23 Februari 2018

Ratusan Pelajar Ikuti Pekan Ceria GPS

    Jumat, Februari 23, 2018  
Reporter : Abid Amrullah

SuaraBojonegoro.com - Aksi dan sosialisasi Griya Pustaka Selorejo (GPS) dalam acara  Dongeng Ceria, bersama Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBo) di Balai Desa Selorejo, Kec Baureno terlihat semarak, Jum'at (23/02/18).

GPS merupakan salah satu dari divisi Laskar Berseri Selorejo (LBS). Lembaga yang bergerak membantu teman-teman, anak-anak, dan masyarakat. Tujuannya, meningkatkan SDM masyarakat.

"LBS disini, bersama membantu  warga maupun anak-anak yang memiliki potensi maupun kebutuhan khusus, seperti warga yang belum bisa baca, dan menulis. Disini kita bantu," ujar Musyafak Kholiq, selaku ketua LBS.

Kegiatan ini, diikuti kurang lebih 200 anak dari RA, Paud, SD dan MI se Kecamatan Baureno.

Ketua panitia, Farida mengatakan, pekan ceria kali ini, mengundang dari teman-teman Kampung Dongeng Bojonegoro.

"Kita belajar bersama dengan kampung dongeng Bojonegoro yang di ketuai oleh Budi," tutur wanita yang akrab di panggil Ida itu.

Dari kampung dongeng, hadir 5 anggota yang di pimpin kak Budi, sapaan akrabnya. Pihaknya menyampaikan, di sini bersama bersemangat, bersenang-senang, dan edukasi bagi anak-anak.

"Bersenang-senang, namun juga belajar dengan dongeng-dongeng," ujarnya.

Dalam acar kali ini siswa-siswi sangat antusias serta bahagia terpancar dari wajah mereka. (bid/yud)

22 Februari 2018

BEM Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro Gelar Seminar Pendidikan Moral

    Kamis, Februari 22, 2018  
Reporter: Monika


SuaraBojonegoro.com - Maraknya peredaran narkoba dan pergaulan bebas dikalangan remaja saat ini menjadi perhatian cukup serius oleh berbagai pihak.

Universitas Bojonegoro melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum hari ini (22/2) menyelenggarakan kegiatan seminar pendidikan moral, untuk membahas permasalahan remaja tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mayor Sogo, Kampus Universitas Bojonegoro tersebut mengambil tema "Selamatkan Generasi Anak Bangsa dari Narkoba dan Pergaulan Bebas agar Menjadi Generasi yang Tangguh dan Cerdas", dengan diikuti oleh 120 peserta dari siswa SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa.

Dalam seminar tersebut menghadirkan dua narasumber dari Polres Bojonegoro dan RSUD Sososdoro Djatikoesoemo dan dihadiri Dekan Fakultas Hukum, Rektor Unigoro, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro dan dosen Unigoro.

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso S.Sos, M.Si dalam sambutannya mengatakan, generasi muda di Bojonegoro saat ini adalah cerminan pemimpin di masa mendatang, dan jika mereka ingin menjadi orang besar di masa depan harus memulai untuk mempersiapkan diri mulai sekarang.

Persiapan tersebut salah satunya adalah dengan mampu merevolusi mental mereka, agar tidak mudah terbawa arus mengikuti pergaulan bebas dan narkoba.

"Tentu generasi saat ini adalah generasi yang diuntungkan dengan kemajuan teknologi, dibutuhkan sikap gotong royong di antara mereka untuk saling mengingatkan bahaya narkoba bagi masa depan mereka sendiri. Jika generasi sekarang ingin jadi orang besar, mulai sekarang harus rajin," ujarnya.

Ia juga berharap generasi muda saat ini mampu menjadi pemimpin Bojonegoro di masa depan.

Sementara itu, Sekertaris BEM Fakultas Hukum Unigoro, Muhammad Sobirin menjelaskan bahwa dengan adanya seminar ini diharapkan akan memberikan edukasi bagi para peserta yang merupakan generasi muda agar dapat menjaga diri dari pergaulan bebas dan narkoba.

"Kami dari BEM Fakultas Hukum menyelenggarakan kegiatan ini tentunya dengan tujuan agar para peserta yang ikut seminar bisa paham akan bahaya narkoba dan pergaulan bebas, nantinya kami harapkan mereka akan mampu menjaga diri dan lingkungan sekitarnya agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif tersebut," ungkapnya.

Kegiatan seminar pendidikan moral tersebut mendapat cukup banyak antusias, dan jumlah peserta yang hadir melebihi kuota yang telah disiapkan panitia. (Nik/Lis)

Bersama EMCL, LSM Pattiro Gelar Pelatihan Usaha Bagi Kader Posyandu

    Kamis, Februari 22, 2018  
Reporter: Monika


SuaraBojonegoro.com - Operator Lapangan minyak dan gas bumi Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Pattiro melaksanakan pelatihan pengelolaan usaha bagi puluhan kader posyandu se-Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (22/2/2018). Para kader dari 12 desa di Kecamatan tersebut sudah mendirikan 35 unit usaha untuk menopang kegiatan posyandu di masing-masing desa.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan dan pendampingan sebelumnya,” ucap Manajer Program dari Pattiro, Wiwik Nurwidyanti.

Wiwik menjelaskan, unit usah ini dibentuk sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keberlangsungan pelayanan posyandu di setiap pos pada masing-masing desa.

Pendampingan dan pelatihan diberikan agar usahanya bisa menguntungkan dan bisa memberikan tambahan dana untuk kegiatan posyandu. “Untuk memulai usaha, mereka kita kasih dana stimulan, dan kini usaha mereka sudah berkembang,” imbuhnya.

Pada pelatihan kali ini, jelas Wiwik, para kader diajari pencatatan dan administrasi usaha. Tujuannya, agar usaha yang dijalankan dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada pengurus PKK desa setempat.

“Sejak diberi stimulan pada Juli lalu, Desa Gayam sudah berhasil mengembangkan omsetnya hingga 25 persen,” tuturnya.

Camat Gayam, Akhmad Yusuf, menyambut baik program ini. Menurutnya, kegiatan usaha tersebut wujud semangat kemandirian ibu-ibu kader posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dia mendorong agar para ibu terus bersemangat memajukan usahanya. Dia pun berbagi pengalaman tentang kisah sukses usaha keripik di Kecamatan Sekar. “Kegigihan, inovasi, dan semangat untuk mandiri seperti ini harus kita tiru,” katanya.

Perwakilan EMCL, Galih Tiara mengapresiasi kemajuan yang ditunjukkan para kader. Dia mengatakan, keberhasilan sebuah program adalah keberlanjutan dan kebermanfaatannya. “Ini hasil yang positif yang kita harapkan, dan bisa menginspirasi serta memotivasi yang lain,” tuturnya kepada para kader.

Program yang sudah berlangsung sejak 2015 ini, kata dia, telah menjangkau lebih dari 175 kader posyandu di Kecamatan Gayam. Galih berharap, sinergi ini terus berlangsung demi peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik.

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah mendukung kesuksesan proyek negara di Lapangan Banyu Urip,” pungkas gadis asal Bojonegoro ini. (Nik/Lis)

21 Februari 2018

Beginilah Cara Mahasiswa KKN IAI Sunan Giri Berbagi Ilmu

    Rabu, Februari 21, 2018  
Reporter : Wahyudi

SuaraBojonegoro.com - Menjelang penutupan, Mahasiswa KKN IAI Sunan Giri Bojonegoro bertempat di Desa Panunggalan, Kecamatan Sugihwaras menggelar praktik pembuatan kurma Jawa dan teh raja (rambut jagung) di balai desa setempat, Selasa (20/02/18).

Praktik pembuatan kurma Jawa dan teh Raja, merupakan program unggulan mereka (Mahasiswa KKN, red). Sedangkan penutupan KKN kurang tujuh hari.

Kurma jawa adalah kurma tanpa biji yang dibuat dari bahan tomat. Sedangkan, teh RaJa merupakan teh berwarna kuning kecoklatan terbuat dari rambut jagung paling muda yang memiliki warna hijau kekuningan.

Acara tersebut, dihadiri kurang lebih 60 warga. Terdiri dari ibu-ibu PKK, muslimat, bapak-bapak, serta perangkat desa.

Shering penanganan anak, serta pelatihan motivasi, bersama Siti Sholehah, aktivis parenting dari Surabaya, menjadi rangkaian pertama agenda tersebut.

Bunda leha, sapaannya menyampaikan, motivasi itu bertujuan untuk menggugah kembali ghiroh semangat warga dalam kehidupan sehari-hari, terutama menyangkut kelangsungan pendidikan serta kemajuan pengetahuan anak di zaman millenial.

"Orang tua yang cerdas pasti dapat mengembangkan kreativitas dan keahlian pada diri anak, metode alternatif yang tepat dan cocok harus dilakukan secara bertahap," tutur bunda Leha.

Setelah pelatihan usai, moderator mengarahkan warga ke tempat yang sudah disediakan Mahasiswa KKN untuk membuat kurama Jawa dan teh RaJa.

Dalam kegiatan ini, para warga sangat antusias bergerombol menyaksikan praktik langsung oleh Mahasiswa KKN IAI Sunan Giri Bojonegoro. Beberapa dari mereka terlihat aktif mencoba cara pembuatan kurma jawa dari awal hingga selesai.

Kordes (Koordinator Desa) KKN Desa Panunggalan, Achmad Muttaqin mengatakan, bahwa kurma ini selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,  juga menjadi bahan pengembangan kreativitas untuk mengolah tomat melimpah yang sering terbuang setahun sekali saat panen.

"Pemanfaatan tomat-tomat ini, termasuk pencegahan hasil panen setahun sekali di Desa Panunggalan, yang melimpah ruah sampai tidak terjual, sehingga busuk dan warga mengalami kerugian," pungkasnya. (yud/red)

HIMA FaPerta Unigoro Adakan Pemanfaatan Botol Bekas dan Pekarangan Hidroponik

    Rabu, Februari 21, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com - Himpunan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) Agribisnis menggelar kegiatan pemanfaatan limbah botol dan lahan pekarangan dengan hidroponik, Minggu (18/02/18).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno tersebut dilakukan bersama dengan Kelompok Ibu PKK Desa Sembunglor.

Penanggungjawab kegiatan, Moh Agung Ali Usman mengatakan, kegiatan belajar bersama dengan Ibu PKK ini dilakukan untuk mengurangi limbah sampah botol plastik yang banyak terbuang sia-sia.

Selain itu, menurutnya botol-botol bekas tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat tanaman hidroponik dan dapat dilakukan di pekarang rumah yang tak terpakai.

"Seperti yang kita ketahui saat ini banyak sekali limbah botol yang terbuang sia-sia, dengana adanya kegiatan belajar bersama ini kami ingin memberikan pelatihan pemanfaatan botol bekas dan pekarangan untuk tanaman hidroponik," ujarnya.

Menurutnya, pembuatan botol plastik bekas tersebut menjadi wadah hidroponik tidaklah terlalu sulit, sehingga diharapkan mampu untuk segera diterapkan.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan M.Agr mengungkapkan, dengan adanya pemanfaatan limbah botol plastik dan pekarangan rumah untuk tanaman hidroponik, selain dapat mempercantik pekarangan ada juga potensi untuk mendapatkan penghasilan dari tanaman hidroponik tersebut.

"Kami tentu berharap baik mahasiswa FaPerta Unigoro maupun ibu-ibu PKK yang ikut dalam kegiatan belajar bersama ini dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar, tanaman hidroponik bisa dikembangkan di pekarangan dan memiliki nilai ekonomis jika ditekuni dengan baik," kata ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bojonegoro tersebut.

Universitas Bojonegoro melalui Fakultas Pertanian dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut aktif melakukan pendampingan di bidang pertanian untuk memajukan dan mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Bojonegoro. (liq/yud)

Edukasi Lantas Sejak Dini, Polres Bojonegoro Tandatangani MOU dengan Diknas dan Kemenag Bojonegoro

    Rabu, Februari 21, 2018  
Reporter: Wahyudi

SuaraBojonegoro.com - Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di jalan raya dan melibatkan usia pelajar, Polres Bojonegoro mengadakan penandatangan MoU dengan Diknas dan Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Selasa (20/02/2018) pukul 14.00 WIB di Aula Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro tentang edukasi lantas sejak usia dini.

Acara yang dihadiri langsung oleh Kapolres Bojonegoro selaku pihak yang ingin mencanangkan program tahun keselamatan berlalu lintas dihadiri juga oleh Bupati Bojonegoro yang diwakili oleh Asisten III Yayan Rohman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Drs. Hanafi dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Drs. Munir, 64 Kepala Sekolah dan 128 perwakilan pelajar.

Dalam sambutannya, Kapolres Bojonegoro mengungkapkan bahwa berdasarkan data laka lantas tahun 2017 Sat Lantas Polres Bojonegoro, usia antara 16-30 tahun, pada bulan Desember 2017 sebanyak 28 dan pada bulan Januari 2018 sebanyak 25, angka tersebut menduduki peringkat kedua setelah usia 30-40 tahun, dimana pada usia 16-30 tahun tersebut merupakan usia pelajar atau usia muda. Bahkan menurut data laka lantas, penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas diakibatkan banyak pelanggaran lalu lintas dijalan raya dengan jumlah pelanggar pada usia 16-20 tahun pada bulan Desember 2017 sebanyak 69 pelanggar dan bulan Januari 2018 sebanyak 589 pelanggar, angkat tersebut juga menduduki peringkat kedua setelah usia 20-30 tahun.

"Kurang patuhnya para pengendara terhadap perundangan-undangan lalu lintas merupakan faktor utama penyebab laka lantas," ungkap Kapolres.

Masih menurut Kapolres, bahwasanya dengan diadakannya penandatanganan kesepakatan bersama dengan instansi pendidikan diharapkan lembaga pendidikan yang merupakan tempat menimba ilmu untuk bersama-sama dengan Polisi terutama fungsi Lalu Lintas mencegah terjadinya laka lantas yang melibatkan usia pelajar baik sebagai pelaku maupun korbannya. Melalui lembaga pendidikan pula, diharapkan juga bisa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas tentang keselamatan berlalu lintas dijalan raya.

"Semoga melalui lembaga pendidikan dari SD hingga SMP bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih bisa mematuhi aturan berlalu lintas saat menginjak dewasa, sehingga terjadinya laka lantas bisa diminimalisir," imbuh Kapolres.

Sedangkan tujuan berikannya pendidikan Lalu Lintas di sekolah adalah agar generasi muda secara sadar mampu mengimplementasikan sistem nilai, yaitu etika dan budaya berlalu lintas yang aman, santun, selamat, tertib, dan lancar yang diwujudkan dalam kehidupan sehari- hari. Selain itu juga agar mengubah perilaku pemakai jalan (_*Road user behavior*_), menurunkan pelanggaran dan kecelakaan berlalu lintas serta memberikan info tentang lalu lintas.

"Banyak tujuan yang ingin dicapai dengan program ini yang pada intinya adalah edukasi lalu lintas sejak dini menjadikan generasi muda kedepan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan komitmen bersama stop pelanggaran, stop kecelakaan, Keselamatan untuk kemanusiaan," tutur Kapolres.

Sementara itu, program kerjasama yang telah ditanda tangani bersama adalah memasukkan giat ektrakulikuler SD dan SMP/sederajat berupa pengetahuan tentang lalu lintas serta lara guru akan dilatih anggota lantas untuk menjadi pengajar dengan pola TOT (training of trainer). Training of Trainer atau dalam bahasa Indonesia adalah pelatihan untuk pelatih, definisi secara luasnya adalah adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.

Setelah Kapolres memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah perjanjian kesepakatan bersama antara Polres Bojonegoro dengan Diknas dan Kemenag Kabupaten Bojonegoro serta pemberian buku karya anak SMP N 1 Bojonegoro yang bekerjasama dengan Sat Lantas Polres Bojonegoro yang berjudul "Suara Hati Anak Polisi" yang berisikan tentang suara hati anak seorang polisi, suka duka menjadi anak-anak polisi. (Yud/ADV*)

18 Februari 2018

Pendidikan Karakter Guru oleh EMCL Bersama IHF

    Minggu, Februari 18, 2018  
Reporter: Monika


SuaraBojonegoro.com - Operator Lapangan minyak dan gas bumi Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Indonesia Herritage Foundation (IHF) menyelenggarakan pelatihan Pendidikan Karakter bagi 150 guru di Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (18/2/2018). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Semai Benih (SBB) yang digagas pakar pendidikan nasional, Ratnamegawangi. “Kegiatan kita bagi dalam tiga hari, setiap hari 50 peserta,” ungkap Arfida, perwakilan IHf di Bojonegoro.

Perempuan yang biasa disapa Fida ini menuturkan bahwa pelatihan ini penting untuk terus dilakukan. Para guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendampingan ini harus mendapat pelatihan penyegaran. “Para guru perwakilan sekolah di empat Kecamatan, yaitu Gayam, Kalitidu, Ngasem, dan Dander,” tuturnya.

Fida menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini antara lain adalah penyegaran kembali beberapa materi Pelatihan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) yang sebelumnya telah diterima peserta saat pelatihan yang pertama sejak tahun 2007. Materi-materi tersebut anatara lain adalah Tehnik Pengaliran Pilar Karakter, Komunikasi Efektif dan Aplikasi Pembelajaran Ramah Otak di kegiatan Membaca Menulis dan Berhitung.

“Materi-materi tersebut disampaikan oleh para trainer dari IHF yang sekaligus bertugas menjadi pendamping program Semai Benih Bangsa (SBB) di Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Tuban,” katanya.

Sementara itu, perwakilan EMCL Galih Tiara mengatakan bahwa Program Kemasyarakatan Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas dan didukung oleh PEPC dan BKS ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan kontribusi positif di masyarakat. “Program ini kami harapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,’’ungkapnya.

Sejak tahun 2007 EMCL bekerjasama dengan IHF telah membina 462 guru dari 90 sekolah setingkat TK dan PAUD di Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Tuban untuk menerapkan metode Pendidikan Holistik Berbasis Karakter  dilingkungan sekolahnya.

“Tujuan utama dari penerapan metode ini adalah untuk menciptakan anak-anak yang memiliki karakter yang baik dan unggul di masa yang akan datang,” kata Galih.

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan kemampuan guru dalam menerapkan metode ini dilaksanakan program pendampingan dan pemberdayaan SBB di Bojonegoro, Tuban, dan Blora. Di masing-masing kabupaten ditempatkan koordinator lapangan dari IHF. Mereka membina para guru di lapangan secara rutin dan intensif.

“EMCL juga melengkapi sekolah-sekolah penerima manfaat tersebut dengan alat peraga edukatif,” imbuhnya. (Nik/Lis)

17 Februari 2018

Relawan Lintas Profesi, Mengajar di Sekolahan Terpencil

    Sabtu, Februari 17, 2018  


suarabojonegoro.com - Tidak banyak orang yang benar-benar ingin meluangkan waktunya menjadi pengajar di daerah terpencil di Kabupaten Tuban. Sebagian pendidik, memilih mengajar diperkotaan atau dekat dengan rumah mereka.

Banyak relawan dari berbagai lintas profesi rela cuti untuk mengajar di sekolah dasar (SD) terpencil di Kabupaten Tuban. Diantaranya, tujuh SD di Kecamatan Singgahan. Mereka tergabung dalam kelas inspirasi, rela untuk mengajar di daerah pelosok, pada Sabtu (17/02/18).

Berbagai profesi yang terlibat dalam kegiatan kelas inspirasi ini, diantaranya dari programer, petugas kesehatan, dosen, direktur Bank BPR, engineer telekomunikasi exxon, PT Kereta Api Indonesia

Humas Kelas Inspirasi Tuban, Ulfa mengatakan, kegiatan tersebut sudah dipersiapkan sejak 2017. Dengan rekruitmen relawan panitia hingga rekrutmen relawan pengajar.

Relawan panitia menangani teknis kegiatan. Mulai survei tempat hingga melakukan kegiatan persiapan. Sedangkan, relawan pengajar minimal menekuni profesinya yang siap untuk cuti pada hari inspirasi.

Ulfa mengaku ada sekitar ratusan relawan. Terdiri dari berbagai profesi dan datang dari berbagai kota di Indonesia. Mengajar dan berbagai inspirasi di sekolah yang sudah disiapkan oleh pantia.

Sekolah yang dipilih, lanjut dia, merupakan sekolahan tertinggal di kecamatan tersebut. Dengan bekal profesi yang digeluti masing-masing relawan pengajar, berbagai cerita dan menjadi guru sehari di sekolah itu.

"Mereka bercerita tentang profesinya dan memberikan inspirasi pada anak-anak SD," kata perempuan yang juga Dosen Unirow Tuban itu.

Dia menjelaskan, adanya kelas inspirasi ini untuk memberikan dorongan pada mereka yang ada di daerah terpencil untuk bisa membangun masa depan. Sebab, usia SD ini perlu ada tambahan motivasi dari orang-orang yang sudah ekspert di dunia kerjanya.

"Officer corporate marketing, motion graphic designer, game programmer, pengatur perjalanan kereta api, android engineer, branch controller, psikolog, arsitek, perawat contoh profesinya," kata Ulfa.

Anak-anak SD yang mendapat cerita dari relawan pengajar pun akhirnya ikut terdorong tentang masa depannya. Tak jarang para relawan pengajar yang matanya berkaca-kaca karena terharu melihat semangat anak-anak didik. Bahkan, mereka ingin meluangkan waktunya lebih lama lagi agar bisa bermanfaat untuk negeri.

Ulfa berharap, kelak kegiatan kelas inspirasi bisa terselenggara lagi dan bisa bermanfaat untuk bumi wali. Anak-anak muda di Tuban berharap bisa terus mendarmabaktikan dirinya untuk daerahnya.

"Selain memberikan inspirasi pada anak-anak SD. Panitia juga mengenalkan potensi wisata di Tuban khususnya di daerah selatan. Sebab, para relawan mengajar datang dari berbagai kota di Indonesia," pungkasnya. (ulf/yud)

14 Februari 2018

Pergantian pengurus Omik, STAI Attanwir Adakan Pelantikan

    Rabu, Februari 14, 2018  
Reporter: Abid Amrullah 


suarabojonegoro.com - Dalam kurun waktu satu tahun menjabat sebagai pengurus organisasi intra kampus, pada hari ini Rabu (14/02 /2018) STAI ATTANWIR menyelenggarakan pelantikan pengurus baru.

Dalam acara tersebut yang di lantik meliputi seluruh jajaran Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan himpunan mahasiswa program studi (HMPS) masa khidmat 2018-2019.

Acara yang  bertempat di auditorium Attanwir ini di hadiri oleh seluruh jajaran dewan dosen, seluruh mahasiswa serta mengundang dari sebagian jajaran pengurus OMIK kampus se Bojonegoro.

Presiden Mahasiswa terlantik,M Nurul Huda, mengucapkan banyak terima kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara pelantikan kali ini sehingga bisa berjalan dengan lancar dan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya apabila dalam acara ini ada tindakan maupun ucapan yang mengganjal di hati hadirin.

"Terimakasih kepada seluruhnya yang telah mendukung dan juga memohon maaf yang sebesar-besarnya," tuturnya.

Dalam sambutannya, Drs H. Makhful, selaku PK 3 mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran yang telah di lantik dan juga beliau berharap semoga bagi seluruh anggota yang di lantik pada siang hari ini bisa mengemban mandat dan amanah yang telah kalian pukul.

"Selamat dan sukses selalu semoga bisa mengemban amanah dengan baik," ujarnya.

Beliau juga menambahkan agar seluruhnya saja baik pengurus omik maupun mahasiswa bisa serius dalam menjalankan perkuliahan sehari-hari tentunya juga selalu berpegang teguh pada Akhlakul karimah dan bisa membawa nama baik kampus di mana pun kita berada.

"Tetap serius dalam kuliah serta bersama-sama kita besarkan nama kampus tercinta kita ini," imbuhnya. (Bid/Wan)

12 Februari 2018

MSC 2018, SMK Taruna Raih Juara Harapan 1

    Senin, Februari 12, 2018  
Reporter: Abid Amrullah 

suarabojonegoro.com - MSC 2018 adalah mechanical skill contestevent gelaran mahasiswa Teknik Mesin ITS Surabaya yang di adakan 2 tahun sekali dan tahun ini terselenggara pada hari minggu (11/02 /2018).

Lomba kompetensi siswa SMK tingkat Nasional ini diikuti dari 15 Wilayah Dari seluruh Indonesia. Mulai dari pulau jawa, sumatra, kalimantan dan NTB.

Event ini sebagai pemacu   kompetensi siswa smk agar terus belajar dan berinteraksi langsung dengan praktek yang mana itu adalah tujuan SMK yang mengedepankan skill dan  soft skill.

Dari beberapa event kompetensi siswa, event yang di gelar oleh LBBM ITS Surabaya ini sangat di tunggu-tunggu oleh SMK di Indonesia.

Dari event Nasional tersebut SMK TARUNA Balen ikut serta dan alhamdulillah membuahkan hasil. "Dan kami dari Jurusan Teknik Bisnis sepeda motor astra honda.  Smktaruna alhamdulillah hirobbilalamin mendapat juara harapan 1," ucap Pak Qowin selaku KA prodi Teknik Sepeda Motor Honda.

Rikki firnanda siswa SMK TARUNA yang mendapatkan juara harapan 1. MsC 2018. Ia mengatakan bahwa dalam event ini adalah Perjalanan yang panjang dan melelahkan ketika harus berperang dengan beberapa babak yang harus di lewati oleh siswa kita.

"Perjuangan yang melelahkan dan memeras tenaga," ujarnya

Dengan terselenggaranya acar ini mereka juga berharap di waktu yang akan datang, semoga di event 2 tahun lagi bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. (Bid/Wan)

08 Februari 2018

LPPM Unigoro Motivasi Pemuda Menjadi Pengusaha Pertanian

    Kamis, Februari 08, 2018  

suarabojonegoro.com - Para pemuda yang berasal dari Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan dan Bonorejo, Kecamatan Gayam pada Rabu (7/2) siang tadi mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Pertanian yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, di Rumah Belajar Petani Gayam.

Para peserta yang rata-rata merupakan anak petani, mengikuti diskusi dan sharing untuk memotivasi mereka agar menjadi pengusaha pertanian yang maju.

Kegiatan diskusi dengan didampingi oleh 3 narasumber, yakni Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, Dosen Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr dan anggota LPPM Unigoro Yaumitdin Sugianto, SP.

Minimnya regenerasi petani di Indonesia, khususnya di Bojonegoro, menjadi sorotan dalam diskusi siang tadi. Jumlah petani di Bojonegoro semakin menipis, terutama petani muda yang berusia di bawah 35 tahun.

"Kabupaten Bojonegoro memiliki visi dan misi untuk menjadi lumbung pangan dan energi nasional, tentu hal ini akan sulit terwujud jika melihat bahwa saat ini regenerasi petani sangat minim," ungkap Ketua LPPM Unigoro yang juga dosen Fakultas Pertanian, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperoleh saat ini sebanyak 70% petani di Bojonegoro sudah berusia di atas 50 tahun, hal ini dinilai sangat bertolak belakang dengan semangat Bojonegoro untuk menjadi lumbung pangan nasional.

"Untuk itu kami mencoba menumbuhkan minat para pemuda untuk berani menjadi pengusaha pertanian, dan mengubah mindset bahwa menjadi petani itu sengsara," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ir. Darsan, M.Agr yang juga aktif menjadi pengusaha pertanian. Menurutnya, peluang menjadi pengusaha pertanian untuk bisa sukses sangatlah besar, tentu jika dilakukan dengan manajemen pertanian yang baik.

"Penghasilan menjadi petani itu besar apabila bisa mengelola dengan baik, dengan ilmu manajemen pertanian yang harus dipraktekkan," ucapnya.

Pria yang juga wakil dekan Fakultas Pertanian Unigoro tersebut menuturkan, rata-rata para petani di Indonesia masih menggunakan cara konvensional dalam mengelola lahannya, sehingga tak jarang mereka sering merugi.

"Motivasi untuk para pemuda agar mau menjadi pengusaha di bidang pertanian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas mereka dan memberikan pandangan tentang pertanian yang menguntungkan," lanjut ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bojonegoro tersebut.

Kendala utama yang dihadapi dalam proses regenerasi petani ini terutama berasal dari keluarga petani itu sendiri, yang menghendaki agar anak-anaknya tidak menjadi petani seperti mereka.

Hal ini diamini oleh para peserta yang kebanyakan merupakan anak dari petani.

Selain itu, semakin menipisnya lahan pertanian juga menjadi kendala lainnya. Dengan adanya diskusi siang tadi diharapkan akan mampu menumbuhkan minat para pemuda agar tidak takut menjadi petani.

LPPM Unigoro masih akan melakukan pendampingan kepada para pemuda dan petani di Kecamatan Gayam melalui program Sekolah Lapang Pertanian, dengan difasilitasi oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL).

Selain menggelar pertemuan rutin, LPPM Unigoro juga langsung melakukan praktek lapangan dengan para petani di wilayah tersebut. (Rum/Lis)

07 Februari 2018

JOB PPEJ Mengajar, Bentuk Mencerdaskan Anak Bangsa

    Rabu, Februari 07, 2018  
Reporter: Arum Sekar

suarabojonegoro.com - Sistem kurikulum baru yang diterapkan pemerintah untuk bahan ajar di sekolah lebih mengedepankan pada pendidikan karakter anak didik. Pembelajaran yang bukan hanya peningkatan nilai akademik, namun juga menguatkan pada pendidikan karakter. Sehingga model pembelajaran yang diterapkan lebih beragam. Bukan hanya di dalam kelas.

Salah satu diantaranya dengan mendatangkan pengajar dari luar sekolah. Fungsinya agar anak didik lebih banyak menguasai berbagai macam pelajaran diluar akademik. Hal itu juga yang dilakukan operator minyak dan gas bumi (migas) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

JOB PPEJ Mengajar merupakan program operator pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) WK Blok Tuban Lapangan Sukowati kepada anak-anak Sekolah Dasar. Mereka diperkenalkan dengan proses pengeboran minyak hingga menjadi bahan bakar, para pekerja yang terlibat di dalam pengeboran, juga pengenalan untuk cinta lingkungan. Program JOB PPEJ Mengajar tahun ini bersamaan dengan peringatan hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Supervisor Health, Safety, Environment (HSE) JOB PPEJ, Yulia Retno Setyowati mengatakan, JOB PPEJ Mengajar yang dilakukan di SD Negeri II Campurejo, Kabupaten Bojonegoro ini salah satu tujuannya agar anak didik bisa mengenal lebih dekat bagaimana proses pengelolaan migas dan mengetahui banyak profesi untuk menggantungkan cita-citanya yang lebih tinggi. 

"Jadi lebih banyak berbagi pengalaman dengan mereka (anak-anak). Membaur jadi satu dalam sebuah permainan," ujarnya, Senin (5/2/2018).

JOB PPEJ Mengajar bukan kali pertama dilakukan, sebelumnya juga pernah di lakukan di SDN Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Sebelum melakukan pengajaran di kelas, beberapa pegawai  JOB PPEJ mengajak siswa bermain untuk melatih kekompakan, kerja sama dan strategi. "Karena semua itu nanti bisa diterapkan di dunia kerja," pungkasnya. 

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Campurejo, Endang Wahyuni mengungkapkan, sejak awal SDN Campurejo II menjadi sekolah percontohan dalam pelaksanaan kurikulum K13. Model kurikulum yang diterapkan kepada anak didik lebih menguatkan pada pendidikan akhlaq atau membentuk karakter yang baik terhadap anak. "Jika karakter anak ini sudah baik, nilai akademik juga akan mengikuti," jelasnya. 

Sehingga, lanjut dia, program JOB PPEJ Mengajar ini sangat cocok jika diterapkan di sekolah. Dia berharap, program mengajar yang dilakukan operator migas di wilayahnya itu bisa berlanjut. "Kami berharap JOB PPEJ Mengajar ini bisa terus berlanjut. Apalagi kalau misalnya anak-anak nanti diajak ke lapangan. Sehingga bisa tahu secara langsung proses pengebora itu bagaimana," jelasnya. 

Pendidikan aklak  yang diajarkan kepada anak didik di SDN Campurejo ini, kata Endang, salah satunya melalui seni musik. Beberapa kali, kelompok musik drum band yang dimiliki SDN 2 Campurejo  memenangi perlombaan maupun menghasilkan karya sendiri. Seperti misal mars sekolah. 

Di bidang akademik, SDN Campurejo 2 juga memperoleh nilai tertinggi UNBK tahun 2017 ditingkat Kecamatan. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten berada di urutan ketiga dengan nilai 276,40. (Rum/Wan)

04 Februari 2018

Meriahnya Pekan Ceria, Bersama Komunitas KaDoBO di Temayang

    Minggu, Februari 04, 2018  
Reporter: Abid Amrullah 

suarabojonegoro.com - Kampung Dongeng Bojonegoro (KaDoBO) hari ini mengadakan pekan ceria yang diramaikan oleh  130 peserta dari anak - anak Paud, TK dan SD kelas satu dan dua.

Tema pekan ceria kali ini 'Aneka aktivitas yang memacu kreatifitas dan imajinasi anak' yang mengedepankan nilai kepercayaan diri dan berfikir . Mulai dari bersenam sehat, drama pantomim, dongeng ceria, kreatifitas, sulap ajaib dan Fun game.

Anak - anak merasa sangat senang dan gembira begitupun dengan orang tua anak-anak yang ikut menemani tak luput dari kegembiraan yang terpancar dari raut wajahnya. Seperti yang di katakan oleh Bu Anik salah seorang orang tua murid yang mengaku sangat senang melihat anak anaknya bisa tertawa lepas dan bahagia sebab adanya acara pekan ceria kali ini.

"Anak-anak bahagia semua, dari orang tua juga ikut senang," tuturnya.

Pekan Ceria kali ini Minggu (04/02/2018) yang bertempat di Balai Desa Belun Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro berjalan sesuai harapan seperti yang di tuturkan oleh Kak Ovan selaku ketua panitia pelaksana bahwa kebahagiaan dan keceriaan anak-anak menjadi harapan, lewat acara seperti ini secara tidak sadar mereka juga di bangun karakternya.

"Semua bahagia kamipun ikut bahagia," ungkapnya.

Ia juga menambahkan jika ada dari lembaga pendidikan ataupun sekolah yang ingin bergembira serta belajar bersama bisa menghubungi kita dari tim Kadobo.

"Kita bisa belajar bersama , untuk anak-anak Indonesia yang luar biasa,"pungkasnya. (Bid/Wan)

30 Januari 2018

HMP PBSI IKIP PGRI Bojonegoro Jalin Kerjasama Try Out Plus dengan Yatim Mandiri

    Selasa, Januari 30, 2018  
Oleh: Nastain Achmad


suarabojonegoro.com - Himapunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) IKIP PGRI Bojonegoro jalin kerjasama dengan Yayasan Yatim Mandiri untuk mengadakan Try Out Plus di Ruangan Kampus IKIP. (30/1)
Tujuan diadakannya try out plus ini sebagai persiapan bagi siswa-siswi sekolah dasar (SD) kelas 6 agar lebih cekatan dalam menghadapi ujian nasional dan pendampingan lulus ujian sekolah. Tentunya siswa-siswi yang ikut adalah anak-anak yatim di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pembukaan acara, dihadiri para pengurus Yatim Mandiri Bojonegoro, Pembantu Rektor III, Para Dosen, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta panitia dari HMP PBSI. Setelah itu, Try Out Plus Yatim Mandiri pun dilaksanakan.
“Terselenggaranya Try Out Plus ini bisa menjadi salah satu program kerja HMP dan memperkenalkan HMP ke luar. Kita menjalin kerjasama ini sebagai upaya membantu sesama, terutama anak yatim yang super sekali," tutur Fredy selaku Ketua HMP PBSI.

Acara ini terlaksana sebagai pembelajaran kita untuk lebih terbuka dan berani bekerjasama dalam bentuk apapun dengan pihak luar sebab keuntungannya itu banyak, salah satunya untuk kemajuan kampus IKIP sendiri, ujar Bapak Abdul Ghoni Asror, M.Pd salah satu dosen PBSI pada saat ditemui di ruangan acara.
Pembantu Rektor III, Drs. Heru Ismaya, MH juga sangat mendukung atas terlaksananya acara Try Out Plus ini. Sebab bermanfaat untuk pihak HMP, kampus terutama para anak yatim.

"Saya mendukung sepenuhnya atas acara ini. Yang terpenting bisa memberi manfaat untuk HMP terutama para anak yatim dalam hal ini. Semoga kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan dan bukan hanya dengan yatim mandiri saja tapi kepada instansi atau lembaga lainnya," Kilahnya.

27 Januari 2018

Si Mokos di Ujung Timur Bojonegoro. Koramil Kepohbaru Ceria Bersama Anak Anak.

    Sabtu, Januari 27, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Kodim 0813 Bojonegoro bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bojonegoro melaksanakan lagi Program SI MOKOS (Sarana Interaksi Motor Komunikasi Sosial). Tak ketinggalan pula hadir Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan Si Mokos kali ini dilaksanakan di Wilayah Koramil Kepohbaru tepatnya di SDN Sidomukti 1 dan SDN Simorejo 1. Sabtu (26/01/18).

Kegiatan Si Mokos diawali dengan Kegiatan Utama yaitu anak anak membaca buku cerita dan buku ilmu    pengetahuan bersama Prajurit TNI Koramil Kepohbaru, Pengurus LPA, para Guru serta peserta KKN UINSA.

Sersan Mayor Sudirlan, Bati Komsos Koramil Kepohbaru mengatakan bahwa pengaruh gadget terurama HP sungguh menghawatirkan. Anak anak sudah jarang membaca buku. Si Mokos disini diharapkan bisa memancing kembali minat baca anak anak.

"Acara kemudian dilanjutkan nonton bareng dan belajar dengan video dokumenter latihan para prajurit TNI. Hari ini diputarkan film latihan gabungan 3 Matra TNI dengan Kerjasama TNI AU, TNI AL serta TNI AD dalam mempertahankan NKRI", kat

Kemudian Acara diisi oleh LPA Bojonegoro. Niko dan Supri memberikan 2 buah permainan asah otak, yaitu permainan sambung kata serta permainan Imaginasi. Permainan berlangsung seru dan membuat anak anak kembali bersemangat.

Diakhir sesi Ketua LPA Bojonegoro, Niko Fatkuria, S.Pd memberikan sosialisasi dan praktek dalam melindungi diri dari orang yang tidak dikenal. Dengan dibantu oleh Supri yang berpura pura menjadi penjahat.

"Anak anak belajar cara melarikan diri dan meminta tolong jika ada orang asing ingin berbuat jahat", pungkasnya. (Bim/red).

Unigoro Hadir di Education Fair Tuban dan Lamongan

    Sabtu, Januari 27, 2018  
Reporter : Tata Monika
suarabojonegoro.com - Universitas Bojonegoro kembali hadir dalam kegiatan Education Fair yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah yang ingin mendapatkan informasi tentang dunia perkuliahan. Pada Jum'at, (26/1) pagi tadi, Unigoro hadir di Education Fair 2018 yang dilaksanakan di SMA 1 Muhammadiyah Babat, Lamongan dan SMA Negeri 1 Parengan, Tuban.

Tim Unigoro selain membagi brosur pendaftaran juga memberikan informasi secara langsung kepada para siswa yang penasaran dengan dunia perkuliahan, khususnya di Yellow Campus, Universitas Bojonegoro.

Kepala Biro Kemahasiswaan UNIGORO, Didiek Wahyu Indarta, SH,
S.p1 yang turut mendampingi tim bersama beberapa dosen mengatakan, kegiatan Education Fair seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa maupun pihak kampus.

Selain dapat berbagi pengalaman, dengan adanya Education Fair ini para siswa bisa lebih jelas untuk menentukan kampus yang diinginkan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberi informasi tentang dunia perkuliahan bagi siswa. Tentu mereka bisa memiliki gambaran kampus yang ingin dimasuki setelah lulus nanti," ujarnya.

Kegiatan Education Fair berlangsung meriah dengan antusias para siswa mengikuti acara, baik di lokasi SMA 1 Muhammadiyah Babat maupun di SMA Negeri 1 Parengan.
Universitas Bojonegoro yang merupakan PTS terbaik di Bojonegoro memberikan solusi terbaik untuk menjadi pilihan menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi bagi masyarakat sekitar maupun luar kota Bojonegoro. (Nik/red)

Beri Solusi, LPPM Unigoro Gelar Sosialisasi Pinjaman Modal Petani

    Sabtu, Januari 27, 2018  
Reporter : Monika

suarabojonegoro.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro Jum'at (26/1) menggelar kegiatan Sosialisasi Pinjaman Modal Petani yang merupakan bagian dari Program Sekolah Lapangan Pertanian. Acara tersebut berlangsung di kantor Kecamatan Gayam, dan diikuti oleh 80 peserta yang merupakan petani dari 4 desa, yakni Gayam, Mojodelik, Bonorejo dan Brabowan, Kecamatan Gayam.

Dalam sosialisasi yang difasilitasi oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) itu hadir 4 narasumber, yakni dari Pimpinan BRI Kanca Bojonegoro, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Posramil Gayam dan EMCL.
Para peserta yang mengikuti sosialisasi mendapat gambaran secara gamblang terkait alur peminjaman modal untuk pertanian dari pihak BRI Bojonegoro. Modal menjadi salah satu kendala para petani, sehingga dirasa perlu ada sosialisasi secara langsung.

Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB), Arief Januarso, S.Sos, M.Si yang turut hadir menjadi narasumber mengatakan, kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu tugas dari Universitas Bojonegoro dalam pengabdiannya untuk masyarakat, yakni memberikan solusi nyata terkait permasalahan yang terjadi di lapangan.

"Pihak Unigoro memahami permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh para petani kita, salah satunya masalah permodalan, untuk itu dengan adanya sosialisasi ini petani bisa langsung menanyakan kendala yang dihadapi dalam hal pinjaman modal," ujar pria yang biasa disapa Mas Ayik tersebut.

Ia juga mengharapkan dengan adanya komunikasi yang baik ini dapat mempermudah petani yang ingin meminjam modal pertanian di perbankan.

Sementara itu pihak Exxon Mobil Cepu Limited mengapresiasi Universitas Bojonegoro terkait program pengabdian masyarakat yang dinilai mampu berdampak langsung pada petani di empat desa tersebut.

Dengan adanya sinergi yang baik ini diharapkan akan mampu meningkatkan produksi pertanian yang lebih bermutu dan mensejahterakan petani.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan
pembagian nutrisi untuk tanaman bagi para petani. (Nik/red).

26 Januari 2018

Program Belajar Migas Oleh EMCL Kepada Pelajar, Bagian Dari Pengenalan Operasi Migas

    Jumat, Januari 26, 2018  
Reporter: Monika 

suarabojonegoro.com - Kehidupan manusia tidak lepas dari energi. Energi menjadi kebutuhan dalam menjalankan roda kehidupan masyarakat. Baik itu energi terbarukan maupun energi yang tidak terbarukan memiliki peranan penting bagi manusia. Energi tidak terbarukan di antaranya adalah energi fosil berupa minyak dan gas.

“Bojonegoro termasuk wilayah yang kaya minyak dan gas, sebuah anugerah yang harus kita manfaatkan dengan baik,” ungkap Sendy Aditya Putra, senior engineer dari operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam sesi Belajar Energi Migas di SMK Negeri Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/1/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Sendy menjelaskan berbagai hal tentang potensi migas di Bojonegoro, tentang industri hulu migas, dan tentang peluang berkarir dalam industri ekstraktif tersebut. Ratusan siswa dari kelas X hingga XII nampak antusias menyimak penjelasannya. Bahkan di antaranya ada yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan Sendy.

Program belajar energi migas merupakan salah satu upaya EMCL untuk mengenalkan tentang operasi industri hulu migas kepada pelajar di Bojonegoro. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2012 di berbagai sekolah.

Untuk menarik perhatian peserta, Sendy mengenakan pakaian keselamatan kerja berwarna oranye dan membawa beberapa peralatan seperti kacamata dan sarung tangan.

"Di EMCL, kami sangat mengutamakan keselamatan pekerja. Oleh karena itu, peralatan perlindungan diri wajib dipakai saat bekerja, " jelas Sendy.

Dia juga menyampaikan bahwa EMCL merasa bangga ikut berpartisipasi dalam mendukung pemerintah dalam pengembangan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat yang bernilai positif. Satu di antaranya adalah program pengembangan energi alternatif di masyarakat berupa biogas.

"Biogas dari kotoran hewan merupakan energi terbarukan yang sangat relevan di masyarakat sini, karena sumbernya banyak ditemui di sekitar lingkungan seperti sapi dan unggas," ungkapnya.

Para siswa mengajukan berbagai pertanyaan tidak hanya tentang proses pengambilan minyak itu sendiri. Di antara mereka banyak pula yang melontarkan pertanyaan tentang dampak lingkungan dan kontribusi migas bagi pembangunan di Bojonegoro. Tidak hanya Sendy yang menjawab, bahkan di antara siswa ada yang membantu memberi penjelasan.

“Ini pembelajaran yang baik,” timpal Kusnadi, Kepala Seksi Kurikulum Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Karena belajar dari para praktisi, tutur dia, lebih mengena daripada hanya sekedar teori dari buku di sekolah.

“Jangan takut bertanya, gali semua ilmunya, ini kesempatan langka buat kalian,” ucap Kusnadi memotivasi para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan Pemerintah Kecamatan Purwosari Imam Basuki serta Kepala Sekolah SMKN Purwosari Roedi Agus Setyono.

Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diterima siswanya untuk menerima kegiatan belajar energi migas.

"Dengan adanya kegiatan ini, tentunya kami berharap anak-anak dapat mengenal tentang migas.  Bahkan bisa langsung bertanya ke narasumber tentang apa-apa yang mereka belum ketahui," ujar Roedi.

Kegiatan tidak hanya dilakukan dengan pemaparan materi, namun juga simulasi permainan yang menarik minat para siswa. Dalm simulasi tersebut para siswa dikenalkan dengan berbagai istilah tentang minyak bumi dan turunannya.

EMCL menyelenggarakan kegiatan ini bekerjasama dengan mitranya, yaitu Yayasan Kampung Ilmu dari Purwosari. Sebagai tambahan, Kampung Ilmu mengajak para siswa belajar menulis. Kali ini narasumbernya Muhammad Rokib, jurnalis dan pimpinan media di Bojonegoro.

Menurut Rokib, dalam menulis berita, yang ditonjolkan adalah fakta-fakta yang ditemui di lapangan. Kalimat yang digunakan sangat informatif dan tidak bertele-tele. “Berbeda dengan menulis surat cinta,” ucapnya seraya berkelakar.

Materi menulis ditambahkan Kampung Ilmu sebagai upaya untuk mengenalkan dunia penulisan dan jurnalistik. Harapannya, siswa bisa menyerap materi dengan menuliskannya kembali. Pasa sesi itu, siswa juga diajak untuk praktek menulis. “Para siswa cukup antusias,” kata Rokib berkomentar.

25 Januari 2018

Satmenwa Universitas Bojonegoro Gelar Pradiklatsar Angkatan LXXI

    Kamis, Januari 25, 2018  
Reporter : Monika

suarabojonegoro.com - Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) Universitas Bojonegoro pada 18-21 Januari lalu menggelar Pradiklatsar angkatan LXXI yang berlangsung di Kampus Universitas Bojonegoro.

Kegiatan tersebut merupakan program kerja Satmenwa Unigoro yang merupakan wadah keikutsertaan mahasiswa dalam usaha bela negara.

Dalam Pradiklatsar tersebut diikuti oleh 8 orang peserta dari mahasiswa Unigoro, dan kegitan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Slamet Kyswantoro SE, MM.

Dalam sambutannya, Rektor Unigoro berpesan agar para peserta yang
mengikuti kegiatan Pradiklatsar kali ini untuk bisa lebih disiplin dan lebih baik.

Di kegiatan ini para peserta mendapat arahan langsung dari Kodim 0813 Bojonegoro, dimana para peserta berkunjung langsung ke Markas Kodim 0813 untuk pelatihan pengetahuan tentang senjata.

"Diharapkan para peserta bisa menjadi kader-kader Satmenwa Unigoro yang berdisiplin tinggi, bermoralitas, bertanggung jawab serta beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT", katanya. (Nik/lis).

24 Januari 2018

Ketua Yayasan Suyitno : Hati-Hati Dengan Berita Bohong Atau Hoax

    Rabu, Januari 24, 2018  
Reporter : Monika

suarabojonegoro.com - Bertempat di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tenagah, hari ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) menggelar sosialisasi Pendidikan bagi pemilih pemula dengan tema "Pemilih Cerdas Di Jaman Now(Milenial)". Hadir dalam acara tersebut, Akademisi Ketua Yayasan Suyitno, sekaligus Dosen dari Universitas Bojonegoro (Unigoro), Arifin selaku Komisioner KPUD, Kabupaten Blora, serta Panwaslu, Lulus Mariyonan. (Rabu (24/01/18).

Dalam pemaparannya, Arief Januarso, menyampaikan bahwa di Pemilihan Kepala Daerah 2018 mendatang, para pemilih diharapkan untuk tidak salah pilih dalam menentukan pilihannya mendatang. Dirinya berharap para pe
milih harus melihat visi misi, rekam jejak serta program dari calon.

"Apalagi bagi generasi pemilih pemula dan merupakan anak jaman now", katanya.

Acara yang dihadiri oleh para siswa dari Sekolah Mengah Atas (SMA) sederajat tersebut se-Kecamatan Kradenan tersebut, Arif Januarso, mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati dengan maraknya berita bohong atau Hoax.

"Tahan jempol untuk tidak keburu-buru melakukan share berita. Harus dicek terlebih dahulu Informasi yang diperoleh", ujarnya.

Sementara itu, Siswo Gunawan, selaku Ketua penyelenggara menyampaikan bahwa dengan digelarnya acara tersebut bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa seba
gai pemilih pemula, agar para siswa mengetahui hak serta kewajibannya. Agar nantinya para pemilih oemula ini natinya dapat melaksanakan serta menggunakan hak pilihnya sebagai warga Negara.

"Untuk Jawa Tengah ada tujuh Kabupaten Kota yang melaksanakan Pilkada dan Pemilihan Gubernur", pungkasnya. (Nik/red).

© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9