23 Januari 2018

Jalin Kebersamaan, Keluarga Besar Unigoro Liburan di Solo

    Selasa, Januari 23, 2018  

suarabojonegoro.com - Keluarga besar Universitas Bojonegoro pada Sabtu & Minggu, 20-21 Januari 2018 menggelar news tour di Kabupaten Karanganyar dan Kota Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi keluarga besar Unigoro dan untuk merefresh diri usai dilangsungkannya kegiatan UAS Ganjil 2017/2018.

Rombongan tour mulai pada Sabtu (20/01) pagi dari Kampus Unigoro, menuju destinasi pertama di lokasi wisata Kebun Teh Kemuning, Kabupaten Karanganyar.

Suasana sejuk dan hijau menjadi pemandangan di kebun teh tersebut, tak lupa peserta tour juga mencicipi teh khas Kemuning di lokasi Rumah Teh "Ndoro Donker".

Kesejukan alam di Kemuning membuat keakraban dan kehangatan keluarga besar Unigoro yang tengah berkumpul.

Usai menikmati sajian teh, peserta rombongan mengunjungi lokasi Candi Cetho, yang terletak di lereng Gunung Lawu. Lokasi ini merupakan candi peninggalan Hindu yang saat ini difungsikan sebagai lokasi wisata.

Keesokan harinya, peserta rombongan mengunjungi Keraton Surakarta. Di sana, keluarga besar Unigoro kembali belajar untuk tetap mencintai sejarah dan tidak melupakan budaya bangsa.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arif Januarso, S.Sos. M.Si, melalui Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, SE, MM mengatakan, kegiatan news tour yang dilakukan ini diharapkan bisa kembali menguatkan dan meningkatkan semangat kerja dalam menyambut semester baru.

"Kita harapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini selain untuk melepas penat usai UAS, kedepan juga bisa menjadi motivasi para dosen dan seluruh elemen di Unigoro untuk memberikan yang terbaik bagi kampus tercinta," ujarnya.

Universitas Bojonegoro baru saja merampungkan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil tahun ajaran 2017/2018 yang berlangsung pada 8-18 Januari lalu. (liq/JW)

18 Januari 2018

Kolaborasi Unigoro-Lesbumi dalam Sastra Pelataran sebagai Wadah Mahasiswa Berkesenian

    Kamis, Januari 18, 2018  

suarabojonegoro.com - Sastra Pelataran goes to Campus yang berlangsung di Universitas Bojonegoro, Rabu (17/01) malam kemarin sukses dilaksanakan. Ratusan orang berbondong-bondong datang dan memadati hall Universitas Bojonegoro untuk menikmati sajian seni dan budaya ini.

Kegiatan Sastra Pelataran yang mengusung "Seni Tradisi di Zaman Milenial" merupakan hasil kolaborasi Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (LESBUMI) Bojonegoro dengan UKM Kesenian Unigoro.

Musikalisasi Puisi, Dramatisasi Puisi "Lautan Jilbab", Musik Hadrah, Tari Sufi hingga Diskusi Budaya menjadi sajian dalam Sastra Pelataran malam kemarin.

Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arif Januarso, S.Sos. M.Si, Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro, SE, MM, dan para dosen Unigoro yang juga turut serta membacakan puisi.

Hadir juga beberapa tamu undangan, para seniman dan budayawan, jurnalis, mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan pertunjukan seni itu.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arif Januarso, S.Sos. M.Si mengapresiasi kegiatan kesenian Sastra Pelataran yang berlangsung di Unigoro tersebut dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan.

Ia juga mengatakan bahwa Universitas Bojonegoro memfasilitasi kesenian untuk para mahasiswa melalui UKM Kesenian yang dapat menjadi wadah kegiatan seni dan budaya.

"Unigoro mengapresiasi kegiatan Sastra Pelataran, kesenian dan budaya harus dikenali terutama untuk generasi saat ini. Melalui UKM Kesenian, Unigoro berusaha untuk tetap menghidupkan kegiatan seni dan budaya khususnya bagi para mahasiswa," ujarnya.

Sementara itu, Pembina UKM Kesenian Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc mengaku cukup puas dengan kegiatan malam kemarin.

Meski persiapannya tidak panjang, semua divisi di UKM Kesenian Unigoro bisa berkolaborasi secara apik dengan para seniman dan budayawan Bojonegoro dalam Sastra Pelataran kemarin.

"Kami ingin terus belajar bersama para pegiat seni budaya di luar kampus, kolaborasi adalah salah satu cara kami untuk terus berkembang," ungkap Ketua LPPM Unigoro tersebut.

Pementasan Sastra Pelataran malam kemarin merupakan yang ke-15 diselenggarakan di Universitas Bojonegoro dan kedepan diharapkan akan tetap berlangsung. (Lis)

Universitas Bojonegoro, Gelar Sastra Pelataran

    Kamis, Januari 18, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Malam hari ini bertempat di Gedung Hall Universitas Bojonegoro, Jalan Lettu Suwolo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, para seniman, mahasiswa, Dosen dan Masyarakat berkumpul guna mengikuti acara kesenian Sastra Plataran. Acara yang digelar oleh Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang mana dalam hal ini bekerjasama dengan Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi). Kamis (17/01/18).      

Ketua Lesbumi, Fauzi zam-zam dalam sambutannya menyatakan bahwa acara Sastra Pelataran Seni Tradisi ini merupakan agemda rutin yang diselenggarakan disetiap bulannya.

"Acara ini diselenggarakan rutin tiap bulan, dan acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan dinas-dinas Pemkab", katanya.
Pada kesempatan ini Fauzi zam-zam memgapresiasi UKM Kesenian Unigoro, yang mana telah sukses mengadeng media dalam mensosialisasikan kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, kami mengapresiasi teman-teman UKM Kesenian Unigoro, yang mana telah sukses mensosialisasikan kegiatan malam ini", ujarnya.
                                                                   
Dikesempatan yang sama, Rektor Unigoro, Selamet kyswantoro, dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan diselenggarakannya Sastra Plataran ini para mahasiswa dapat belajar serta memaknai semua yang terdapat di dalamnya.

"Kalau saya melihat dan saya tidak menyalahkan siapa-siapa, bahwa generasi sekarang telah hilang unggah-ungguh dan tata krama yang sudah mulai hilang", katanya.

Diakui atau tidak, lanjut pria yang akrab di sapa Pak Selamet, hal ini dikarenakan ada satu mata pelajaran baik ditingkat SD, SLTP, maupun SMA ang telah hilang.

"Salah satunya adalah Sastra, kalau saya masih ada mata pelajaran Budi Pekerti", ujarnya.

Sementara itu Arief Januarso, selaku Ketua Yayasan Suyitno, mengapresiasi serta berterimakasih kepada Lesbumi. Yang mana pada acara Sastra Plataran kali ini bertempat di Universitas Unigoro.

"Dengan adanya kegiatan adanya kegiatan Sastra Plataran di Unigoro ini harapan kami para mahasiswa yang mengikuti UKM kesenian dapat menyalurkan bakatnya", katanya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan tersebut para Mahasiswa
Universitas Bojonegoro dapat belajar tentang bagaimana mengemas suatu pertunjukkan dengan baik dan bagaimana cara tampil dengan baik. (Bim/red).

16 Januari 2018

UKM Unigoro Akan Gelar Sastra Pelataran

    Selasa, Januari 16, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Dengan mengangkat tema "Seni Tradisi Dijaman Milenial" Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Universitas Bojonegoro, pada hari Rabu 17 Januari 2018 akan mengelar kegiatan Sastra Pelataran Dramatisasi lautan jilbab. Acara yang dimulai pada Pukul 19.00 tersebut akan diisi dengan berbagai macam kesenian diantaranya adalah musik akustik yang akan dibawakan oleh para mahasiswa UKM, pembacaan puisi karya Gus Mus dan karya Cak Nun,dan lain-lain, Teater,musik religi yang dibawakan oleh Zam-Zam,Hadrah dari MAN I Bojonegoro dan tari Sufi. Selasa (16/01/17).

Ketua Yayasan Suyitno, yang dalam hal ini membawai Universitas Unigoro, melalui media suarabojonegoro.com, mengucapkan banyak terimakasih kepada Lesbumi. Yang mana Sastra Plataran kali ini bertempat di Universitas Unigoro.

"Dengan adanya kegiatan sastra adanya kegiatan sastra plataran di unigoro ini harapan kami para mahasiswa yang mengikuti ukm kesenian dapat menyalurkan bakatnya di acara tersebut", katanya Pria yang akrab disapa Mas Ayik ini.

Dirinya verharap dengan adanya kegiatan tersebut para Mahasiswa Universitas Bojonegoro dapat belajar tentang bagaimana mengemas suatu pertunjukkan dengan baik dan bagaimana cara tampil dengan baik.

"Acara ini terbuka, monggo kalau mau hadir", pungkasnya. (Bim/red).

14 Januari 2018

Praktek Membuat Dapog, Petani Gayam Ingin Tekan Biaya Produksi Pertanian.

    Minggu, Januari 14, 2018  
Reporter: Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Petani Gayam dilatih untuk membuat Dapog oleh Tim Sekolah Lapang LPPM Universitas Bojonegoro,  bertempat di Rumah Belajar Petani Di Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Kegiatan Sekolah Lapang Pertanian (SLP) yang didanai oleh ExxonMobil Cepu Limited. Jum'at (12/1/18),

Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc., Ketua LPPM  Universitas Bojonegoro menyebutkan tujuan kegiatan tersebut adalah agar Petani mengetahui cara alternatif yang lebih efektif Dan efisien dalam penyemaian benih padi. Karena penyemaian dengan metode Dapog hanya membutuhkan benih padi 1/3 dari jumlah benih yang disemaikan secara langsung di lahan, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja Untuk Membuat semaian.

Selain itu, Yaumitdin Sugiyarto, S.P., Pemateri sekaligus Ketua PATRA (Pelatihan Anak Tani Remaja), lebih dalam menjelaskan bahwa Sistem Dapog merupakan Sistem persemaian alternatif dengan menyemaikan benih padi diatas media tanah yang berada dalam nampan atau wadah. Keunggulan metode ini adalah: jumlah benih yang dibutuhkan lebih sedikit sekitar 10kg/Ha, Petani mudah mengontrol semaian, Petani secara fleksibel dapat memindahkan semaian ke tempat yang kondusif, lebih aman dari serangan Hama, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

Keuntungan dari sisi tanaman sendiri:
Benih tumbuh dengan cepat dan serempak Bila disemaikan, akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat.

Jika ditanam-pindah dapat tumbuh lebih cepat.
Pertanaman lebih serempak dan populasi tanaman optimum,sehingga akan mendapatkan hasil yang tinggi.

Delapan puluh (80) peserta dengan antusias mengikuti rangkaian pelatihan pembuatan Dapog. Mereka berharap dengan mengikuti pelatihan ini, Petani dapat menekan biaya Produksi Pertanian.

10 Januari 2018

Unigoro Sosialiasi Dunia Perkuliahan dalam Education Fair 2018

    Rabu, Januari 10, 2018  

suarabojonegoro.com - Universitas Bojonegoro pada Rabu (10/01/2018) mengikuti kegiatan Education Fair 2018 yang diselenggarakan MA Negeri 2 Tuban, di Rengel, Tuban.

Education Fair 2018 adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada peserta didik tentang hal-hal yang berkaitan dengan perguruan tinggi.

Universitas Bojonegoro yang merupakan perguruan tinggi swasta terbaik di Bojonegoro, turut serta mengikuti pameran pendidikan yang diharapkan menjadi jembatan untuk membangun generasi cermat, cepat dan cerdas dalam menentukan masa depan itu.

Dalam Education Fair 2018 Universitas Bojonegoro aktif memberikan informasi kepada para siswa sekolah tentang dunia perkuliahan khususnya di Unigoro.

Para peserta pun tampak antusias dan tertarik terhadap presentasi dan materi yang dibawa oleh Unigoro.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, S.Sos, M.Si mengharapkan dengan adanya kegiatan Education Fair 2018 ini dapat membantu para siswa untuk dapat mengetahui informasi tentang universitas yang sesuai dengan kebutuhannya.

"Kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk Unigoro dan peserta didik yang menginginkan informasi tentang dunia perkuliahan di Universitas Bojonegoro," ujarnya.

Dalam Education Fair 2018 Universitas Bojonegoro diwakili oleh dosen dan para mahasiswa yang dengan penuh semangat memberi informasi kepada para peserta yang hadir. (liq)

06 Januari 2018

Sekolah Lapang LPPM Unigoro Bersama EMCL Berikan Solusi Harga Gabah Petani Lebih Tinggi

    Sabtu, Januari 06, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com- Bertempat di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) kembali menggelar Sekolah Lapang Pertanian (SLP) yang didanai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Adapun dalam acara tersebut Tim LPPM UNIGORO mengenalkan Sistem Resi Gudang (SRG). Sabtu (06/01/18).

Hal tersebut bertujuan untuk solusi bagi petani agar gabah mereka terjual dengan harga tinggi. Selama ini, pada saat panen raya petani sering kali tidak memiliki pilihan selain menjual gabah dengan harga murah ke tengkulak. Hal tersebut yang membuat perekonomian petani saat ini semakin sulit.

Acara yang diikuti oleh 80 Petani dari empat Desa yakni Gayam, Mojodelik, Bonorejo, serta Brabowan. Agus Hariyana selaku Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, yang dalam hal ini selaku pembicara menjelaskan tentang Sistem Resi Gudang, Keuntungan atau manfaat SRG, dan kelemahan system yang telah berjalan saat ini.

"Sistem Resi Gudang merupakan suatu sistem penyimpanan sementara gabah petani pada saat panen raya, sehingga dapat dijual kembali pada saat harga tinggi", katanya.

Pada kesempatan ini dirinya memberi contoh bahwa sistem SRG, sama saja seperti jaminan. Petani akan menerima resi yang dapat disimpan sebagai surat berharga, atau digunakan sebagai alat jual beli komoditi di pasar lelang, bahkan dapat digunakan sebagai agunan untuk peminjaman di Bank mitra.

"Keuntungan petani menjalankan system ini adalah petani mendapatkan harga jual yang baik, mendapat kepastian mutu karena system ini harus melalui uji mutu oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), mendapat pinjaman dari Bank, bahkan dapat mempermudah jual-beli komoditi baik secara langsung maupun melalui pasar lelang. Berdasarkan keuntungan tersebut, maka pantas jika SRG menjadi system penjualan alternatif yang dapat dipertimbangkan petani. Apalagi SRG tidak hanya berlaku untuk komoditas tanaman padi, tetapi bisa juga untuk jenis tanaman lain seperti kedelai, jagung, gaplek, dan sebagainya.", jelasnya.

Namun demikian Agus Hariyana, menegaskan bahwa SRG yang telah berjalan di Bojonegoro juga masih memiliki banyak beberapa kekurangan. Antara lain yakni, Posisi Gudang RSG yang belum merata di semua wilayah Kabupaten Bojonegoro, karena hanya ada di Dander, Kalitidu, dan Padangan.

"Sehingga menyebabkan wilayah lain yang lokasinya jauh dari ketiga kecamatan tersebut akan membutuhkan biaya transport yang lebih tinggi. Selain itu, Gudang SRG yang telah beroperasi dengan baik, baru Gudang SRG di Kecamatan Padangan. Sedang Gudang yang berada di Dander dan Kalitidu masih belum bisa beroperasi secara optimal disebabkan beberapa hal, seperti: belum ada pengelola yang memenuhi kualifikasi, pemilihan alat dryer yang tidak efektif, dan design bangunan gudang yang kurang sesuai", tambahnya.

Ditambah lagi laporan petani yang mengeluhkan lamanya Bank mitra SRG dalam mencairkan pinjaman kepada petani dengan agunan yang berupa Resi Gudang, sehingga para Petani harus menunggu 2 minggu hingga 1 bulan agar pinjaman cair. Meskipun demikian, Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc. mengatakan Permasalahan dalam Sistem Resi Gudang harus dikaji ulang. Sehingga SRG dapat dijalankan oleh petani dan tidak malah merugikan petani. Karena pada dasarnya system ini dibuat untuk membantu petani. Biaya produksi pertanian saat ini sudah cukup tinggi, maka hasil pertanian tidak boleh dijual rugi", katanya.

Sementara itu Arief Januarso Manager Program Sekolah Lapang Pertanian LPPM Unigoro, menyatakan bahwa jika sistem SRG yang berada di Kabupaten Bojonegoro, harus belajar
Sistem Resi Gudang di Cianjur.

"Biar petani bisa belajar dari mereka yang sudah sukses menerapkan Sistem Resi Gudang di sana", pungkasnya. (Bim/red).

04 Januari 2018

Mahasiswa Dan Dosen Universitas Bojonegoro Ikuti Donor Darah

    Kamis, Januari 04, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Gedung Mayor Sogo, Universitas Bojonegoro (Unigoro), puluhan Mahasiswa dan Dosen, secara antusias mengikuti kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bojonegoro. Kamis (04/01/18).

Kadar Cahyo Angkoso, S.Kom, selaku kordinator, menyatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tranfusi darah, serta sebagai bentuk kepedulian ari mahasiswa dan dosen Universitas Bojonegoro.

"Tujuan donor darah ini tentu sebagai bentuk rasa kemanusiaan dari Unigoro untuk membantu masyarakat yang membutuhkan", katanya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 3 dan 4 Januari 2018, tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara rutin tiga bulan sekali.

"Donor darah bersama PMI Bojonegoro akan berlangsung selama dua hari, dan rencananya kami akan rutin menggelar kegiatan ini setiap 3 bulan sekali", ujarnya.

Sementara itu Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1, selaku Kabiro Kemahasiswaan Universitas Bojonegoro, menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi atas kegiatan donor darah yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen Universitas Bojonegoro ini. Pasalnya dalam kegiatan donor darah tersebut sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan tentu bagi pendonor itu sendiri.

"Donor darah kalau bisa memang harus rutin dilakukan karena ini untuk kemanusiaan dan tentu tanpa pamrih, selain bermanfaat bagi orang yang membutuhkan donor darah juga bagus untuk kesehatan pendonornya", ucapnya.

Kabiro Kemahasiswaan Unigoro menjadi salah satu penerima penghargaan dari Presiden. Data di PMI Cabang Bojonegoro mencatat dirinya sudah 104 kali menyumbangkan darahnya dan menjadi salah satu pendonor dari Bojonegoro yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saya berharap generasi muda terutama para mahasiswa di Unigoro bisa rutin mengikuti kegiatan donor darah untuk kedepannya, karena setetes darah kita sangat berarti untuk sesama,” pungkasnya. (Bim/red).

30 Desember 2017

BEM Unigoro Adakan Seminar Hari Ibu

    Sabtu, Desember 30, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Hari ibu merupakan tonggak sejarah perempuan dalam merebutkan rasa adil di dalam masyarakat,muncul nya peringatan hari ibu di dasari pada konggres perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta.

Ada tiga kali konggres yang mana pada konggres ke III yang berada di Bandung Menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah hari ibu yang di tetap kan oleh dekrit Presiden Soekarno no.316 Tahun 1959 tentang "hari-hari Nasional yang bukan Hari libur.

Untuk menjadi pemuda pelopor yang cinta akan Bangsa dan tidak melupakan sejarah maka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bojonegoro Mengadakan kegiatan Seminar Hari ibu  dengan tema "Pergerakan Perempuan Dalam Aksi Menyelenggarakan Dunia Baru”.

Seminar tersebut bertujuan untuk memotifasi mahasiswa khususnya perempuan untuk berkarya berinofasi dan berani menjadi seorang pemimpin bukan hanya seorang perempuan yang di rumah saja.

Selaku pemateri dalam kegiatan ini Sally Astyasasmi,S,KM,M,KM (Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro) dan Dra.Erlyn Sulistiyorini (Bendahara karang Taruna Kabapaten Bojonegoro, sekaligus pengurus Pita Merah).

Dalam materinya Sally Astyasasmi menyampaikan perempuan itu adalah tiang dari pada sebuah Negara dengan segala kesibukannya mengurus rumah perempuan juga harus mampu bersaing atau sama tingkatannya dengan laki-laki.

"Dengan segala kesibukannya mengurus rumah perempuan juga harus mampu bersaing atau sama tingkatannya dengan laki-laki", katanya.

Menurut Sally, data kemiskinan yang terjadi di Indonesia menyebutkan hampir 80 persen itu terjadi pada perempuan, notabenenya itu janda yang ditinggal suaminya.

"Karena perempuan tersebut tidak memiliki ketrampilan dan ilmu yang cukup untuk keberlangsungan hidupnya karena dari orang tuanya lebih mementingkan anak laki-laki dari pada perempuan", ujarnya.

Itu sebabnya perempuan masa kini harus aktif kreatif dan inovatif untuk menyongsong kehidupan kelak. Apa Mahasiswa harus berfikir dengan ilmu jgan takut melakukan sesuatu hal dengan alasan yang tak masuk akal ”
ucapnya.

Sementara itu Erlyn Sulistiyo Rini, menyampaikan, Dunia yang milineal seperti saat ini sudah tidak bisa di pungkiri lagi bahwa pergerakan perempuan harus bisa menyeimbangkan kemampuan disegala aspek, baik keahlian karier maupun rumah tangga.

"penyelenggarakan Pergerakan perempuan dalam dunia baru bahwa perempuan tidak harus Dirumah yang hanya bergelut pada Dapur,Sumur dan Kasur", pungkasnya. (Bim/lis).

Sebelum Turun Ke Sawah, Para Petani Dibekali Materi Oleh LPPM Unigoro

    Sabtu, Desember 30, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Pembekalan materi pertanian bagi peserta Program Sekolah Lapang Pertanian sebelum praktik langsung ke lapangan di Rumah Belajar Petani Desa Gayam.

 Berbagai kegiatan dalam program Sekolah Lapang Pertanian (SLP), hasil kerja sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) terus dilakukan.

Sebagai kelanjutan program, Jumat (29/12/2017) diselenggarakan pembekalan materi pertanian bagi warga masyarakat di empat desa di Kecamatan Gayam. Yaitu, Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Kegiatan ini bertempat di
Rumah Belajar Petani di Desa Gayam, Kecamatan Gayam.

Pembekalan materi ini dilakukan agar dapat menambah wawasan bagi petani sebelum praktik langsung ke lapangan mengenai sistem pertanian yang baik. Mulai dari pengenalan pupuk, cara penyebaran benih yang baik, cara menghemat biaya pada pembibitan, dan juga cara penanganan hama padi.

Acara ini disambut antusias oleh warga masyarakat mulai dari bapak maupun ibu-ibu dari peserta Sekolah lapang Pertanian dari Kecamatan Gayam. Pembekalan materi ini dimulai pada pukul 13.00-15.00 dan diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh pesera Sekolah Lapang Pertanian.

Ir. Darsan, M. Agri, dari Fakultas Pertanian Unigoro menyampaikan, agar petani selalu berhati-hati dmengerti cara penanganan hama penyakit pada tanaman padi. Selain itu, Darsan juga memaparkan mengenai beberapa alternatif termasuk penggunaan Nutrisi Darsan, hingga langkah-langkah menggunakan Nutrisi Darsan bagi petani terhadap tanaman padi.

Ketua LPPM Laily Agustina Rahmawati berharap, petani dapat memahami tentang teknik pemupukan tanaman padi yang benar, mekanisme pengendalian hama tanaman padi, dan juga penggunaan Nutrisi Darsan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktifitas tanaman padi. (Bim/lis)

26 Desember 2017

Tim Sosial Unigoro Santuni Bocah Penderita Jantung Bocor & Pria Di Hutan

    Selasa, Desember 26, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Keluarga Besar Universitas Bojonegoro (UNIGORO) pada hari Senin (25/12/2017) siang menyalurkan uang hasil penggalangan dana kepada Shinta, gadis 8 tahun asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander yang menderita penyakit jantung bocor dan Mbah Panidin, pria tua yang hidup menyendiri di hutan Desa Bobol, Kecamatan Sekar.

Dalam kegiatan penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa UNIGORO pada 16-17 Desember lalu berhasil terkumpul uang sebesar Rp. 9.735.000,-

Uang hasil penggalangan dana diserahkan langsung kepada Shinta dan Mbah Panidin oleh para mahasiswa UNIGORO dengan didampingi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan UNIGORO, Didiek
Wahyu Indarta, SH, S.p1.

Kegiatan sosial UNIGORO dimulai dengan mengunjungi Shinta, gadis yang kini duduk di bangku kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah di Desa Sumbertlaseh. Shinta diketahui mengalami penyakit jantung bocor sejak dua tahun lalu, dan harus beberapa kali dibawa ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Tim aksi sosial UNIGORO ditemui langsung oleh Shinta dengan didampingi ibunya. Selain memberikan dukungan moril, Keluarga Besar UNIGORO juga menyerahkan bantuan uang hasil penggalangan dana sebesar Rp. 6.000.000,- untuk membantu biaya pengobatan Shinta.

Selanjutnya, aksi peduli sosial UNIGORO bergerak menuju Desa Bobol, Kecamatan Sekar untuk mengunjungi Mbah Panidin, pria berusia 73 tahun yang hidup dan
tinggal sendiri di hutan desa setempat.

Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dan melintasi kawasan hutan, tim aksi peduli sosial UNIGORO tetap bergerak untuk menghantarkan bantuan bagi Mbah Panidin.

Sesampainya di lokasi Mbah Panidin, tim aksi peduli sosial UNIGORO menyempatkan untuk berbincang dengan Mbah Panidin yang sudah sekitar 32 tahun hidup menyendiri di hutan.

Perwakilan mahasiswa UNIGORO juga menyerahkan bantuan uang sebesar 1 juta rupiah dan bantuan pangan seperti beras, mie instan, air mineral dan perlengkapan tidur yang dibeli dari sisa uang bantuan, untuk diberikan kepada Mbah Panidin.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, S.Sos, M.Si melalui
Kepala Biro Kemahasiswaan
UNIGORO, Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1 mengatakan, aksi peduli sosial ini dilakukan sebagai wujud nyata kepedulian Universitas Bojonegoro terhadap kondisi sosial di masyarakat.

Pihak UNIGORO berharap dengan adanya aksi peduli sosial dan penyaluran bantuan ini dapat membantu Shinta dan Mbah Panidin. UNIGORO juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat Bojonegoro yang turut memberikan sumbangan untuk aksi sosial ini.

"Semoga ini dapat membantu, dan saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Bojonegoro, yang turut memberikan sumbangan", pungkasnya. (Bim/lis).

23 Desember 2017

LPPM Unigoro Bersama EMCL Berikan Penyuluhan Ke Petani Di Empat Desa

    Sabtu, Desember 23, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Bojonegoro bekerja sama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menyelenggarakan penyuluhanan bagi petani di empat desa di Kecamatan Gayam, Jumat (22/12/2017), sabagai kegiatan awal dari rangkaian Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP).

Empat desa tersebut diantaranya adalah Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Acara ini sebagai wujud nyata kontribusi Universitas Bojonegoro, untuk masyarakat dan bentuk tanggung jawab sosial EMCL bagi Masyarakat Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Gayam.  Acara tersebut bertemakan “Persiapan Penanaman Padi Untuk Petani Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan”.
Penyuluhan dibuka dengan pembekalan materi dasar kepada peserta Sekolah Lapang Pertanian mengenai tata cara mempersiapkan penanaman padi ketika akan memasuki musim tanam.

Mulai dari penentuan benih apa saja yang cocok untuk ditanam, bagaimana cara seleksi benih, sistem penyemaian yang baik, dan juga cara mempersiapkan lahan bagi para petani pada saat mempersiapkan penanaman padi.

Pujianto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, memberikan beberapa tips penanaman padi yang baik. Yaitu, pemilihan padi yang tepat, menentukan kelas-kelas benih, dan metode seleksi benih. Bahkan, juga dipaparkan mengenai teknologi terbaru dalam pertanian.

Penyuluhan yang dibuka pada pukul 13.00-15.00 WIB disambut antusiasme tinggi dari masyarakat
Mereka ingin mengenal lebih dalam sistem pertanian yang baik sekaligus menambah wawasan guna menghasilkan panen yang berlimpah.

Pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dari petani merupakan bukti nyata antusias yang tinggi untuk menghasilkan panen yang baik.

Dalam kesempatan tersebut hadir dari Universitas Bojonegoro. Antara lain Ketua LPPM Universitas Bojonegoro Laily Agustina Rahmawati S.Si., M.Sc.;Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, A. Jupari,dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, Pujianto.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro A. Jupari mengingatkan agar petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia dan harus kembali menggunakan pupuk kandang.
"Karena, ketika menggunakan pupuk kimia dapat berdampak buruk bagi tanah,” ujarnya.

Ketua LPPM Laily Agustina Rahmawati berharap, penjelasan yang diberikan Kepala Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam dapat diterima oleh para peserta Sekolah Lapang Pertanian. Serta, dilaksanakan sesuai prosedur yang telah diberikan.

”Seperti, ketika menanam diharapkan para petani berhati-hati dalam memilih jenis dan juga harus melakukan variasi setiap tahun terhadap jenis bibit yang ditanam. Sehingga, hasilnya juga akan maksimal bagi petani", pungkasnya. (Bim/lis).

20 Desember 2017

Kukuhkan BEM Mahasiswa Unigoro, KY Berharap Munculkan Program Mahasiswa Bermanfaat

    Rabu, Desember 20, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Gedung Mayor Sogo, Universitas Bojonegoro (Unigoro), Jalan Lettu Suyotno, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, ratusan mahasiswa menggelar pengukuhan Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi. Pengukuhan sekaligus seminar  tersebut dihadiri oleh Arief Januarso selaku Ketua Yayasan (KY)  Suyitno, Rektor Unigoro, Selamet Kyswantoro, SE, MM, Dekan, Retno Muslinawati SE, MM, beserta struktural Fakultas Ekonomi Unigoro. Rabu (20/12/17).

"Adapun narasumber seminar Supardi dari Dinas Koperasi, dann mbak Hida dari Pelopor Kewirausahaan, Supardi S. Sos Dinas Koprasi, Siti Nurhidayah SE, pelopor kewirausahaan", katanya.

Dirinya berharap dengan dikukuhkannya BEM Fakultas Ekonomi Unigoro ini, akan segera membuat program kegiatan yang bisa bermanfaat untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan masyarakat.

"Kita juga berharap mahasiswa Fakultas Ekonomi akan selalu mengikuti berbagai kompetisi baik yang dilakukan oleh Kopertis (Kordinator Perguruan Tinggi Suwasta.red) atau Dinas instansi lain sehingga ada prestasi yg akan dicapai", harapnya.

Berikut adalah struktur Organisasi BEM Universitas Bojonegoro.

Ketua : Indarwati
Sekertaris : Yunta Nur Fauzi
Bendahara : Oky Diana Putri
Wakabid Organisasi : Eka Putri Melinda
Sekertaris : M. Adi Yusuf
Wakabid Sosial Mahasiswa : Amelia Puspitasari
Sekertaris : Elika Febrianti
Wakabid Pendidikan dan Keilmuan : M. Rizki Rezanuddin
Sekertaris : Defi Tristia Putri
Wakabid Pemberdayaan Perempuan : Belqis Rozani Nuzila
Sekertaris : Sitin Mazza Yudha
Wakabid Agama : Titin Eva Maulidya
Sekertaris : Iin Okta Viandri
Wakabid Medinfo : Dwi Wahyu Jati Herimurti
Sekertaris : Desti Nimas Jelita
Wakabid Pemeda dan Olahraga : Okty Syal Putri
Sekertaris : Esty Hartalina
Biro Jurnalistik : A'immatus Sa'diyah
Sekertaris : Alfiana
Biro RI : Wahyudi
Sekertaris : Eva Erviana Devi. (Bim/red).

17 Desember 2017

BEM Unigoro Peduli Anak Penderita Jantung Bocor

    Minggu, Desember 17, 2017  
 Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutiv Mahasiswa (BEM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) malam hari ini menggelar pengalian dana yang diperuntukkan pada Sinta (14) pasien jantung bocor warga Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (17/12/17).

"Serta untu Bapak Panidi, warga Desa Bobol, Kecamatan Sekar. Yang mana beliau hidup sebatang kara ditepi hutan", kata Moga Fitroh Abadi, selaku Ketua BEM Unigoro.

Pengalian dana yang diselenggarakan selama dua hari dan difokuskan di Tribun alun-alun Kabupaten Bojonegoro, ini dimeriahkan dengan seni live musik akustik, h ini dimaksutkan untuk menarik minat pengguna Jalan.
"Untuk penggalian dana di seputaran alun-alun ini selama dua hari, sedangkan untuk di kampus hari senin dan selasa", jelasnya.

Adapun hasil dari donasi ini nantinya akan diserahkan pada hari Rabu tanggal 20 Desember 2017 mendatang. Kepada suarabojonegoro.com ini dirinya berharap dapat meringankan beban pada warga yang terkena musibah. Selain itu pengalian dana tersebut juga bertujuan untuk meningkagkan kepedulian para mahasiswa Unigoro, untuk saling tolong menolong terhadap sesama.

"Tujuan kita untuk sedikit meringankan beban terhadap saudara saudara kita yg membutuhkan, paling tidak peduli sosial itu juga sangat perlu, karna jaman sekarang kan masih banyak orang yang kurang peka terhadap sesama", harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januarso, yang dalam hal ini menaungi Universitas Bojonegoro, memberikan apresiasi kepada para mahasiswa Unigoro tersebut.

"Hal ini menunjukkan bahwa mahasiwa Unigoro sudah peduli dengan penderitaan salah satu saudara kita yang ada di Bojonegoro. Semoga aksi ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan", pungkasnya. (Bim/red).

16 Desember 2017

KY Suyitno Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Fakultas Teknik Unigoro

    Sabtu, Desember 16, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Universitas Bojonegoro, hari ini Jumat (15/12/17) ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso, laksanakan prosesi peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung fakultas teknik yang direncanakan berlantai  tiga. Hal ini untuk memudahkan para mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Sabtu (16/12/17).

Arief Januarso, berharap dalam proses pembangunan gedung Fakultas Teknik Unigoro tersebut agar diberi kesalamatan dan kelancaran dalam pembangun gedung dengan luas 477 meter persegi ini.

Arief Januarso, menyatakan bahwa dengan adanya pembangunan gedung fakultas teknik ini diharapkan kedepan kebutuhan kelas untuk fakultas teknik sudah terpenuhi.

"Karena selama tiga tahun terakhir ini trend jumlah mahasiswa baru yang masuk ke fakultas teknik mengalami peningkatan", katanya.

Sebagai bentuk rasa syukur serta menghormati budaya atau adat istiadat yang berkembang di masyarakat dalam acara tersebut digelar pula upacara syukuran dalam bentuk bancak'an.

"Serta nantinya membawa keberkahan untuk fakultas teknik dan universitas Bojonegoro pada umumnya. Selain itu universitas Bojonegoro ingin menghormati budaya atau adat istiadat yang berkembang di masyarakat", pungkasnya. (Bim/red).

11 Desember 2017

Bersama EMCL, UNIGORO Gelar Program Sekolah Lapang Pertanian

    Senin, Desember 11, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Bertempat di Balai Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, hari ini Puluhan Petani dan Taruna Tani dari empat Desa yakni Desa Gayam, Desa Mojodelik, Desa Bonorejo, dan Desa Brabowan, bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Universitas Bojonegoro (UNIGORO), menggelar Sosialisasi Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP). Senin (10/12/17).

Arief Januarso selaku Project Manager Sekolah Lapang Pertanian, menyatakan bahwa Program SLP ini merupakan yang kedua, sebagaimana dalam Program yang pertama telah dilaksanakan pada tahun lalu.

"Untuk Program Sekolah Lapang ini kerjasama dengan ExxonMobil atau EMCL dengan LP2M Unigoro", katanya.

Kepada awak media pria yang sekaligus sebagai Ketua Yayasan Suyitno, ini menyatakan bahwa Unigoro akan melakukan pendampingan kepada Petani di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

"Jadi programnya adalah program pertanian. Termasuk pelatihan pemilihan benih, kemudian cara pembuatan pupuk kemudian bagaimana cara memanfaatkan biopori dan seterusnya", jelasnya.

Dari pantauan media suarabojonegoro.com empat Desa tersebut diambil 20 Petani, dan 5 orang remaja yang akan dijadikan Taruna Tani. Hal ini dikarenakan dari hasil evalusasi di Unigoro, bahwa disektor pertanian masih dibutuhkan generasi
muda yang menggeluti dunia Pertanian.

"Nanti kita akan melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup, keterkaitan bagaimana cara membuat pupuk yang baik dan bagaimana cara emmbuat biopori yang baik", ujarnya.

Pria yang akrap disapa Pak Ayik ini berharap dengan adanya Program Sekolah Lapang Pertanian ini nantinya akan mampu menigkatkan produksi di pertanian khususnya sawah-sawah yang dimiliki oleh para Petani yang minimal 10 persen.

"Setelah program ini minimal ada kenaikan produksi di pertanian minimal adalah 10 persen", pungkasnya. (Bim/red).

04 Desember 2017

Purnama Sastra Di Unigoro, Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa Dibidang Seni

    Senin, Desember 04, 2017  
Reporter : Bima Rahmat


suarabojonegoro.com - Bertempat di Aula Gedung Rektorat Unigoro, Lt.1 Jalan Lettu Suyitno No 2, Desa Kalirejo, Kabuapten Bojonegoro, malam hari ini (03/12/17) Universitas Bojonegoro (Unigoro) memfasilitasi pagelaran Purnama Sastra Bojonegoro, yang ke-39. Pagelaran yang digelar oleh para seniman tersebut diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Unigoro. Senin (04/12/17)

Arief Januarso, selaku Ketua Yayasan Suyitno menyatakan bahwa, Kampus Unigoro, akan selalu memberikan fasilitas bagi Mahasiswanya selama dalam kegiatan tersebut positif. Ia juga berharap dengan kegiatan Purnama Sastra Bojonegoro, ini akan mampu memberikan pembelajaran bagi para Mahasiswa Unigoro dibidang Seni.

"Selama kegiatan itu positif akan selalu kita dukung", katanya.

Pagelaran Sastra Bojonegoro, yang diselenggarakan Pada Pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh para mahasiswa Unigoro, Aggota Pagelaran Sastra Bojonegoro (PSB), para seniman lokal Bojonegoro. Dalam acara tersebut para seniman ini membawakan berbagai macam kesenian diantaranya adalah, pembacaan puisi, pembacaan tulisan pikiran, membaca gelagat zaman, teater, musik dan tari-tarian.

"Pagelaran ini rutin dilaksanakan setiap bulan, tapi tempatnya berbeda beda", tuturnya.

Pria yang akrab disapa Pak Ayik ini menuturkan bahwa, UKM Seni Unigoro, sendiri dalam giatnya selalu aktif dalam setiap kegiatan dan pagelaran disetiap efen.
"UKM Seni Unigoro, sendiri selalu aktif seperti Car Free Day tadi UKM Seni Unigoro, juga ikut memeriahkan efen hari AIDS Sedunia", pungkasnya. (Bim/red).

26 Oktober 2017

Universitas Bojonegoro, Buka Posko Pengaduan Paska Tes Perangkat Desa

    Kamis, Oktober 26, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Terkait dengan maraknya polemik rekrutmen tes perangkat Desa yang belakangan hari ini menjadi viral dibeberapa media lokal Bojonegoro, karena terhendus bahwa dalam rekrutmen tersebut disinyalir banyak peluang kecurangan. Terlebih ada disaat ada oknum anggota DPRD yang mendatangi pihak ke tiga untuk melakukan lobi, guna meloloskan jago-jagonya. Kamis (26/10/17).

Mendapati hal tersebut Universitas Bojonegoro (Unigoro), pada hari Senin (30/10/17) mendatang akan membuka Posko pengaduan bagi peserta perangkat Desa yang merasa dicurangi ataupun bagi mereka yang mendapati adanya kecurangan dalam rekrutmen tersebut.

"Jadi terkait dengan ujian perangkat Desa yang diselenggarakan hari ini, Unigoro siap memberikan pendampingan hukum apabila ada masyarakat atau peserta tes perangkat Desa apabila merasa dirugikan atau merasa dicurangi", kata, Arief Januarso, selaku Ketua Yayasan Suyotno.

Dirinya menegaskan bahwa Universitas Unigoro dengan biro    konsultasi dan kajian hukumnya akan siap menerima aduan yang diajukan oleh masyarakat. Adapun untuk prosesnya yakni Universitas Unigoro dengan Badan Kehormatan Dan Bantuan Hukum (BKPH), siap memberikan bantuan konsultasi, jikalau dalam kajian tersebut dapat masuk keranah hukum maka, Unigoro akan memberikan bantuan hukum atau pendapingan hukum untuk meneruskan permaslahan tersebut.

"Jadi ada kecurangan atau tidak, menurut kami dari Universitas Bojonegoro, belum bisa dilihat hari ini. Jadi biasanya amsalah itu muncul setelah paskapelaksanaan ujian tes perangkat desa. Kita akan berusaha semaksimal mungkin", jelasnya.

Sementara itu, Miftahul Huda selaku Dosen Administrasi Negara, menuturkan bahwa rekrutmen perangkat Desa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hari ini tidak sesuai dengan Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa. Hal ini dikarenakan kewenagan perangkat Desa merupakan kewenagan pihak Desa.

"Seharusnya yang melakukan adalah pemerintah Desa. Kalau hasil ini yang sudah berbiyaya banyak, menghabiskan waktu, konsentrasi bahkan hingga ramai ini, kalau ada yang menggugat maka sangat mungki
n hasil dari pelaksanaan ujian ini akan batal, kalau dianggap bahwa pelaksanaan ini menyalahi aturan, karena hak Desa telah diambil alih oleh Pemerintah Daerah", katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa di dalam Undang-Undang no 6 tahun 2014 menjelaskan bahwa Desa itu bukan berada di bawah Kabupaten, namun Desa berada di wilayah Kabupaten. Yang artinya Desa telah memiliki Otonomi dan kewenagan sendiri yang seharusnya tidak boleh diambil oleh Pemerintah Kabupaten.

"Kalau ini digugat dan dianggap salah oleh Pengadilan, maka sangat mungkin konsekuensinya seluruh hasilnya itu juga akan batal. Kalau batal berarti seluruh proses yang sudah panjang itu akan bermasalah", jelasnya.

Dalam kesempatan ini dirinya juga menuturkan bahwa dulu apa yang dilakukan oleh Desa dalam rekrutmen perangkat Desa, dianggap jauh lebih akuntabel. Dengan cara mekanasime yakni soal dibuat saat itu juga, dijawab saat itu juga, dikoreksi dan diumumkan secara terbuka dengan disaksikan oleh masyarakat.

"Kalau sekarang inikan prosesnya banyak dan bersinggah-singgah, mulai dari Unnes, kemudian ke tim yang ada di Pemkab atau Polres, dengan sampai Ke Kecamatan. Nah proses antar orang, proses tempat ini sangat mungkin pluang resiko kecurangan ini sangat besar", tuturnya.

Artinya apa yang dilakukan oleh Desa tempo dulu tersebut dianggap lebih akuntabel. (Bim/red).

21 Oktober 2017

UNIGORO Gelar Wisuda Tahun 2017

    Sabtu, Oktober 21, 2017  
Reporter : Bima Rahmat                         

suarabojonegoro.com - Universitas Bojonegoro (Unigoro) pagi hari ini menggelar prosesi wisuda yang ke-30 periode Akademi 2016/2017 yang diselenggarakan di halaman Kampus Unigoro, Jalan Lettu Suyitno, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Ratusan wisudawan yang terdiri dari lima Fakultas yakni Fakultas Hukum, Fakultas Fisip, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik. Sabtu (21/10/17).    

Arif Januarso, selaku Ketua Yayasan Suyitno menuturkan bahwa kegiatan wisuda ini merupakan wujud dan bukti kontribusi Unigoro dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, dan Indonesia.

"Selamat semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat", katanya oenuh bangga.

Arif Januarso mengungkapkan, bertahun-tahun Mahasiswa Unigoro telah menjalani proses pendidikan dengan suka maupun duka. Namun, jauh dari itu proses tersebut merupakan upaya dalam membentuk jati diri yang dewasa dalam menggapai cita-cita. Sebab, setiap proses pendidikan yang telah ditempuh ia begitu meyakini bahwa lulusan Unigoro mampu dan kuat serta mudah dalam menjawab setiap tantangan kehidupan.

”Kuliah itu bukan mendapat gelar semata, tapi membuka wawasan dan pemikiran seluas luasnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap pria yang akrap disapa Pak Ayik ini.

Adapun lulusan terbaik Fakultas Huku
m diraih oleh Diah Ayu Retno Intan, S.H, dengan IPK 3,76, untuk Fakultas Isip lulusan terbaik diraih oleh Nurwahid, S.Sos dengan IPK 3,45, untuk Fakultas Pertanian lulusan erbaik diraih oleh Abdul Munir. S.P dengan IPK 3,39, selanjutnya untuk Fakultas Ekonomi lulusan terbaik diraih oleh Fatimatuz Zahro, S.E, dan Fakultas Teknik lulusan terbaik diraih oleh Alfianur Rahmawati, ST dengan IPK 3,65.

"Keseluruhan total yang diwisuda tahun ini 367. Yakni, Fakultas Hukum 51, Fakultas Isip 55, Fakultas Pertanian 41, Fakultas Ekonomi 139, dan Fakultas Teknik 81", pungkasnya. (Bim/red).

14 Oktober 2017

Fakultas Ekonomi Unigoro Dampingi Pandai Besi Kedaton

    Sabtu, Oktober 14, 2017  
Reporter: Iwan Zuhdi 


suarabojonegoro.com - Dalam rangka menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. Fakultas ekonomi Universitas Bojonegoro mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan di Desa Kedaton Kecamatan Kapas. Sabtu (14/10).

Kegiatan ini diikuti oleh para pengusaha yang ada di desa setempat, khususnya para pengusaha pande besi.

Pelatihan kewirausahaan yang bertema "Optimalisasi potensi desa sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan" ini merupakan awal dari bukti nyata pendampingan dari kampus kuning untuk meningkatkan sumberdaya manusia di Bojonegoro.

"Ini adalah awal dari program-program pengabdian masyarakat yang akan di lakukan oleh Fakultas Ekonomi," kata Koordinator pelaksana M Saiful Anam.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Unigoro, jajaran akademika Fakultas Ekonomi, Dekan, wakil Dekan, Kaprodi, serta para dosen fakultas ekonomi lainya. (wan/Red)
© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9