan kekeluarganya di desa Jono guna dimakamkan setelah dilakukan pemeriksaan. (Rian/Red)



09 Juli 2018

Budidaya Lobster Air Tawar, Prospek Cerah Menjanjikan

    Senin, Juli 09, 2018  
Reporter: Didik Winarto

SeputarBojonegoro.com - Disalah satu rumah yang berada di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, ada salah satu Warganya yang dua tahun ini membudidayakan Lobster air Tawar, yaitu Salah satu Hewan konsusmsi yang banyak diburu oleh penikmat kuliner.

Yadi atau Dodot demikian pria ini akrab disapa sudah berhasil membudidayakan Lobster air Tawar, berawal dengan modal sekitar Rp 7 juta untuk membangun kolam dan membeli Bibit sebanyak 2 set yaitu 6 jantan 10 betina, pria ini sudah berhasil membudidayakanya dan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 5 juta perbulan.

"Tidak hanya soal permodalan namun cara budidaya juga harus dipahami sehingga bisa berhasil," Katanya. Senin (9/7/18).

Dijelaskan juga oleh Dodik, bahwa Usia 3 bulan satu lobster saat panen dan siap konsumsi bisa dihargai sekitar Rp 150.000/ekor.

Di Bojonegoro sendiri belum banyak yang mencoba membudidayakan Lobster air tawar ini, padahal jika benar_benar ditekuni Hal ini bisa menjadi Prospek yang cukup Menjanjikan.

"Yang mengambil kebanyakan dari Bojonegoro sendiri, yang diolah untuk dijual di Rumah makan," Pungkas Dodik. (Dik/Red)

06 Juli 2018

Satu Orang Meninggal, Setelah Ditabrak Bus

    Jumat, Juli 06, 2018  
Reporter : Zamroni

SeputarBojonegoro.com - Kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bojonegoro-Babat turut wilayah Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, antara Bus Dali Jaya dengan Nopol S 784-UA yang dikemudikan oleh Masroni, (35) warga Desa Jumput Rt12/Rw 05 Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro kontra sepeda motor Honda Fit dengan Nopol S-6491-BM yang dikendarai oleh Amar (30), warga Desa Ngemplak Rt13/Rw 05 Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro yang berboncengan dengan Lailatul Mufarokah (24) wargavDesa Ngemplak Rt 13 Rw 05 Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, serta Ahmad Albi Fahri (03) warga Desa Ngemplak Rt 13 Rw 05 Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Kamis (05/07/18).

Menurut Suparjan, salah satu saksi menyatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi bermula saat Sepeda Motor yang dikendarai oleh Amar dengan pembonceng Lailatul Mufarokah dan Ahmad Albi Fahri berjalan dari arah timur ke barat, sesampai di TKP bermaksud belok ke kanan atau ke utara dan sudah menyalakan lampu seint sebagai tanda isyarat untuk belok.

"Pada saat yang bersamaan searah dari dibelakangnya berjalan kendaraan Bus," katanya.

Diduga Pengemudi Kendaraan Bus tersebut kurang konsentrasi terhadap arus lalu lintas yang berada didepannya dan jarak sudah dekat sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya akhirnya terjadi laka lantas tersebut.

Akibat kejadian laka lantas Bus kontra sepeda motor ini mengakibatkan pengendara dan Kedua pembonceng Sepeda Motor mengalami luka-luka dan pembonceng atas nama Lailatul Mufarokah meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara, serta kerugian matsril mencapai Rp5 juta.

"Satu meniggal dunia dan dua luka berat dan dibawa ke Puskesmas Kecamatan Baureno, serta kendaraan yang terlibat laka lantas mengalami kerusakan," ujarnya.

Sementara itu akibat kecelakaan yang menewaskan satu orang meniggal dunia ini sempat mengakibatkan kemacetan, hal tersebut dikarenakan banyaknya pengendara yang lain ingin menyaksikan laka lantas ersebut serta melihat langsung proses efakuasi kendaraan motor yang terjepit dibawah Bus. (zam/lis)

11 Juni 2018

Tak Seperti Tahun Lalu, H - 4 Pemudik Di Terminal Bojonegoro Menurun

    Senin, Juni 11, 2018  
Reporter: Didik Winarto


SEPUTARBOJONEGORO.COM - penumpang Bus Antar Kota Dalam Propinsi yang turun di Terminal Rajekwesi Bojonegoro tampak sepi dan seperti biasanya, hal itu tampak seperti yang terjadi pada H - 4 lebaran hari raya Idul Fitri 2018.Senin (11/6/18).

Dari pantuan Media SeputarBojonegoto.com, Bus yang masuk ke dalam terminal banyak bangku penumpang yang kosong, namun penumpang yang turun tampak penumpang mudik lebaran yang akan pulang kekampung halamannya.

Suwardi,  Salah satu tukang ojek Terminal Rajekwesi Bojonegoro mengatakan bahwa penumpang Bus sangat sedikit tidak seperti tahun lalu.

"Penumpangnya menurun,  biasanya H - 4 sudah ramai, dan berjubal yang turun dari Bus,  dan hari ini biasa saja," Terangnya. (SBC) 

08 Juni 2018

Polres Bojonegoro Pasang Rambu Jalur Alternatif Untuk Pengendara Mudik Lebarab

    Jumat, Juni 08, 2018  
SeputarBojonegoro.com - Untuk memudahkan dan memberikan pelayanan kepada pengguna jalan menjelang mudik lebaran 2018, Sat Lantas Polres Bojonegoro menyiapkan dan memasang sejumlah rambu-rambu jalur alternatif.

Pemasangan rambu-rambu jalur alternatif mulai dipasang di wilayah Kecamatan Padangan, pada Jum'at (08/06/2018) pagi, oleh Anggota Sat Lantas dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Aristianto BS bersama Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli.

Kapolres Bojonegoro bersama Kasat Lantas, saat melakukan pengecekan dan pemasangan rambu jalur alternatif menyampaikan bahwa, hal itu dilakukan untuk mempersiapkan kelancaran arus mudik lebaran tahun 2018, sehingga masyarakat merasa nyaman selama perjalanan dan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kita siapkan dan pasang tanda bantu petunjuk jalan alternatif agar masyarakat merasa nyaman dan tidak kebingungan, untuk di Padangan kita lakukan rekayasa dibeberapa titik sehingga arus kendaraan yang akan ke luar ke Ngawi maupun ke Blora tidak terjadi penumpukan," ucap Kapolres

Ditegaskan oleh Kapolres bahwa, untuk membantu kelancaran arus, personel dari Kepolisian dan instansi terkait juga sudah disiagakan di Pos Pos Pantau.

“Nanti kalau terjadi peningkatan volume kendaraan atau kemacetan yang diakibatkan aktivitas masyarakat meningkat, anggota yang terlibat dalam Ops Ketupat Semeru 2018 akan turun mengurai dan merekayasa lalu lintas,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS menjelaskan bahwa, apabila lalu lintas kendaraan dari arah Bojonegoro hendak ke Ngawi mengalami peningkatan, maka pengendara akan diarahkan dari perempatan Mbaru belok kiri sampai Pertigaan Dusun Sadang Desa Sonorejo kemudian belok kanan, kurang lebih 1 kilo sampai perempatan Pasar Desa Cendono ke mudian belok kiri menuju arah Ngawi.

Sedangkan untuk kendaraan dari Magetan yang akan ke Cepu ataupun Blora disediakan jalur alternatif melalui pertigaan SMA PGRI belok kiri kurang lebih 1,5 kilometer sampai perempatan Desa Nguken belok Kanan kurang lebih 1 kilo sampai perempatan Dengok belok kanan tembus jalan raya Padangan-Cepu.

"Jalur alternatif yang kami siapkan sedikit lebih cepat, namun pengendara harus hati hati dan waspada karena itu sebagian jalan kampung", ucap AKP Aristianto. (lis) 

06 Juni 2018

Sosialisasi Pencalegan Oleh KPU Bojonegoro

    Rabu, Juni 06, 2018  
SeputarBojonegoro.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro menggelar acara sosialisasi Tahapan Pencalonan Anggota legislatif, DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kab/ Kota dalam Pemilu 2019, Selasa (05/06/2018).
Bertempat di Hotel Aston Bojonegoro, KPU menggelar sosialisasi bersama dengan partai politik peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Acara dihadiri oleh Ketua, Sekretaris dan Liaison officer (LO) atau penghubung partai politik, Ketua dan Komisioner beserta staf KPU Kabupaten Bojonegoro. 
Acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, M. Abdim Munib. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa saat ini, KPU tengah melaksanakan dua tugas besar dalam mpenyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 dan pemilihan Umum 2019.
“Oleh karena itu, kita harus bisa membijaksanai waktu agar dua tugas besar dapat diselesaikan selama satu waktu bersamaan,” ujar M. Abdim Munib, Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Selasa (05/06/2018).
Munib menuturkan, bahwa selama ini partai politik dan Pimpinan partai politik telah melakukan upaya sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
“Kita meyakini bahwa pimpinan parpol telah melakukan model penjaringan secara terbuka dan demokratis adanya masyarakat yang direkrut untuk menjadi calon DPR/ DPRD Provinsi dan Kabupaten,” tuturnya.
Acara sosialisasi tersebut menghadirkan 16 partai politik peserta pemilu 2019, adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Berkarya (Berkarya), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia Raya (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat (Demokrat), Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. (SBC/Lis-KPU)

27 Februari 2018

Hasil Otopsi, Tidak Ada Bekas Penganiayaan pada Tubuh Korban

    Selasa, Februari 27, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com - Masinah, 70, warga Dusun Sogo RT 021 RW 005 Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, ditemukan tak bernyawa dengan cara gantung diri di blandar denpan rumah, Selasa (27/02/18) pagi.

Korban pertama kali ditemukan anak korban, Yasri, warga setempat sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Yasri hendak melaksanakan sholat subuh. Ia kaget lantaran menemukan Ibunya tak bernyawa gantung diri.

"Waktu itu saya mau sholat subuh dan mengetahui Ibu saya sudah tidak bernyawa di depan rumah," katanya.

Selanjutnya Yasri, melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa setempat dan Mapolsek Gayam.

Data yang dihimpun suarabojonegoro.com, dari hasil otopsi yang dilakukan dr. Arman yang didampingi bidan Lisa Pebri, menyatakan bahwa korban murni gantung diri serta dalam tubuh korban tidak diketemukan aanya bekas penganiayaan.
"Tidak ada bekas penganiayaan, murni gantung diri," pungkasnya. (bim/yud).
© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9