31 Desember 2017

Waspada Penipuan Tenaga Kerja

    Minggu, Desember 31, 2017  
Reporter: Team Advetorial


suarabojonegoro.com - Hati-hati dengan penipuan berkedok lowongan pekerjaan di sejumlah perusahaan salah satunya adalah di PT Pertamina EP Cepu (PEPC).

Penipuan berkedok pencarian tenaga kerja di PEPC ini saat ini marak terjadi apalagi PEPC memiliki proyek pengembangan gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) sehingga memancing segelintir orang maupun kelompok memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan yang negatif, yakni penipuan tenaga kerja.
Modus penipuannya antara lain dengan menjaring lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui modus mengirimkan surat  ke alamat tempat tinggal maupun alamat surat elektronik pribadi (email). Surat berisi pemberitahuan itu meminta kandidat karyawan untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran ke rekening tertentu atas akomodasi dan fasilitas yang akan diterima ketika dilaksanakan proses seleksi serta biaya-biaya lainnya.

Foto: Contoh penipuan yang terjadi akhir tahun 2016

Menurut PGA & Relation Manager PEPC, Kunadi, menyampaikan bahwa Perusahaannya tidak pernah memungut biaya apapun untuk akomodasi, biaya seragam maupun kepentingan lainnya bagi calon pelamar kerja. Pria asal Pati ini menghimbau masyarakat Indonesia,  khususnya yang tinggal di sekitar Kabupaten Bojonegoro  atau Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk tetap waspada terhadap penipuan tenaga kerja semacam ini. PEPC  tidak pernah melakukan  proses seleksi karyawan dengan melibatkan adanya pungutan liar atau pembayaran sejumlah uang.

Dikatakan jika pihaknya membutuhkan tenaga kerja baru, maka rekuitmen akan dilakukan dengan cara mengumumkannya secara terbuka melalui media massa atau melalui situs resmi yang ditentukan oleh Perusahaan.

Begitu juga bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi awal akan mendapatkan pemberitahuan resmi untuk mengikuiti proses seleksi tahap selanjutnya. Dan pemberitahuan itu akan dikirimkan melalui surat elektronik resmi dari PEPC . Bukan melalui surat elektronik seperti hotmail, yahoo, gmail, dan lain sebagainya.

Manajemen meminta jika lulusan perguruan tinggi ataupun masyarakat luas mendapatkan indikasi penipuan yang serupa dan mengatas-namakan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) bisa mengambil langkah seperti :
Tidak memberikan respon kepada janji-janji penawaran kerja/bisnis yang berasal dari orang atau alamat surat yang anda tidak ketahui atau meragukan.
Jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapapun yang tidak dikenal/dipercaya.  Apabila mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain atau orang tersebut mengunggahnya melalui situs yang tidak dapat dipercaya mohon untuk melaporkan kejadian tersebut pada aparat penegak hukum.

Mohon untuk waspada terhadap informasi dari alamat yang bukan alamat kantor atau email resmi PEPC, misalnya email dari yahoo.com; gmail.com; baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang meminta sejumlah uang.

Foto dari ki-ka: Para pekerja yang masuk seleksi dan bekerja di Proyek JTB

Sebagai informasi Proyek EPC- GPF di Jambaran-Tiung Biru ini dikerjakan oleh EPC-Kontraktor yaitu Konsorsium PT Rekayasa Industri – PT JGC Indonesia dan JGC Corporation.
Modus penipuan juga mungkin terjadi dengan mengatasnamakan EPC Kontraktor tersebut dan Sub Contractornya; mencatut nama Pejabat Forpimda Provinsi Jawa Timur/Jawa Tengah, mencatut nama Pejabat Forpimda Bojonegoro; mencatut nama Pejabat Forpimka di Kecamatan serta Kepala Desa di sekitar Area Project JTB.

29 Desember 2017

Program Pengembang Industri Kreatif Batik Jonegoroan SKK Migas - EMCL. Semangat Pantang Menyerah Perempuan Gayam

    Jumat, Desember 29, 2017  
Reporter: Team Advetorial

Bagi Ngasruroh, menyandang disabilitas bukan menjadi halangan untuk berkarya. Melalui membatik, selain menambah penghasilan juga meningkatkan kreativitas untuk ditularkan kepada keluarga dan sesama penyandang disabilitas lainnya.
suarabojonegoro.com - Di antara desiran angin yang hangat di sore itu, nampak seorang wanita dengan sebuah penyangga kaki (kruk) mulai menata kain katun putih berukuran dua meter di atas sebuah meja khusus di salah satu ruangan rumah yang sangat sederhana. 
Setelah kain terpasang rapi, Ngasruroh, warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu, mulai menyiapkan peralatan membatik. 
Keluwesan tangan Ruroh, sapaan akrab perempuan 38 tahun itu, membuat hasil cap batik dengan motif daun jati terlihat sempurna. Tidak ada kesalahan sedikitpun dalam mengecap pola-pola tersebut meski terlihat sangat sulit jika tidak benar-benar sigap dan teliti.
"Harus pas ngecapnya, kalau tidak, bisa meluber dan tidak rapi," ujarnya.
Nampak bahan-bahan mentah seperti malam (lilin, Red.),  krengsengan, dan pewarna pakaian terserak di lantai rumahnya yang masih berupa tanah.
Setelah pengecapan selesai, dengan cekatan, wanita berhijab itu membentangkan hamparan kain untuk diangin-anginkan agarmalam dan pewarna pakaian sebagai bahan dasar membatik kering sempurna.
"Dibeberkan saja atau diangin-anginkan, kalau dijemur malam hari maka motifnya akan luntur atau meleleh," imbuhnya.
Setelah kering, Ruroh menyiapkan bak besar yang biasa digunakan memandikan bayi untuk melakukan penguncian warna. Cukup menggunakan 500 mililiter larutan penguat warna yang lazim disebut water glass ini.
Dengan menyandarkan kruk di tiang rumahnya yang terbuat dari papan kayu, wanita yang masih belum berumah tangga ini kemudian mulai memasukkan lembaran kain yang sudah berpola ke dalam bak. Diperasnya kain tersebut agar water glass bisa membasahi dan mengunci pola itu. Tujuannya, agar malam yang digunakan sebagai bahan dasar tidak luntur dan hilang.
"Setelah ini, ya dibentangkan dan diangin-anginkan lagi," ucapnya.
Tidak ada kata menyerah dalam proses membatik, baginya, menyandang disabilitas bukan halangan untuk berkarya. Membatik menjadi hal yang membanggakan dalam hidupnya. Bagaimana tidak, dalam waktu empat bulan saja, sudah banyak pesanan batik hasil karyanya. Mulai dari tetangga sekitar, sekolah, saudara, sampai Bupati Bojonegoro.
"Saya tekadnya akan terus membatik, dibantu adik saya, yang mengantarkan pesanan," tuturnya mantap.
Pendapatan dari membatik inipun bisa menambah penghasilan keluarga Ruroh yang hanya mengandalkan hasil tani saudara iparnya. Setiap bulan, bersama adik perempuannya itu, dia bisa meraih untung bersih hingga Rp500.000, yang digunakan selain untuk menambah modal, juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Ilmu membatik ini tidak didapatkan begitu saja. Ruroh bersama 21 warga lainnya di Kecamatan Gayam, belajar membatik mulai dari dasar. Mereka tergabung dalam Program Pengembangan Industri Kreatif Batik Jonegoroan yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Selama mengikuti program, penerima manfaat program didampingi oleh mitra EMCL, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, yaitu Ademos.  
"Awalnya tidak bisa, tapi karena dukungan keluarga akhirnya bisa dan alhamdulilah kata orang-orang hasilnya bagus," tutur dia yang kini sudah memiliki rumah produksi batik Al-Falah.
Ruroh juga sempat mengikuti acara yang digelar Pemkab Bojonegoro bertajuk Bojonegoro Fashion & Art Award pada awal November lalu. Hasilnya, Bupati Suyoto memesan satu set kain batik miliknya.
"Saya tidak menyangka, sampai Bupati saja memesan kain batik saya. Itu menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan usaha batik ini," ucapnya berseri-seri.
Sekretaris Ademos, Ahmad Shodiqurrosyad, mengungkapkan, Program Pengembangan Industri Kreatif Batik di Kecamatan Gayam ini diinisiasi EMCL sejak Juli 2017. "Dalam pelatihan ini para peserta mendapat penguasaan tehnik membatik dan kewirausahaan," jelasnya.
Untuk program ini, para penerima manfaat seperti Ngasruroh telah menerima peralatan dan perlengkapan membatik, fasilitas rumah produksi berupa instalasi pembuangan air limbah (IPAL) batik, tas batik, dan katalog batik. Mereka juga memperoleh akses ke koperasi sebagai fasilitas produksi dan ke Toko Bojonegoro sebagai fasilitas pemasaran serta akses kepada seluruh jejaring produsen batik yang sudah dimiliki Ademos. "Kita akan terus melakukan pendampingan, sampai mereka sukses nantinya ke depan," tegasnya, berkomitmen.
Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Dave A Seta menjelaskan, program pengembangan batik Jonegoroan sudah dirintis EMCL sejak tahun 2010. EMCL mendukung pengembangan potensi lokal Bojonegoro ini sebagai dukungan atas semangat kemandirian, kreativitas, dan memperkaya budaya lokal. “Batik Jonegoroan ini sekaligus menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro,” ucapnya.
Atas persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), EMCL melaksanakan berbagai program kemasyarakatan dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan di masyarakat sekitar wilayah operasi. Dalam mewujudkannya, EMCL mengacu pada tiga pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. “Program batik ini merupakan komitmen kami dalam program pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi EMCL,” kata Dave.
Dave menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung terwujudnya kesuksesan proyek negara di Lapangan Banyu Urip. Menurutnya, tanpa dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kesuksesan tersebut sulit tercapai. “Oleh karenanya, sinergi dan kolaborasi yang baik ini seyogyanya bisa terus berkelanjutan,” pungkasnya seraya berharap. [Team]

28 Desember 2017

Program energi alternatif SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited. Terus Untung dengan Biogas dari Kotoran Burung Puyuh

    Kamis, Desember 28, 2017  
Reporter: Team Advetorial

suarabojonegoro.com - Senyum Sutarman terus mengembang. Usaha telur puyuh yang dirintis pria 57 tahun ini, perlahan-lahan mulai berkembangSetiap hari dia bisa menjual 30-40 kilogram telur. Selain burung puyuh, dia juga memelihara ratusan bebek petelur, sapi, dan kambing dalam satu area kandang. Setiap 30 menit sekali, pria yang dibantu istrinya Tampar (56) ini merebus puluhan telur puyuh hingga berkali-kali. Tidak nampak kekhawatiran sepasang suami-istri tersebut kehabisan gas sebagai bahan bakar untuk memasak telur berukuran kecil itu yang nantinya dijual ke kota.
"Tidak masalah mau pakai kompor gas sampai kapanpun, karena ini gratis," ujar pria yang dulunya menjadi petani ini sambil menunjuk api biru terang yang memancar dari tungku kompor di sudut dapurnya. Kakek  tujuh cucu ini memperlihatkan bagaimana kompor tersebut mengeluarkan api biru yang biasa dihasilkan oleh tabung gas elpiji (Liquefied Petroleum Gas) pada umumnya.
Tentu saja, api itu muncul dari gas yang dihasilkan dari kotoran burung puyuh peliharannya. Karena, dari kotoran 5,000 ekor burung puyuh itulah, keluarga sederhana ini bisa menjalankan usahanya tanpa harus mengeluarkan biaya banyak untuk membeli gas elpiji. Kotoran yang awalnya dianggap tidak berguna, kini oleh pria berkumis tipis itu diolah kembali dan bisa menghasilkan energi alternatif berupa biogas. 
Nampak, diatas kompor terdapat pipa kecil yang menyalurkan gas dari alat yang disebut reaktor biogas. Reaktor itu berada di halaman depan rumah, tepat dipinggiran ladang kosong. Jika kompor dinyalakan, maka  gas akan mengalir dari reaktor gas ke kompor melalui pipa sepanjang lebih dari 6 meter.Dengan energi alternatif berupa biogas itulah,Sutarman dan istrinya, tidak perlu mengeluarkan Rp20.000 setiap minggu untuk membeli gas elpiji. 
"Biasanya pakai kotoran sapi, tapi saat dicoba menggunakan kotoran burung puyuh ternyata bisa," ungkapnya.
Setiap harinya, untuk menghasilkan biogas tersebut hanya perlu mengolah 30 kg kotoran burung puyuh untuk dijadikan biogas.  Dari situlah, gas alternatif tersebut bisa menyalakan api biru rata-rata 15 jam per hari bahkan lebih. "Saya tidak menyangka, dengan ternak unggas ini bisa menghasilkan pembakaran yang ramah lingkungan, aman, dan tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sangat menguntungkan untuk bisnis kecil-kecilan seperti ini," ungkapnya. 
Dari menjual telur puyuh ini, setiap harinya Sutarman menerima keuntungan bersih Rp100.000 sampai Rp150.000 dari tengkulak. Penghasilan yang lumayan besar, bagi mantan petani seperti dirinya. 
Keberadaan biogas ini tentu saja tidak datang begitu saja. Karena untuk membuat satu reaktor biogas permanen yang dimiliki Sutarman, berkisar antara Rp10-12 juta. Dia merupakan satu di antara 176Kepala Keluarga di Bojonegoro dan Tuban yang mendapat stimulus berupa reaktor biogas dari program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS) yang merupakan inisiatif dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Blok CepuDalam melaksanakan program yang sudah berlangsung sejak 2014 lalu ini, EMCL dengan dukungan SKK Migas menggandeng Yayasan Trukajaya yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan program biogas untuk masyarakat dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi alternatif yang terbarukan. 
Perwakilan Yayasan Trukajaya, Eli Supriyatno, mengatakan, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap gas untuk rumah tangga sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa kebijakan Pemerintah yang salah satunya adalah mengurangi penggunaan minyak tanah dan menggantinya dengan elpiji. Pada saat yang sama, apabila elpiji sedang susah didapatkan, masyarakat memilih menggunakan kayu bakar di hutan yang jumlahnya terbatas. “Sementara jika menggunakan minyak tanah, harganya pun mahal dan ketersediaan minyak tanah juga sudah langka saat ini,” ungkapnya.
Di sinilah biogas menjadi alternatif bagi kebutuhan gas untuk rumah tangga. Biogas adalah gas Metana yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik dari material organik yang dilakukan oleh bakteri metanogonikMetana adalah zat yang tidak terlihat dan tidak berbau. Hasil pembakaran gas Metana ini berwarna birutidak berasap, dan lebih panas dari minyak tanah, arang dan bahan bakar tradisional lain.
Elmelanjutkan, sumber utama biogas adalah kotoran ternak yang mudah dijumpai di masyarakat dan belum termanfaatkan dengan baik. “Oleh karena itu, EMCL dan Trukajaya menyelenggarakan program biogas ini sebagai salah satu upaya penyebarluasan penggunaan energi alternatif yang terbarukan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, DaveA. Seta menjelaskan, EMCL menyadari akan pentingnya energi alternatif terbarukan sebagai jawaban atas semakin menipisnya cadangan energi dunia yang berasal dari minyak dan gas bumi. Bagi EMCL, energi sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmennya itu, EMCL memberikan program kemandirian masyarakat melalui penggunaan energi secara bijak, berupa pengembangan energi alternatif biogas yang terbarukan dalam Program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS).
EMCL bersama masyarakat telah membangunsetidaknya 176 reaktor biogas di enam desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dan satu desa di Kabupaten Tuban. Di wilayah yang sama, EMCL juga melatih 55 tukang biogas. Tukang-tukang inilah yang akan menjadi ahli biogas agar bisa melakukan perawatan reaktor biogas di wilayahnya, sekaligus terus mengkampanyekan penggunaan energi alternatif.
EMCL berharap melalui program ini juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas dan pemanfaatan produk sampingannya. 
Program Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan kontribusi positif di masyarakat. “Program ini kami harapkan akan meningkatkan kualitas ekonomi dan kapasitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,’’ tutur Dave. Ditambahkan Dave, “Setidaknya dengan adanya biogas, biaya pembelianelpiji bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
Untuk mencapai tujuan itu, EMCL berpegang pada komitmen yang menerapkan standar etika yang tinggi dengan mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, serta menghormati budaya lokal dan nasional. “Sembari tentunya, menjalankan operasi yang aman dan bertanggung  jawab,’’ tegasnya. [Team/Adv]

21 Desember 2017

Waspada Penipuan Tenaga Kerja

    Kamis, Desember 21, 2017  
Reporter : Iwan Zuhdi
suarabojonegoro.com - Hati-hati dengan penipuan berkedok lowongan pekerjaan di sejumlah perusahaan, salah satunya adalah di PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Sebab PEPC tidak pernah membebankan para pencari kerja dengan berbagai jenis biaya akomodasi dan biaya lainnya.

Penipuan berkedok pencarian tenaga kerja di PEPC saat ini marak terjadi, apalagi PEPC memiliki proyek pengembangan gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) sehingga memancing segelintir orang maupun kelompok memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan yang negatif, yakni penipuan tenaga kerja.

Modus penipuannya adalah dengan menjaring lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui modus mengirimkan surat ke alamat tempat tinggal maupun alamat surat elektronik pribadi (email). Surat berisi pemberitahuan itu meminta Kandidat karyawan untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran ke rekening tertentu atas akomodasi dan fasilitas yang akan diterima ketika dilaksanakan proses seleksi.

Menurut PGA & Relations Superintendent PEPC, Abdul Malik menegaskan, pihaknya tidak pernah memungut biaya apapun untuk akomodasi maupun kepentingan apapun bagi calon pelamar kerja. Pria Bojonegoro ini menghimbau masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di sekitar Kabupaten Bojonegoro atau Propinsi Jawa Timur untuk tetap waspada terhadap penipuan tenaga kerja semacam ini. PEPC tidak pernah melakukan proses seleksi karwayan dengan melibatkan adanya pungutan liar atau pembayaran sejumlah uang.

“Sebab itu tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan kami. Dan aturan di Fungsi Human Capital PEPC bahwa PEPC tidak pernah meminta uang atau pembayaran dari pelamar dalam setiap tahapan rekrutmen,” ungkap Abdul Malik.

Dikatakan, jika pihaknya membutuhkan tenaga kerja baru, maka rekuitmen akan dilakukan dengan cara mengumumkannya secara terbuka melalui media massa atau melalui situs resmi www.pepc.pertamina.com atau www.recruitment.pertamina.com.

Begitu juga bagi pelamar yang memenuhi kualifikasi awal akan mendapatkan pemberitahuan resmi untuk mengikuti proses seleksi tahap selanjutnya. Dan pemberitahuan itu akan dikirimkan melalui surat elektronik resmi PEPC. Bukan melalui surat elektronik seperti hotmail, yahoo, gmail dan lain sebagainya.

Manajemen meminta jika lulusan perguruan tinggi ataupun masyarakat luas mendapatkan indikasi penipuan yang serupa dan mengatas-namakan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) bisa mengambil langkah seperti:

1. Tidak memberikan respon kepada janji-janji penawaran kerja/bisnis yang berasal dari orang atau alamat surel yang anda tidak ketahui atau meragukan.
2. Jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapapun yang tidak dikenal/dipercaya. Apabila mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain atau orang tersebut mengunggahnya melalui situs yang tidak dapat dipercaya mohon untuk melaporkan kejadian tersebut pada aparat penegak hukum.
3. Mohon untuk waspada terhadap informasi dari alamat yang bukan milik PEPC, seperti contoh email dari yahoo.com; gmail.com; baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang meminta sejumlah uang.
 (Wan/ADV)
*Teks Foto; Para pekerja yang masuk seleksi dan bekerja di Proyek JTB dan Contoh penipuan yang terjadi akhir tahun 2016.

18 Desember 2017

PEPC Serah Terimakan Program Kemasyarakatan

    Senin, Desember 18, 2017  
Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Dalam kesempatan sosialisasi proyek pengembangan lapangan Gas Jambaran -Tiung Biru yang diadakan di Anglingdharmo Kabupaten Bojonegoro, hari ini (18/12/2017) PT Pertamina EP Cepu menyerahterimakan 10 program kemasyarakatan kepada para pemanfaat dari desa dan instansi yang bersangkutan.

Jamsaton Nababan sebagai Direktur Utama PEPC secara langsung memberikan simbolis kepada pemanfaat disaksikan oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Dalam kesempatan tersebut, Jamsaton menyatakan ikut bangga karena PEPC turut berpartisipasi meningkatkan kapasitas masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi JTB.

Sementara itu, pemanfaat program batik, Ibu Hartutik dari Desa Bandungrejo mengaku senang mengikuti program yang diadakan oleh PEPC terutama karena membantunya meningkatkan pendapatan.

Program yang diserahterimakan hari ini antara lain; Program Pelatihan Teknik Terapan Otomotif; Program Peningkatan Kreativitas Perajin Batik; Bantuan Peralatan Informasi & Teknologi untuk Pendidikan Dasar; Program Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu (Sehati); Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Optimalisasi Peran BUMDes; Program Peningkatan Infrastruktur Publik Lapangan Volly Kec. Ngasem; Pengaspalan Jalan Poros Celangap - Bandungrejo; Program Papan Informasi Masyarakat; Bantuan Pengerasan Jalan Usaha Tani; Bantuan Perbaikan Lampu Traffic Light Simpang Empat Clangap. (Wan/Lis)

14 Desember 2017

PEPC Terima Persetujuan Desain Proyek Pengembangan Gas Unitisasi JTB dari Ditjen Migas

    Kamis, Desember 14, 2017  
Repoerter: Team

suarabojonegoro.com , Jakarta - Pemerintah c.q Kementerian ESDM menyerahkan Persetujuan Desain Proyek Pengembangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Gedung Migas, Kamis (14/12). Penyerahan persetujuan dilakukan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Patuan Alfon Simanjuntak kepada Direktur Utama  PEPC Jamsaton Nababan.

Dengan diperolehnya persetujuan desain ini, PEPC bersama Konsorsium pelaksana pekerjaan dapat melaksanakan pembangunan proyek JTB sesuai dengan kaidah-kaidah keteknikan dan instalasi, sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2017 tentang Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan Pada Kegiatan Usaha Migas.

PEPC merupakan KKKS pertama yang mendapatkan persetujuan desain dari Ditjen Migas, setelah dikeluarkannya Permen ESDM Nomor 38 Tahun 2017.

Penelaahan desain untuk mendapatkan Persetujuan Desain dilakukan  oleh Tim Proyek JTB PEPC secara In House bersama Ditjen Migas dan Institusi terkait, penelahaan desain  meliputi pemenuhan regulasi migas, manajemen resiko, sistem keselamatan proses serta dokumen lingkungan, penggunaan standar dan penerapan kaidah keteknikan yang baik, komitmen pemanfaatan industri dalam negeri dan rencana TKDN barang atau jasa atau gabungan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan, dalam proses penelahaan desain, Pemerintah sempat meminta agar dilakukan penambahan tingkat komponen dalam negeri yang kemudian dimasukkan dalam persetujuan desain.

Dalam pelaksanaan pembangunan proyek JTB, PEPC diharapkan melakukannya dengan baik dan menghindari terjadinya kecelakaan migas. “Harapan kita semua, selama proyek pembangunan, tolong diawasi secara baik. Kalau bicara keselamatan migas, hindarilah kecelakaan pekerja. Hindarilah terjadinya kecelakaan-kecelakaan atau bahkan menimbulkan yang tidak baik terhadap publik karena memang itu yang harus dijaga selama pembangunan proyek,” kata Alfon.

Dirut  PEPC Jamsaton Nababan dalam kesempatan  tersebut, mengucapkan terima kasih atas dukungan Ditjen Migas dalam pelaksanaan pembangunan proyek JTB. Diharapkan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, tepat anggaran, tepat spesifikasi dan tepat hasil.

“Suatu keberuntungan bagi PEPC bahwa PEPC merupakan KKKS yang pertama memperoleh persetujuan desain sesuai Permen dan Undang-Undang. Tidak sebatas persetujuan ini saja, mudah-mudahan keberuntungannya mengikuti proyek JTB dan ending-nya dari tahap proyek ini yang kita harapkan on time, on budget, on specs dan on return  (OTOBOSOR). Sehingga yang diharapkan oleh Pemerintah terhadap proyek ini akan bisa terpenuhi. Bukan hanya harapan Pemerintah saja, melainkan juga menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke terutama Masyarakat Bojonegoro,” ujar Jamsaton. (Team*)

Meningkat, Produksi Blok Cepu di Atas 200.000 Barel per Hari

    Kamis, Desember 14, 2017  
Reporter: Sasmito Anggoro


suarabojonegoro.com - Disampaikan oleh Operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bahwa, produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sudah stabil di atas 200.000 barel perhari (BPH), seperti yang disanpaikan olej juru Bicara EMCL Rexy Mawardijaya juga menegaskan bahwa Produksi Blok Cepu pada Oktober 2017 sempat mencapai angka 208.000 BPH. Kamis (14/12/17).

Menurut Rexy, pada saat kegiatan bersama awak media beberapa waktu lalu menerangkan terkait pencapaian produksi itu sebagai realisai yang pernah disampaikan Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto. Puncak produksi di Lapangan Banyuurip sendiri, lanjutnya, sudah terpenuhi sejak awal 2016.

"Jika saat ini produksinya di atas 200.000 BPH, itu artinya target puncak produksi di kasaran 165.000 sampai 185.000 BPH sudah terlampaui," Kata Rexy.

Rexy menambahkan, saat ini EMCL juga sedang mengembangkan lapangan Kedung Keris, dengan target produksi bertahap hingga 10.000 BPH. (Sas*)

11 Desember 2017

Program Pengembangan Sekolah SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)

    Senin, Desember 11, 2017  

Kualitas Pendidikan Meningkat, SMP Negeri 1 Gayam Makin Membanggakan


Reporter: Team Advetorial


suarabojonegoro.com - Suasana tenang dan asri sangat terasa saat memasuki pintu masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gayam, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ratusan siswa di masing-masing ruangan kelas nampak mengikuti pelajaran dengan riang gembira. Tidak ada raut ketegangan saat para guru memberikan mata pelajaran. Di sebuah ruangan, terlihat seorang siswa dengan semangat memeragakan sebuah teori dari mata pelajaran matematika menggunakan alat peraga di tangannya. Meski waktu istirahat siang sudah tiba, namun tidak menyurutkan semangat belajar para siswa untuk menuntut ilmu.

Wahyudi melangkah perlahan menelusuri lorong kelas sambil sesekali tersenyum bangga. Sambil menunjukkan berbagai lokasi dan kegiatan, Kepala Sekolah SMPN 1 Gayam ini semangat bercerita. Kemajuan-kemajuan yang dicapai sekolah tersebut diceritakannya satu persatu. Dari semua yang diupayakan, setidaknya sekarang dia tidak lagi khawatir anak didiknya meloncat pagar dan meninggalkan kelas pada jam-jam pelajaran terakhir. Tidak lagi menelusuri gang-gang sempit hanya untuk menemukan siswa merokok atau bersantai ria meski jam sekolah belum berakhir.

"Sejak tiga tahun terakhir, sudah tidak ada lagi siswa yang membolos," katanya bangga.

Mengubah kebiasaan dan perilaku siswa yang terjadi dari tahun ke tahun dalam lingkungan yang sama tidaklah mudah. Butuh perhatian khusus dan kesabaran ekstra untuk melakukan hal tersebut, terlebih di daerah yang tergolong pelosok seperti di Desa Gayam kala itu.

"Semua perubahan tersebut kami raih dengan kerja keras dan dukungan dari ExxonMobil melalui berbagai program yang diberikan," tegasnya.

Teknik pembelajaran yang tidak hanya sekedar teori mulai dipraktekkan semua guru. Tidak hanya sekedar berceramah atau bercerita saja, tetapi siswa dibebaskan untuk mendapatkan cara belajarnya sendiri.

Cara belajar yang menyenangkan tentu akan membuat siswa betah belajar di sekolah. Berbagai metode pembelajaran juga diberikan agar lebih mudah dipahami dan dimengerti. Cara seperti ini ternyata memberikan dampak yang luar biasa. 

"Jika tiga atau empat tahun kebelakang banyak siswa yang putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya, sekarang ini hampir 90 persen telah menyelesaikan sekolah dan melanjutkan ke tingkat SMA dan SMK," imbuhnya.  

Berbagai prestasi juga mulai diraih, salah satunya meraih juara 1 Majalah Dinding (Mading) Sekolah Tingkat Kabupaten. Para siswa menunjukkan bakat menulisnya melalui kelas jurnalistik.
"Banyak sekali manfaat program yang kami dapatkan, utamanya pola pikir guru," kata Wahyudi.

Semangat kebersamaan itu disambut baik oleh Komite Sekolah. Jika sebelumnya, sulit sekali menyatukan pemahaman demi kemajuan sekolah, maka kondisi kali ini sangat berbeda. Sejak dua tahun terakhir, peran Komite Sekolah sangat terasa. 

"Dengan dukungan Komite Sekolah, orang tua siswa turut serta mendukung pembangunan fisik maupun mental di sekolah kami," tambahnya. 

Dengan semangat perubahan itulah, sejak tahun 2015 lalu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan Yayasan Putera Sampoerna melaksanakan Program Pengembangan Sekolah di SMP Negeri 1 Gayam.

"Tidak hanya di SMPN 1 Gayam saja, tetapi juga 5 sekolah lainnya di Bojonegoro dan 6 sekolah di Tuban," kata Direktur Yayasan Putera Sampoerna, Elan Merdy.

Hingga tahun 2017 ini, Program Pengembangan Sekolah telah melakulan beberapa program peningkatan profesianalisme guru, peningkatan kapasitas manajemen dan tata kelola sekolah, pemberdayaan partisipasi komunitas sekolah, dan peningkatan program kapasitas siswa di sekolah. Selain itu program ini juga menyediakan berbagai sumber belajar misalnya peralatan laboratorium IPA, penambahan koleksi buku perpustakaan, serta peralatan pendukung kegiatan ekstra kurikuler siswa, yang bertujuan untuk mendukung ke-empat hal tersebut di atas..

"Ada 253 guru, dan  lebih dari 6,000 siswa SMP dan SMA mendapatkan manfaat dari program ini," tuturnya.

Program ini juga melibatkan partisipasi aktif Dinas Pendidikan dan masyarakat setempat. Kerjasama dengan pemerintah ini menjadi penting karena program kemasyarakatan tidak untuk menggantikan peran pemerintah. Koordinasi dan komunikasi terus dilakukan agar tetap pada visi yang sama. Sinergi ini memberikan dorongan yang positif bagi kemajuan pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. “Kami sadari bahwa di Bojonegoro dan Tuban pemerintahnya sangat mendukung,” ucap Elan.

External Affairs Manager EMCL, Dave A Seta menyampaikan bahwa Program Pengembangan Sekolah merupakan perwujudan komitmen EMCL dalam berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. 

Dave menambahkan, upaya EMCL melalui prakarsa pendidikan diutamakan pada solusi untuk terus memperbaiki proses belajar-mengajar. Program pendidikan yang diprakarsai EMCL, lanjut dia, ditujukan kepada para guru dan manajemen sekolah untuk membuat situasi belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan dan aktif.

Hampir 3.000 guru di Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban telah memanfaatkan program pendidikan EMCL. Guru tersebut terdiri dari guru pendidikan anak usia dini, guru sekolah dasar hingga guru sekolah menengah. Lebih dari 33.000 pelajar telah disentuh oleh program ini. Mereka pun sekarang memiliki sekolah yang lebih baik—ruang kelas yang layak, kamar kecil yang bersih, laboratorium, dan perpustakaan. Lebih dari 90 gedung sekolah telah diperbaiki.

“Pelajar adalah bibit yang mesti kita rawat agar memungkinkan mereka menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya. (Team*)

10 Desember 2017

SKK Migas Dorong Penggunaan Material Lokal Dalam Proyek Migas

    Minggu, Desember 10, 2017  

suarabojonegoro.com-Jakarta, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong penggunaan material baja, pipa, dan fasilitas fabrikasi dalam negeri pada kegiatan industrihulu migas.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, pihaknya telah mempertemukan, produsen pipa dan baja pabrikan dalam negeri, dengan penggunanya yang terdiri atas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), perusahaan galangan kapal, pabrikator, Kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC), dan Kontraktor Front-End Engineering Design di kegiatan hulu migas.

“Harapannya dengan interaksi ini akan tercipta sinergi dan keterbukaan antar-pelaku usaha,” kata dia di Jakarta, Selasa (5/11/2017) waktu lalu

Dia menambahkan, SKK Migas pun telah melakukan perjanjian penandatanganan nota kesepahaman dengan industri produsen baja The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA). Untuk mendukung penggunaan baja, pipa dan fasilitas pabrikasi dalam negeri.

"Sinergi yang mengusung konsep aliansi strategis ini dituangkan lebih lanjut dalam bentuk Nota Kesepahaman antara SKK Migas dan IISIA," tutur Erwin.

Dalam mendorong penggunaan baja, pipa dan pabrikasi dalam negeri oleh Industri hulu migas, IISIA juga telah menggelar Workshop pasokan dan permintaan penggunaan material baja, pipa, dan fasilitas pabrikasi dalam negeri untuk kegiatan pembangunan kapal dan konstruksi di hulu migas, yang diselenggarakan pekan lalu di Batam.

Workshop ini merupakan implementasi dari Pedoman Tata Kerja Nomor 007 Buku Kedua Revisi 04 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PTK 007 Revisi 04) yang diterbitkan oleh SKK Migas pertengahan tahun ini.

Aturan ini mewajibkan Kontraktor KKS dan subkontraktornya untuk menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang tercantum dalam Buku Apresiasi Produk Dalam Negeri (APDN) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, Daftar Inventarisasi Barang dan Jasa Produksi dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, serta Approved Manufacturer List (AML) yang ditetapkan SKK Migas.

Kegiatan workshop diisi dengan diskusi mengenai beberapa proyek besar ke depan di kegiatan usaha hulu migas yang disampaikan oleh beberapa Kontraktor KKS. Peserta juga mengikuti factory visit kepada salah satu produsen pipa dalam negeri.

Acara workshop ini juga diikuti Kementerian Perindustrian, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).


Sumber: http://m.liputan6.com/bisnis/read/3185122/skk-migas-minta-industri-hulu-migas-pakai-material-lokal

09 Desember 2017

Penanda tanganan Kontrak EPC GPF Lapangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru

    Sabtu, Desember 09, 2017  
Reporter: Team Advetorial

suarabojonegoro.com - Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) / Production Sharing Contract (PSC) WK Cepu ditandatangani pada tahun 2005 dengan pemegang Participating Interests (PI) di dalamnya adalah sebagai berikut: Exxonmobil, yang terdiri dari Mobil Cepu Ltd (MCL, Operator) dan Ampolex (Cepu) Pte.Ltd, memegang PI sebesar 45%; PT Pertamina EP Cepu (PEPC), memegang PI sebesar 45%; 4 (empat) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diwakilkan oleh Badan Kerjasama, memegang PI sebesar 10%.

Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) merupakan Lapangan Unitisasi antara Lapangan Jambaran yang masuk Wilayah WK Cepu dan Lapangan Tiung Biru yang masuk Wilayah WK Pertamina EP, melalui surat Menteri ESDM pada tanggal 28 Februari 2013, menyatakan bahwa MESDM menyetujui Unitisasi dari Lapangan Jambaran dan Tiung Biru dengan PEPC sebagai Operator Lapangan Unitisasi JTB. POD original untuk pengembangan proyek gas terintegrasi lapangan JTB dan Cendana telah disetujui oleh SKKMigas pada tanggal 13 Februari 2013. Dalam usaha optimalisasi proyek maka operator mengajukan POD revisi yang hanya mengembangkan Unitisasi Lapangan JTB tanpa Cendana. Terhadap usulan tersebut, SKK Migas sudah menyetujui Revisi POD tanggal 17 Agustus 2015.

Sejalan dengan turunnya harga minyak dan gas dunia, pembeli gas Lapangan Unitisasi JTB menyatakan tidak dapat membeli gas dengan harga sesuai POD, sehingga keekonomian Lapangan Unitisasi JTB terkoreksi turun. Berdasarkan Surat Menteri MESDM No. 9/13/MEM.M/2017 kepada Direktur Utama
PT Pertamina (Persero) pada tanggal 3 Januari 2017 perihal Pengembangan Lapangan Jambaran‐Tiung Biru, Pertamina diminta untuk menyelesaikan secara B2B dengan para partner‐nya dan PT Pertamina EP Cepu selaku operator Lapangan JTB siap melaksanakan pengembangan Lapangan JTB secara
penuh.

Pertamina telah melakukan negosiasi secara business to business dan menandatangani Settlement Agreement dengan ExxonMobil tanggal 3 November 2017 dan dilanjutkan dengan penandatanganan PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) antara PT Pertamina EP Cepu dengan PT Pertamina (Persero) tanggal 13 Nopember 2017.

Pertamina terus berupaya melakukan efisiensi agar harga gas dari JTB dapat memenuhi harapan pasar. Dengan berbagai langkah efisiensi, PT Pertamina EP Cepu memangkas Capex menjadi USD 1.547 Juta dan nantinya Kapasitas dari Plant yang akan dibangun sebesar 330 MMSCFD dengan mendapatkan Produksi Sales Gas sebesar 172 MMSCFD dan masa Plateau 16 Tahun. Project Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru diperkirakan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 6.000 tenaga kerja pada puncak pelaksanaan proyek.

Sebagai informasi pelaksanaan tender secara Pelelangan Umum menggunakan metode pemasukan penawaran Sistem 2 Tahap yang telah dimulai Mei 2015. Dari hasil pembukaan dokumen penawaran Tahap II didapatkan harga penawaran terendah dari Konsorsium PT Rekayasa Industri – JGC Indonesia – JGC Corp dengan harga penawaran ±USD 984 juta.

Pada hari ini, Senin 4 Desember 2017 dilakukan penanda tanganan kontrak EPC GPF antara PT Pertamina EP Cepu dengan Konsorsium PT Rekayasa Industri ‐ JGC Indonesia – JGC Corporation.

Selanjutnya untuk kelancaran pelaksanaan Project EPC GPF JTB, mohon dukungan yang maksimal dari seluruh stakeholder terkait agar dapat diselesaikan tepat waktu, tepat anggaran, tepat spesifikasi, dan tepat hasil (OTOBOSOR). (Team*)

20 November 2017

Gelar Pelatihan, ExxonMobil Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Bojonegoro

    Senin, November 20, 2017  
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - ExxonMobil menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF), hari ini Senin (20/11) menggelar pelatihan Manajemen Sekolah yang bertajuk 'Pengembangan Program Pemasaran Sekolah'. Hal itu sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan bidang pendidikan di Kota Ledre ini.

Kegiatan yang digelar di SMPN 1 Gayam ini diikuti oleh 6 perwakilan Sekolahan di wilayah sekitar produksi Minyak dan Gas bumi lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu. Yakni SMPN 1 Gayam, SMPN 1 Purwosari, SMPN 1 Kalitidu, SMA Kalitidu, SMK Purwosari, SMA Islam Nurul Ulum Gayam.

Masing-masing sekolah diwakili oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Bagian Kesiswaan, OSIS dan Komite Sekolah.

Salah satu peserta pelatihan, Endro Setyowidodo yang juga selaku Wakasek SMPN 1 Gayam mengatakan, banyak sekali manfaat yang didapat dalam pelatihan kali ini. Selain meningkatkan kualitas pendidik, juga wawasan tentang manajemen sekolah, mulai dari visi-misi sekolah dan kemitraan.

"Manfaat bagi Osis sendiri adalah kemadirian untuk bagaimana bermitra dengan orang lain. Ada kemandirian disana. Ketika ingin membuat event bisa belajar nencari pendaanan sendiri," katanya disela-sela pelatihan.

Katanya, manfaat bagi para Guru sendiri adalah lebih mendalami tentang model pembelajaran, pengelolaan kelas dan penelitian penindakan kelas.

Kemudian, Anggari Peni, selaku Project Leader PSF mengatakan, materi-materi yang disampaikan pada pelatihan kali ini adalah pemasaran sekolah, juga school branding.

"Nah itu juga menjadi salah satu materi. Kemudian untuk mencapai tujuan itu kita perlu mitra, ini ada materinya kemitraan dan kewirausahaan," kata Peni saat ditemui suarabojonegoro.com dilokasi pelatihan.

Putera Sampoerna Foundation berharap kedepan sekolah yang ikut pelatihan ini bisa memiliki program kemitraan yang kuat, memiliki kemampuan mempromosikan sekolah dengan baik, kemudian juga school brandingnya juga kuat.

Sementara, External Affairs Manager EMCL, Dave A Seta menyampaikan bahwa Program Pengembangan Sekolah merupakan perwujudan komitmen EMCL dalam berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Dave menambahkan, upaya EMCL melalui prakarsa pendidikan diutamakan pada solusi untuk terus memperbaiki proses belajar-mengajar.

Program pendidikan yang diprakarsai EMCL, lanjut dia, ditujukan kepada para guru dan manajemen sekolah untuk membuat situasi belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan dan aktif. (Wan/Red)

15 November 2017

PT Pertamina Lubricants Luncurkan "Enduro Student Program" di Tiga Kabupaten

    Rabu, November 15, 2017  
Reporter: Arum Sekar

suarabojonegoro.com - PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional, melalui Sales Region V Wilayah Jawa Timur sinergi bersama PT Pertamina EP Asset 4 hari ini resmi meluncurkan program CSR unggulan.

Program unggulan itu dalam bentuk pelatihan dan kewirausahaan bengkel untuk tenaga muda produktif Indonesia yakni "Enduro Student Program" ditiga kabupaten, yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Program tersebut dengan tema "Semangat Membangun Tenaga Muda Produktif Indonesia.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan Memorandum off Understanding (MoU) antara PT Pertamina Lubricants dan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bojonegoro yang dilakukan oleh Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Eko Ricky Susanto dan Kepala BLKI Bambang.

Selain itu, tanda simbolis permulaan program ditandai penyerahan perserta ESP kepada BLKI dengan penyematan seragam ESP oleh Sales Region Manager V PT Pertamina Lubricants Eko Ricky Susanto bersama dengan Corporate Secretary  PT Pertamina Lubricants Fitri Erika kepada perwakilan peserta.

Untuk wilayah Bojonegoro, Tuban dan Blora, ESP kali ini melibatkan 21 orang secara keseluruhan yang berprestasi, terdiri 9 orang dari area Tuban, 6 orang dari Bojonegorodan 6 orang dari Cepu. 21 peserta ini merupakan siswa lulusan dari 13 SMK jurusan otomotif terpilih yakni SMKN , SMKN 1 Jatirogo, SMK Migas Cepu, SMAN 1 Bangilan, SMK Muhammadiyah 2 Cepu, SMKN 1 Singgahan, SMK Harapan Bojonegoro, MA TBBB Jetak, SMAN 2 Cepu, SMKN Ngambon, SMU PGRI 3 Cepu, SMK 1 Purwosari, dan SMAN Tambakrejo.

Enduro Student Program (ESP) merupakan program Creating Shared Value (CSV), bagian dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Pertamina Lubricants yang telah resmi diluncurkan pada tahun 2016 dan merupakan program rangkaian pendidikan, pelatihan dan kewirausahaan mandiri khususnya di dunia perbengkelan roda dua bagi siswa-siswi terpilih dari berbagai SMK Otomotif dan Teknik unggulan.

ESP terdiri dari berbagai tahapan. Pertama, peserta akan mengikuti pelatihan teknis dan non-teknis sepeda motor di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) setempat selama 1 bulan. Setelah lulus dari BLKI, peserta melanjutkan program dengan melakukan praktek kerja (magang) di bengkel mitra binaan PT Pertamina Lubricants dimana peserta akan menerima mentorship dan pelatihan kerja langsung oleh mekanik yang sudah berpengalaman.

Padatahap ini, peserta benar-benar diajak terjun langsung secara real untuk belajar teknis keterampilan bengkel sepeda motor sekaligus belajar menjalankan bisnis bengkel skala kecil dan medium. Selanjutnya, setelah melalui proses magang selama 1 bulan, peserta akan dibekali dengan pelatihan wirausaha, pelatihan lingkungan dan perencanaan bisnis oleh para ahli dibidangnya dan dilakukan pendampingan dan konsultasi wirausaha.

Ini merupakan ESP yang dijalankan diwilayah ketiga dimana sebelumnya sudah diluncurkan pertama kali di Cilacap oleh Production Unit Cilacap (PUC) pada tahun 2016 dan d Gresik dan Lamongan oleh Production Unit Gresik (PUG) pada pertengahan 2017.

Sementara itu Relation Assistent Manager PT Pertamina EP, Panji Galih Anoraga, mengatakan para peserta yang ikut dalam program ini adalah para tenaga muda yang berada di sekitar wilayah operasi di Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

"Harapan kami melalui sinergi program CSR antar anak perusahaan Pertamina ini masyarakat di sekitar wilayah operasi mendapatkan manfaat yang lebih besar," kata Panji. (Rum/Lis)

14 November 2017

Kolaborasi Sektor ESDM, Percepatan Pembangunan Proyek Gas Bumi Nasional

    Selasa, November 14, 2017  
Reporter:  Team

suarabojonegoro.com- Ditandai dengan penekanan tombol sirene, hari Senin, 13 November 2017, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar melakukan groundbreaking pembangunan pipa gas Duri-Dumai didampingi Walikota Dumai, Direktur Jenderal Migas, Kepala BPH Migas, Dirut PT PGN (Persero), Tbk, Direktur Gas PT Pertamina (Persero), dan Dirut PT Pertagas.

Pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN yang ditegaskan Pemerintah dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 5975 K/12/MEM/2016 tanggal 27 Juni 2016. “Jika ada sinergi antar BUMN maka semuanya akan mendapatkan benefit,  PLN mendapat benefit, Badan Usaha yang lain juga mendapatkan benefit dan rakyat juga mendapat benefit,”jelas Arcandra.

Wakil Menteri ESDM menambahkan persoalan dalam pengambilan keputusan harus dipercepat dan tetap pada koridor hukum. “Kita tidak punya interest-interest lain, kita di Kementerian, we are the guardian of the public interest. Kalau ada hal-hal terobosan-terobosan, pertanyaan saya cuma satu, kita melanggar apa tidak? kalau tidak melanggar, go for it,” tambah Arcandra.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Ego Syahrial melaporkan bahwa pipa gas ruas Duri-Dumai memiliki diameter 24 inch dan panjang sekitar 64 km dengan titik awal tie in di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai. Sumber gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut dari Blok Corriodor (ConocoPhillips), Blok Bentu (EMP), dan Blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman).

Pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing industri. Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

“Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar US$ 52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi. Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi,” tambah Ego.

Sebagai BUMN yang bersinergi, Dirut PT PGN (Persero) Tbk, Jobi Triananda Hasjim mengatakan selaku BUMN di sektor gas bumi, PGN siap melaksanakan penugasan yang diamanatkan pemerintah. “Komitmen kami adalah ketepatan waktu penyaluran gas ke konsumen sehingga akan terus mengawal proses pembangunan pipa gas bumi Duri-Dumai,” kata Jobi.

Demikian halnya dengan Direktur Utama PT Pertagas, Suko Hartono menegaskan kembali bahwa proyek ini penting utk menyuplai gas ke kilang RU II Pertamina dan industri di Dumai. “Ini adalah sinergi lintas BUMN (Pertagas, PGN, HK, PDC-Elnusa) yg perlu dicontoh, jadi kami berharap kerjasama ini tidak selesai di pembangunan transmisi namun dilanjutkan untuk pembangunan distribusi" ujar Suko.

Selain Groundbreaking, Wakil Menteri ESDM juga menyaksikan Penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu dan penandatanganan 3 perjanjian jual beli dan transportasi gas, yaitu:
1. Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, antara Pertamina EP Cepu dan PT Pertamina EP, dengan PT Pertamina (Persero)
2. PJBG Jambaran-Tiung Biru, antara PT Pertamina (Persero), dengan PT PLN (Persero)
3. Firm Gas Transportation Agreement (FGTA) untuk Duri-Dumai dari Grissik (Sumatera Selatan) ke Duri (Riau) antara PT TGI dengan PT PGN (Persero), Tbk.

Wujud sinergi BUMN lainnya tercermin dari PJBG proyek Jambaran-Tiung Biru antara Pertamina dengan PLN, dimana harga gas-nya sudah disepakati. “Harganya sudah disepakati dan itu fix 30 tahun, (yaitu) US$ 7,6 per MMBTU flat selama 30 tahun,” ungkap Wamen Arcandra.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi
Publik dan Kerja Sama


Dadan Kusdiana

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama
Dadan Kusdiana (08121002705)

Ikuti linimasa kami di:
Facebook: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Twitter: @KementerianESDM
Instagram: @kesdm

10 November 2017

PENDIDIKAN ANTARA DESA, KOTA, DAN DUNIA

    Jumat, November 10, 2017  
Oleh : Mochamad Dedy Kurniawan

suarabojonegoro.com - Bicara soal pendidikan, menurut KBBI pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Nah, sebagaimana kita tahu pendidikan itu mempunyai makna sebagai bekal untuk menuju hal-hal yang lebih baik bagi setiap orang. Pendidikan mencakup semua aspek penting dalam diri tiap individu khususnya aspek kepribadian. Aspek-aspek pendidikan yang berpengaruh dalam kehidupan tiap individu yakni, kecerdasan, keagamaan, akhlak, bermasyarakat, keterampilan, pengembangan potensi dan juga bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Nah, disini saya akan berusaha membahas pendidikan antara desa, kota, dan dunia. Kenapa ?, karena terdapat hal-hal menarik bagi saya. Desa dan kota merupakan salah satu bagian dari dunia. Dari segi pendidikan terdapat beberapa hal perbedaan dan persamaan diberbagai tempat. Hal inilah yang membuat masalah pendidikan merupakan salah satu hal mendasar untuk mengetahui sudah baik atau tidaknya suatu bangsa. Dimana setiap bangsa yang baik pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Tentunya dengan sistem pendidikan yang di terapkan di suatu bangsa dapat di jadikan tolak ukur sudah sejauh mana tingkat pembangunan bangsa itu sendiri.

Di Indonesia sistem pendidikan belum sepenuhnya selaras. Masih ada beberapa aspek yang membuat ketidakstabilan perkembangan pendidikan di Indonesia. Tetapi pendidikan di Indonesia tidak dapat dibilang buruk juga, karena sudah mengalami beberapa kemajuan dalam berbagai bidang. Untuk menilai sudah sebaik apa pendidikan di bangsa ini salah satunya dapat di tinjau dari segi kualitas pendidikan yang tinggi. Tapi yang menjadi kendala selanjutnya apakah kualitas pendidikan itu dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi sudah merata apabila di tinjau dari lokasinya. Tentunya akan timbul perbedaan kualitas pendidikan di kawasan perkotaan dan daerah pedesaan. Tetapi kita masih perlu menjabarkan apa kelebihan dan kekurangan dari pendidikan di kota dan di desa. Ditinjau dari segi fasilitas, pendidikan di kota mendapat fasilitas-fasilitas yang di rasa cukup untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan penunjang seperti ini membuat kualitas pendidikan di kota mengalami peningkatan. Tetapi, pendidikan di kota bukan berarti tidak memiliki celah. Banyak celah yang dapat kita temukan, terutama disiplin moral. Sering terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat seperti tawuran antarsekolah. Meskipun sudah ditunjang dengan fasilitas yang cukup, belum tentu pendidikan di kota tidak terdapat kekurangan. Hal inilah yang masih di evaluasi pemerintah supaya mengubah pendidikan di kota lebih baik lagi. Sedangkan kalau kita lihat saudara-saudara kita yang mengenyam pendidikan di desa apakah mereka mendapatkan perlakuan yang sama seperti di kota, kalau di analisa maka dapat dikatakan bahwa adanya perbedaan perlakuan. Tetapi perbedaan antara kota dan desa tidak selamanya merujuk kepada hal negatif dan positif, dalam beberapa hal justru desa telah menunjukkan prestasi luar biasa dibanding dengan kota. Khusus pada masalah pendidikan misalnya, secara umum dari sisi fasilitas, perbedaan sekolah antara di kota dan di desa, memang sungguh jauh perbedaannya. Namun dari sisi semangat belajar, anak-anakdi desa tak kalah. Bahkan belakangan secara umum di kota dengan berbagai kemudahan, anak-anak tidak menunjukkan prestasi yang sepadan. Sebaliknya di desa, dengan berbagai keterbatasan, muncul anak-anak yang berprestasi dan memiliki semangat belajar luar biasa. Kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang luar biasa. Anak-anak perkotaan telah menyerap dengan sempurna berbagai perubahan teknologi, sehingga telah menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak perkotaan tak bisa terlepas dari gadget mereka. Sementara anak-anak di desa, untuk memiliki alat-alat teknologi yang tinggi sebagian besar masih menjadi impian. Tetapi dampak dari teknologi yang negatif, telah terserap dengan sempurna di kota, sementara desa tidak begitu kelihatan mencolok pengaruhnya. Contoh, pada saat menjelang maghrib, anak-anak di perkotaan masih sibuk di depan televisi, playstation atau sedang menjelajah di dunia maya, sementara anak-anak di desa menjelang maghrib masih terlihat banyak yang sudah siap untuk pergi ke mesjid, mushola dan langgar, untuk sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan belajar mengaji.

Keadaan di sekolah pun antara di kota dan di desa juga berbeda. Fasilitas sekolah perkotaan relatif lebih maju, tidak seperti yang ada di desa. Gedung sekolah di perkotaan juga relatif bagus, sedangkan di desa lebih sederhana bahkan tidak sedikit yang masih memprihatinkan. Di sekolah perkotaan anak-anak berseragam, cantik dan tampan, bersepatu dan wangi. Sementara di sekolah pedesaan, masih menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak sekolah berseragam aneka warna, ada yang tidak mengenakan alas kaki dengan wajah lesu dan lelah, karena tidak jarang sampai sore hari masih harus membantu kegiatan orang tuanya. Semua hal tersebut tidak membuat anak-anak di pedesaan luntur semangatnya untuk belajar, karena pendidikan merupakan salah satu aspek tolak ukur pembangunan suatu bangsa.

Selanjutnya pendidikan di dunia, saya mengambil contoh di negara maju seperti Amerika Serikat. Kita sebagai pelajar di negara berkembang seperti Indonesia, kita wajib membawa negara ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Sejauh ini, sistem yang terjadi pada pendidikan di Indonesia adalah membekalkan para pelajar dengan berbagai disiplin ilmu di sekolah. Banyak sekali mata pelajaran yang mesti kita pelajari. Hasilnya,  tidak sedikit pelajar di Indonesia yang mengeluh tentang sistem pendidikan kita ini. Mulai dari keluhan tentang jumlah pelajaran yang seabrek-abrek, banyaknya tugas dan PR, sampai kurangnya waktu untuk beristirahat dan mengeksplor hobi. Sekarang kita lihat tingkat pendidikan di Amerika yang sangat maju dan merata. Demikian pula sistem pendidikan yang diterapkan. Dari total penduduk, 97%-nya sudah memiliki kemampuan baca dan tulis (melek huruf). Ada beberapa hal yang dapat diadopsi pada sistem pendidikan disana. Amerika Serikat terkenal sebagai negara yang sangat memperhatikan pendidikannya. Dalam jumlah pelajaran contohnya. Amerika Serikat membebaskan siswanya untuk memilih sekitar 5-8 pelajaran per semester. Walaupun tetap ada beberapa pelajaran yang wajib diambil seperti matematika, namun sistem ini terbukti membantu siswa untuk lebih mengetahui minat dan bakat. Selain itu, sekolah-sekolah sangat memperhatikan siswanya. Biasanya, ada seorang counselor alias guru BK yang ditugaskan ke beberapa siswa tertentu dan siap menampung berbagai keluhan dari mereka. Tidak cuma tentang sekolah, masalah di luar akademis yang berpengaruh pada konsentrasi belajar kita pun bisa berbagi pada counselor tersebut. Bahkan, di beberapa sekolah terdapat psikolog yang siap membantu. Kalau sudah begitu, kegalauan siswa tidak perlu sampai tumpah ke media sosial. Amerika juga dikenal memiliki universitas-universitas yang mencetak para ahli dan ilmuwan andal. Maka tidak salah kalau Amerika menjadi tujuan para mahasiswa dari seluruh penjuru dunia.

Walaupun begitu, hal-hal tersebut tentunya harus melalui proses yang panjang untuk bisa kita terapkan di Indonesia. Penetapan Kurikulum 2013 yang mendorong keaktifan siswa adalah langkah yang tetap. Tetapi, bukan tidak mungkin sistem pendidikan dari luar negeri tadi bisa diadopsi di negara ini.
Saya percaya pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Tentunya semua lapisan masyarakat harus bekerja sama untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga dengan banyaknya pembaharuan sistem, pendidikan kita tidak kalah bersaing di masa yang akan datang. Majulah pendidikan Indonesia! (*)

*) Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IKIP PGRI Bojonegoro
© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9