26 Januari 2018

BUMDes Bandungrejo Mulai Dikembangkan

    Jumat, Januari 26, 2018  
Reporter: Monika Diah

suarabojonegoro.com - Desa Bandungrejo mulai mengembangkan Badan Usaha Milik Desa yang dipunyainya dengan menjalin kerjasama dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan LSM Indonesian Development of Society (IDFoS) dalam Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Berbasis Pertanian, Peternakan dan Perikanan melalui optimalisasi peran bisnis BUMDesa. Jumat (26/01/18).


Program ini dilaksanakan dari bulan Januari-Juni 2018, dan hari ini, Jum'at (26/01/2018) ditandatangani nota kesepakatan antara Pihak Pemerintah Desa, PEPC, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Muspika Kecamatan Ngasem dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Disaksikan sekitar 15 anggota BUMDes, hari ini lebih membahas komitmen dari masing-masing lembaga untuk kemajuan BUMDes.

Dalam sambutannya, Sapani sebagai Kades Bandungrejo menyatakan bahwa desa berkomitmen untuk mendukung program untuk kemajuan masyarakat Bandungrejo dengan menyediakan lahan dengan luas ± 3000 m², serta memfasilitasi modal awal BUMDes sejumlah Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah)

Pihaknya juga menekankan, bahwa kedepan proyek migas tidak akan lama. "Namun bagaimana adanya proyek dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya," harapnya.

Sekretaris Kecamatan Ngasem, Ardhian Orlando, menyatakan bahwa dalam kegiatan ini Kecamatan Ngasem secara bersungguh-sungguh untuk membantu dalam hal kepengurusan pemisahan hak kepada BUMDes, terkait dengan Tanah Kas Desa yang digunakan untuk lahan peternakan.

Pemisahan Aset Desa ini akan diatur dalam Peraturan Desa. Tambahnya, bahwa Dinas Peternakan dapat memberikan bimbingan teknis pengelolaan ternak ayam petelor. Serta Kecamatan akan memberikan konsultasi kepada Pemdes dan BUMDes.

Perwakilan PEPC dari PGA & Relation, Wulan Purnamawati, menyatakan bahwa program ini adalah bentuk partisipasi PEPC untuk mendukung usaha peningkatan perekonomian masyarakat Bandungrejo yang wilayah desanya merupakan wilayah operasi Proyek Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru.

Dia berharap bahwa kegiatan ini bukan hanya panas didepannya, tapi masyarakat juga berkomitmen untuk mengawalnya hingga membuahkan hasil.

Dalam kegiatan ini, PEPC bekerjasama dengan IDFoS yang telah mempunyai reputasi bagus dalam pengawalan program pemberdayaan masyarakat. (Nik/Red)

Zaman Modern, Perajin 'Kukusan' Masih Bertahan di Desa Lengkong

    Jumat, Januari 26, 2018  
Reporter: Abid Amrullah 

suarabojonegoro.com - Desa Lengkong Kecamatan Balen adalah salah satu dari beberapa desa yang masih bertahan di saat modernisasi seperti ini yang masih membuat kosan atau kukusan, sebuah alat masak tradisional. (26/01/18).

Alat yang digunakan untuk memasak nasi ini mulai meredup posisinya sebab sudah tergantikan dengan alat-alat moderen yang lebih mudah, praktis, dan canggih.
Rohman salah seorang pengrajin mengatakan bahwa Kerajinan ini sudah turun temurun dari dulu, dimana ini merupakan usaha sampingan dari penduduk di daerah Lengkong Timur, Kuniran dan sekitarnya. Dimana pencarian utama mereka adalah sebagai petani. Diluang inilah mereka membuat kerajinan kusan. Untuk mengisi waktu luang sekaligus sebagai kebutuhan sehari-harinya.

"Warga membuat kusan ini sebagai pekerjaan sampingan, pekerjaan inti Warga-warga di sini kebanyakan ya petani," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kerajinan seperti ini sudah banyak orang yang tidak bisa membuatnya, mungkin sebab cara pembuatan yang sulit atau mungkin sebab alat seperti ini sudah jarang di gunakan.

Bahan yang digunakan adalah bambu yang di belah menjadi beb. Bagian kemudian disisik (Jawa;red) menjadi helaian bambu yg tipis. Setelah itu di NAM (dirajut) hingga membentuk kerucut.

Abdul Aziz salah seorang pengepul kusan ini menuturkan Untuk pemasarannya biasanya di daerah pasar tuban dan daerah pinggiran laut seperti pasar soko, rengel dan merakkurak. Dengan harga yang bervariasi antara 5 - 10 ribu.

"Kita lemparnya di daerah utara, dengan harga yang sangat murah," tutur pak aziz.

Akan tetapi produk ini kurang diminati oleh masyarakat. Makanya yang membeli kebanyakan adalah orang-orang jaman dulu dan para tengkulak yang melempar produk tersebut ke luar daerah kabupaten bahkan luar jawa.

"Kedudukannya mulai meredup, makanya tak sedikit yang memasarkannya di luar daerah," imbuhnya.

Ia juga berharap agar kerajinan tangan seperti ini yang pernah Jaya di masanya semoga disaat-saat moderenisasi ini bisa berkembang lagi dan tentunya menjadi komoditi prodak anak bangsa yang bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.

"Semoga bisa berkembang lagi, bahkan sampai bisa di ekspor," imbuhnya. (Bid/Red)

24 Januari 2018

Program CSR JOB PPEJ, Enjoy, Mulai Kuasai Ketrampilan Baru

    Rabu, Januari 24, 2018  
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Sejumlah ibu-ibu duduk di kursi yang tertata melingkar. Sesekali bercanda, namun tangannya masih sibuk merajut. Dari yang tidak pernah kenal sama sekali, hingga enjoy dan bisa menikmati hasil rajutan. Mereproduksi barang bekas menjadi barang layak jual. 

Adalah warga perwakilan dari tujuh desa di wilayah sekitar lokasi pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) WK Blok Tuban Lapangan Sukowati. Mereka mengikuti program pengembangan ekonomi kreatif kerjasama antara Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ) dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemkab Bojonegoro.

Salah seorang peserta, Windarti mengatakan, selama mengikuti program pelatihan ketrampilan ini dia mengikuti sejak awal. Pelatihan kali ini merupakan fokus pada penguatan praktek. Dari yang tidak bisa sama sekali merajut, hingga kemudian mahir. "Sekarang sudah bisa merajut sepatu sendiri," ujar istri Kepala Desa Campurejo itu.

Seorang mentor, Murdaningsih mengatakan, program rajut ini bisa menjadi alternatif ekonomi kreatif bagi masyarakat khususnya ibu untuk menambah penghasilan. Salah satu bahan bekas yang digunakan adalah alas sepatu yang sudah rusak kemudian dirajut.

"Bagi sosialita sepatu rajut ini menjadi pilihan. Nanti juga bisa bikin cardigan, taplak meja, toples, bad cover dan banyak lagi," jelasnya.

Kepala Bidang Industri Kimia, Elektronika, Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker), Siti Mutmainah mengatakan, program ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan yang sudah dilakukan sebelumnya. "Nantinya setiap desa ada pusat industri kreatif," jelasnya.

Pelatihan digelar selama empat hari. Kamis (25/1) merupakan hari terakhir. Selain rajut, program pelatihan pengembangan ekonomi masyarakat yang merupakan tanggung jawab perusahaan JOB PPEJ itu juga ada anyaman, batik tulis dan sablon. Pelatihan itu diikuti dari warga perwakilan di tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

Di Kabupaten Bojonegoro ada Desa Ngampel, dengan pelatihan anyaman; Desa Sambiroto, pelatihan batik tulis; dan Desa Campurejo pelatihan rajut dan sablon. Sedangkan dari perwakilan Desa Rahayu, Bulurejo, Kebonagung, dan Desa Sokosari, Tuban dipisah ke berbagai pelatihan.

"Kegiatan ini masuk pada pos anggaran tanggung jawab sosial perusahaan tahun 2017. Kerjasama dengan Disperinaker, Bojonegoro Creative Network (BCN) dan LPK Andre Bojonegoro," ujar Field Admin Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima. (Wan/Lis)

23 Januari 2018

Koperasi Syari'ah STAI At-Tanwir Gelar RAT

    Selasa, Januari 23, 2018  
Reporter: Abid Amrullah


suarabojonegoro.com - Koperasi syari'ah stai At-Tanwir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan)  yang ke tiga.  Pada Rapat kali ini adalah RAT pertama di Bojonegoro pada tahun 2018.

Di hadiri sebagain anggota koperasi dan seluruh staf pengurus dosen serta Kepala Dinas Koperasi Bojonegoro Elzadeba Agustina, SH, M.Kes yang menyampaikam bahwa koperasi stai At-Tanwir ini termasuk koperasi baru yang dalam kategori sehat.

"Dalam artian sehat memiliki nasabah yang banyak serta kelembagaannya yang baik," ujarnya.

Elzadeba juga menambahkan agar koperasi koperasi seperti ini bisa terus berkembang serta dapat menjalankan tujuan koperasi yaitu untuk melayani masyarakat menengah ke bawah.

"Koperasi memang dibentuk untuk melayani masyarakat adalah tujuan kita," tamabahnya.

Zaki salah satu dari pengelola koperasi ini juga mengatakan bahwa koperasi ini di dirikan untuk membantu masyarakat dengan prodak simpan pinjam ataupun dengan prodak kedepan seperti minimarket.

"Dari berbagai prodak dari kami semoga masyarakat bisa terbantu," tutur pria tersebut. (Bid/red)

Petani Di Temu - Kanor Lega, Hasil Panen Tanaman Padi Meningkat

    Selasa, Januari 23, 2018  
Reporter: Abid Amrullah

suarabojonegoro.com- Petani di Desa Temu,  Kecamatan,  Kanor,  Bojonegoro bisa sedikit lega,  karena hasil panen tanaman Padi mereka bisa memperoleh hasil yang meningkat, baik dari kualitas gabah maupun harganya yang dibeli oleh tengkukak, Selasa (23/01/2018).

Disela sela kegiatan memanen tanaman padi disawahnya,  salah satu petani, H. Mashadi, mengatakan bahwa hasil panen tanaman padi kali ini meningkat dari panen sebelumnya.

“Alhamdulillah hasilnya meningkat dari yang kemaren," ujar pria 70 tahun ini.

Kakek yang biasa disapa Mbah Kaji ini menambahkan bahwa Hasil panen kali ini bisa meningkat dari sebelumnya di karenakan bibit yang lebih baik dan katagori unggul. Sementara jumlah hama yang tidak begitu banyak dan juga kebutuhan air yang terpenuhi.

“Tikusnya tidak begitu banyak, bibitnya unggul dan juga air dari sumur warga sudah mencukupi," ujar Kaji Hadi.

Ditambahkan pula bahwa Harga gabah perkilogramnya yang mengalami peningkatan mencapai kisaran harga Rp. 5.200 di banding dengan Harga-harga sebelumnya yang begitu rendah dengN kisaran Rp. 3.500 Perkilogramnya.

Para petani ini mengharapkan kepada pemerintah agar menurunkan harga pupuk dan juga bisa menstabilkan harga pada saat panen,  sehingga tidak merugikan para petani.

“Ya, semoga pemerintah bisa menurunkan harga pupuk dan bisa mengangkat petani dengan harga padi yang tinggi," pungkasnya. (Bid/Red)

21 Januari 2018

Rencana Pembangunan Pasar Desa Ngampel Masih Belum Ada Kejelasan

    Minggu, Januari 21, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Hingga memasuki tahun 2018, pembangunan pasar Desa Ngampel, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, masih belum ada kejelasan. Alasan terbenturnya perijinan sehingga Pemerintah Desa (Pemdes) belum dapat memulai pembangunan Pasar yang terletak di Jalan Pemuda ini. Minggu (21/01/18).

Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dan Demerintah Desa (DPMPD) pada tahun 2017 yang lalu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, telah memerintahkan Pemdes untuk kembali membuat tahapan proses perijinan pengelolaan aset Desa menjadi pasar.

"Seperti di dalam hal rencana pembangunan pasar Desa Ngampe ini, Pemdes seharusnya diberikan hak kelola penuh atas aset desa", kata Anam Warsito, selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuaten Bojonegoro.

Dengan demikian, lanjut Anam, Pemdes tidak lagi dipersulit saat Pemdes ingin mengelola aset Desa yang dimilikinya. Dirinya menyatakan bahwa sudah ada amanat undang-undang namun untuk Perbup tentang hak kelola aset bersekala Desa belum yang belum ada.

Politisi dari Fraksi Gerindra, ini berharap agar Pemkab
segera mewujudkan hal itu, agar Desa memiliki kewenangan untuk mengelola asetnya sendiri.

"Saat ini seolah-olah ada tarik ulur kepentingan antara Pemdes dangan Pemkab mengenai rencana pembangunan pasar desa Ngampel tersebut. Nanti biar tahu, kalau itu TKD menjadi hak Desa, sebenarnya melalui musdes sudah selesai tapi faktanya hingga sekarang masih ada kendala,” pungkasnya. (Bim/red).

17 Januari 2018

PLN Akan Turun Lapangan Untuk Mengecek Pemakaian Listrik Ilegal

    Rabu, Januari 17, 2018  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Sonny Fajar Pribadi, selaku manajer Perusahaan Listrik Negara area Bojonegoro, menyatakan bahwa tagihan pemakan listrik ilegal di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan pada tahun 2017 yang lalu sebanyak Rp7 milyar. Dirinya berharap pada tahun 2018 ini pemakan listrik ilegal dapat menurun atau bahkan dapat dihilangkan, sehingga di tahun 2018 tidak ada lagi pemakan listrik ilegal. Rabu (17/01/18).

Jika ditemukan, lanjut Sonny, maka pihaknya akan turun ke lapangan bersama dengan aparat Kepolisian guna mengecek secara langsung. Dan jika memang ada temuan maka pelanggan akan di panggil ke kantor guna dilakukannya penyelesaian.

"Mengenai tagihan susulan (bukan denda.red) diselesaikan di kantor, jika permasalahan perdata sudah selesai, untuk permasalahan pidana bukan ranah PLN karena itu ranah kepolisian", katanya.

Dirinya menegaskan bahwa meskipun permasalahan perdata dengan PLN sudah selesai, namun jika pihak Kepolisian mengenai permasalahan pidana dirasa masih dilanjutkan itu merupakan hak dari pihak Kepolisian. Dirinya juga menghimbau agar pelanggan juga harus jeli untuk menghindari oknum petugas abal-abal.

"Semua petugas PLN dalam menjalankan tugas dilapangan dibekali dengan surat tugas resmi, selain itu jika ada masyarakat yang mengetahui terjadinya pemakaian listrik secara ilegal bisa langsungdilaporkan ke petugas.
Dan masyarakat yang menginfokan akan kami beri imbalan pulsa token", pungkasnya. (Bim/red).

15 Januari 2018

Bakso Tempuran, Tempat Favorit Makan Bakso Murah, Enak dan Nyaman

    Senin, Januari 15, 2018  
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Satu lagi tempat jajanan yang tak pernah sepi dari para pengunjung. Yakni bakso jumbo tempuran. Tepat berada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, bakso tempuran yang memiliki ukuran jumbo ini dikenal memiliki cita rasa yang sangat khas. Sehingga membuat para pengunjung tak bosan untuk kembali sekedar mampir menikmatinya.

Salah satu pengunjung tempat jajanan yang dikenal cukup murah ini, Alfian menuturkan jika darinya sudah lama berlangganan bakso tempuran tersebut. Katanya selain murah, tempatnya juga sangat nyaman.

"Makan bakso tempuran ini sudah langganan. Tempatnya nyaman, pinggir sawah, jadi enak suasananya," katanya sambil menunggu pesanan bakso jumbo. Senin (15/1) siang.

Siang itu terik matahari cukup redup. Ketika awak media suarabojonegoro.com tiba di lokasi bakso tempuran, saung-saung kecil sudah berjubel para pelanggan yang sudah antri menunggu pesananya. Meski antri, pelanggan bakso murah tersebut dengan sabar menunggu giliranya.

Jajanan bakso tempuran memang sangat terjangkau harganya. Tak hayal, banyak pelajar yang masih memakai seragam sekolah mensempatkan mampir. Dengan hanya merogoh saku Rp. 5.000,- saja pelanggan sudah bisa menikmati bakso dengan umuran jumbo. Ditambah es teh dengan harga Rp. 2.000,-. Sangat terjangkau bukan. (Wan/Red)

13 Januari 2018

Warga Wedi Siapkan 22 Gunungan Salak Untuk Festival

    Sabtu, Januari 13, 2018  
Oleh : Zamroni

suarabojonegoro.com - Sebanyak 22 gunungan salak dibuat oleh Warga Wesi,  kecamatan Kapas, Bojonegoro, untuk kegiatan Festival salak wedi 2018 yang nantinya bakal lebih meriah dibanding sebelumnya. Sebanyak 22 gunung salak ini sengaja dibuat untuk menjamu para pengunjung.

Selain itu, kegiatan yang diprakarsai kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Restu Mujtaba Desa Wedi itu juga bakal dirangkai dengan lomba mewarnai dan  kemah tujuh bahasa, dari tim pare Kediri.

"Ini kerangka gunungan sudah 22 unit, tinggal merangkai salaknya," kata salah satu panitia Festival Salak Wedi 2018 yang membidangi gunungan salak M. Yusuf.

Pria yang akrab disapa Yai Suf itu mengungkapkan, kerangka yang dibuat dari bambu itu sudah tuntas. Sehingga, saat ini fokus pada proses pengumpulan salak dari warga.

Setelah terkumpul di panitia, maka salak akan dirangkai menjadi gunungan salak yang bakal dikirab mulai dari Balai Desa Wedi dan berakhir di Halaman Masjid desa setempat, saat acara puncak minggu 14 januari mendatang. "Start Balaidesa dan finish masjid ini sebagai simbul pentingnya peran unarok (pemerintah) dengan ulama'," bebernya.

Untuk proses kirab, lanjut dia, akan melibatkan semua RT di desa setempat. Sehingga, semua warga akan ikut berpartisipasi mensukseskan acara yang juga memeringati Haul KH. Basyir Almujtaba ke 95.

"Karena beliau yang menanam salak pertama di Bojonegoro ini, khususnya di Desa Wedi," imbuh Humas Panitia Festival Salak Wedi 2018 Imam Saychu. (Ron/Red)


Hotel GDK Bojonegoro Standart Bintang 3

    Sabtu, Januari 13, 2018  
suarabojonegoro.com - Perkembangan sektor jasa di Bojonegoro menunjukkan perkembangan yang positif diantaranya makin bertambahnya jumlah jasa penginapan di Bojonegoro. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini menjadi hotel bintang 3. Ya Griya Dharma Kusuma (GDK) menjadi hotel bintang tiga. Hal ini sebagaimana informasi yang disampaikan oleh Direktur GDK, Puri ketika dikonfirmasi Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Jum’at (12/1) pagi tadi.

Menurut Puri, mengacu pada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: Km.3/Hk.001/mkp.02 tentang penggolongan kelas hotel. Pada 10 Januari 2017 lalu, lanjut Puri, ada Tim Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata melakukan survey dan pemantauan di Griya Dharma Kusuma (GDK). Lembaga Sertifikasi Usaha Bidang Pariwisata (LSU) diharapkan mendorong dipenuhinya standar usaha dan peningkatkan kualitas layanan pelaku usaha di sektor pariwisata. Tim ini terdiri dari berbagai pihak salah satunya adalah komite akreditasi nasional. Penilaian yang dilakukan oleh LSUP ini ditiga titik yakni pengelolaan atau manajemen, layanan dan produk. Setelah verifikasi oleh Tim, maka diputuskan bahwa BUMD GDK menjadi hotel bintang 3 di Bojonegoro. Dikatakan untuk menjadi hotel bintang 3 minimal harus memenuhi 550 score dan GDK mampu meraih score 700 lebih. Setelah penilaian, menurut Puri, ada beberapa hal yang harus dilengkapi salah satunya fasilitas yang harus dilengkapi adalah untuk difabel. Beberapa fasilitas di GDK sudah ada namun khusus di pintu masuk utama belum ada fasilitas khusus penderita difabel.

Ditambahkan puri dengan adanya peningkatan status menjadi hotel bintang 3 ini, pihaknya melakukan beberapa pembenahan, salah satunya penataan tata kelola manajemen perhotelan yang memenuhi standart hotel bintang 3. Tak hanya itu untuk memenuhi akupansi atau hunian kamar pihaknya melakukan beberapa upaya mulai aktif melakukan promosi dan lain sebagainya. Hal lainnya jika selama ini GDK hanya menyediakan tempat bermalam kini melebarkan sayap menjadi beberapa sektor antara lain covention untuk umum, foodcurt, travel agent, ticketing dan Event Organizer (EO) bahkan penyediaan transportasi untuk tamu pun kini mereka sediakan secara lengkap. “ Jika dulu kami fokus hanya penginapan maka kini, GDK, sudah merambah dibeberapa sektor yang memang menjadi kebutuhan dari para tamu “ tegas Puri. Ibaratnya kemudahan layanan dan fasilitas lain memang kita sediakan agar mereka atau tamu menjadi lebih nyaman.

Dalam kesempatan ini Puri mengatakan bahwa GDK memiliki 42 room yang terdiri dari 3 kamar VIP, 5 kamar Deluxe dan 34 kamar superior.  Dia berharap ditahun 2018 ini iklim di Bojonegoro lebih menjanjikan jika dibandingkan tahun 2017 lalu.


(Rilis Humas Pemkab Bojonegoro) 

09 Januari 2018

Pedagang Pasar Tradisional Mulai Tersenyum, Pasca Ditutupnya Toko Modern di Cendono

    Selasa, Januari 09, 2018  
Reporter: Iwan Zuhdi

suarabojonegoro.com - Ratusan pedagang di Pasar tradisional Desa Cendono Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro mulai bernafas lega. Pasalnya, pasca ditutupnya toko modern di desa setempat membuat roda perputaran uang di Pasar tersebut mulai bergairah lagi.

Yasman, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Desa Cendono saat ditemui disela-sela bekerja di Pasar mengatakan bahwa ada perubahan yang sangat signifikan setelah ditutupnya toko modern yang berada di RT 7 RW 2 Desa Cendono.

"Sangat berpengaruh. Dulu saat toko modern itu buka pasar tradisional sepi. Sekarang alhamdulillah mulai rame lagi setelah ditutup," katanya. Selasa (9/1).

Pri yang mengaku sudah 37 tahun menempati lapak pasar desa tersebut berharap, toko modern yang sudah ditutup oleh Pemkab Bojonegoro itu tidak mencoba untuk buka kembali. Sebab ijin toko tersebut dinilai tidak sesuai peruntukanya, dan kuota toko modern di Padangan sudah tidak ada.

"Semoga tidak buka lagi, kasihan dampaknya bagi pasar tradisional," keluhnya.

Dari pengakuanya, prosentase dampak operasinya toko modern tersebut terhadap pasar tradisional hingga mencapai 50%.

Kini, terhitung sudah sekitar satu bulan para pedagang mulai merasa rame lagi. Banyak pembeli yang mampir di pasar meskipun sekedar untuk membeli keperluan sehari-hari.

Sementara itu, Kasun Cendono, Agus Priyono mengatakan, pihak desa sangat menyayangkan jika toko yang dinilai masuk kategori modern itu mencoba untuk buka kembali. "Alhamdulillah kini rame lagi," katanya saat meninjau pasar desa.

02 Januari 2018

ROKOK DOELOE DAN ROKOK NOW

    Selasa, Januari 02, 2018  
Oleh : M ABID AMRULLAH

suarabojonegoro.com - Kondisi moderenisasi yang luar biasa mendorong terus manusia untuk selalu bergaya moderen, elit dan mewah. Bahkan mereka  Lupa
atau tidak dengan perihal masa lalu sudah di kesampingkan. Bagi masyarakat saat ini jika tidak mengikuti arus modernisasi kita di anggap kuno dan ketinggalan zaman. Padahal budaya kita di masa lampau tercipta tanpa meninggalkan unsur-unsur kebaikan seperti unsur sosial, kebersamaan, keagamaan dan lain sebagainya.

Begitupun seperti halnya saat-saat ini, rokok yang dari dulu sudah sebagai kebutuhan bagi sekelompok orang yang notabennya sebagai pecandu sekarang tersaingi dengan adanya rokok elektrik, sering disebut juga vape atau e-cigarette.
awalnya diciptakan di Cina pada tahun 2003 oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok, dan merupakan salah satu cara untuk membantu orang-orang untuk berhenti merokok. Vape terdiri dari sebuah baterai, sebuah cartridge yang berisi cairan, dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangatkan dan menguapkan cairan tersebut ke udara (hellosehat.com)

PERSEPEKTIF ROKOK ELEKTRIK DENGAN TEMBAKAU 

Jika di lihat dari bahaya rokok elektrik dibanding rokok tembakau.  Rokok tembakau mengeluarkan asap hasil pembakaran tembakau; rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan perasa buah, dan nikotin yang dipasarkan.  Rokok tembakau mengandung nikotin, tar, arsenic, karbon monoksida, ammonia dan berbagai bahan kimia lainnya; rokok elektrik mengandung nikotin, gliserol sayuran, propylene glycol, pemanis buatan, dan macam-macam rasa buah. Vape tidak meninggalkan sampah apapun,sedangkan rokok tembakau meninggalkan asap,  abu rokok dan batang rokok. Rokok tembakau memiliki peraturan khusus dalam Peraturan Pemerintah no. 109; belum ada peraturan khusus mengenai peredaran vape di Indonesia.

Menurut dr. Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa.
Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan menjelaskan dalam siaran persnya bahwa larutan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda-beda dan secara umum ada 4 jenis campuran. Namun semua jenis campuran mengandung nikotin, propilen glikol.

CNN Indonesia juga mengatakan bahwa bahaya vape termasuk menyebabkan terjadinya keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian anak. Tak hanya rokoknya yang berbahaya, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok ini juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut.

Rokok tembakau bisa diketahui kandungan nikotin dan Tar-nya karena tercantum pada kemasan, sedangkanFilsafat rokok elektrik dari mana kita mengetahuinya?

Badan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman. Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) jug telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya.
Rokok elektrik juga memicu munculnya perokok-perokok kecil di bawah umur sebab dengan mudahnya mereka mendapatkan dan mempergunakannya.

SEGI EKONOMI 

Jika kita perhatikan, bahwa di Indonesia banyak sekali masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Begitupun petani tembakau khusunya di daerah Temanggung, Deli, Lombok, Jember, Madura dan tempat lainnya posisi rokok elektrik bisa menggeser kedudukan rokok tembakau. Jika konsumen rokok tembakau menurun maka petani pun akan merasakan imbasnya. Daya jual tembakau pun akan merosot drastis. Dan akhirnya petani tembakau akan mengalami kerugian. Padahal Industri hasil tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor strategis domestik yang memiliki daya saing tinggi dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sumbangan sektor yang dikategorikan sebagai kearifan lokal ini meliputi penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara melalui cukaiserta menjadi komoditas penting bagi petani dari hasil perkebunan berupa tembakau dan cengkeh.

“Kontribusi industri hasil tembakau cukup tinggi setelah industri makanan dan minuman. Di Jawa Timur, industri ini menjadi unggulan. Fasilitas KUDdi sinijuga luar biasa serta telah melakukan bentuk kemitraan perusahaan dengan koperasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI) di Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (9/3)


*) Penulis adalah  mahasiswa stai Attanwir Bojonegoro

28 Desember 2017

Program energi alternatif SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited. Terus Untung dengan Biogas dari Kotoran Burung Puyuh

    Kamis, Desember 28, 2017  
Reporter: Team Advetorial

suarabojonegoro.com - Senyum Sutarman terus mengembang. Usaha telur puyuh yang dirintis pria 57 tahun ini, perlahan-lahan mulai berkembangSetiap hari dia bisa menjual 30-40 kilogram telur. Selain burung puyuh, dia juga memelihara ratusan bebek petelur, sapi, dan kambing dalam satu area kandang. Setiap 30 menit sekali, pria yang dibantu istrinya Tampar (56) ini merebus puluhan telur puyuh hingga berkali-kali. Tidak nampak kekhawatiran sepasang suami-istri tersebut kehabisan gas sebagai bahan bakar untuk memasak telur berukuran kecil itu yang nantinya dijual ke kota.
"Tidak masalah mau pakai kompor gas sampai kapanpun, karena ini gratis," ujar pria yang dulunya menjadi petani ini sambil menunjuk api biru terang yang memancar dari tungku kompor di sudut dapurnya. Kakek  tujuh cucu ini memperlihatkan bagaimana kompor tersebut mengeluarkan api biru yang biasa dihasilkan oleh tabung gas elpiji (Liquefied Petroleum Gas) pada umumnya.
Tentu saja, api itu muncul dari gas yang dihasilkan dari kotoran burung puyuh peliharannya. Karena, dari kotoran 5,000 ekor burung puyuh itulah, keluarga sederhana ini bisa menjalankan usahanya tanpa harus mengeluarkan biaya banyak untuk membeli gas elpiji. Kotoran yang awalnya dianggap tidak berguna, kini oleh pria berkumis tipis itu diolah kembali dan bisa menghasilkan energi alternatif berupa biogas. 
Nampak, diatas kompor terdapat pipa kecil yang menyalurkan gas dari alat yang disebut reaktor biogas. Reaktor itu berada di halaman depan rumah, tepat dipinggiran ladang kosong. Jika kompor dinyalakan, maka  gas akan mengalir dari reaktor gas ke kompor melalui pipa sepanjang lebih dari 6 meter.Dengan energi alternatif berupa biogas itulah,Sutarman dan istrinya, tidak perlu mengeluarkan Rp20.000 setiap minggu untuk membeli gas elpiji. 
"Biasanya pakai kotoran sapi, tapi saat dicoba menggunakan kotoran burung puyuh ternyata bisa," ungkapnya.
Setiap harinya, untuk menghasilkan biogas tersebut hanya perlu mengolah 30 kg kotoran burung puyuh untuk dijadikan biogas.  Dari situlah, gas alternatif tersebut bisa menyalakan api biru rata-rata 15 jam per hari bahkan lebih. "Saya tidak menyangka, dengan ternak unggas ini bisa menghasilkan pembakaran yang ramah lingkungan, aman, dan tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sangat menguntungkan untuk bisnis kecil-kecilan seperti ini," ungkapnya. 
Dari menjual telur puyuh ini, setiap harinya Sutarman menerima keuntungan bersih Rp100.000 sampai Rp150.000 dari tengkulak. Penghasilan yang lumayan besar, bagi mantan petani seperti dirinya. 
Keberadaan biogas ini tentu saja tidak datang begitu saja. Karena untuk membuat satu reaktor biogas permanen yang dimiliki Sutarman, berkisar antara Rp10-12 juta. Dia merupakan satu di antara 176Kepala Keluarga di Bojonegoro dan Tuban yang mendapat stimulus berupa reaktor biogas dari program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS) yang merupakan inisiatif dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Blok CepuDalam melaksanakan program yang sudah berlangsung sejak 2014 lalu ini, EMCL dengan dukungan SKK Migas menggandeng Yayasan Trukajaya yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan program biogas untuk masyarakat dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi alternatif yang terbarukan. 
Perwakilan Yayasan Trukajaya, Eli Supriyatno, mengatakan, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap gas untuk rumah tangga sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa kebijakan Pemerintah yang salah satunya adalah mengurangi penggunaan minyak tanah dan menggantinya dengan elpiji. Pada saat yang sama, apabila elpiji sedang susah didapatkan, masyarakat memilih menggunakan kayu bakar di hutan yang jumlahnya terbatas. “Sementara jika menggunakan minyak tanah, harganya pun mahal dan ketersediaan minyak tanah juga sudah langka saat ini,” ungkapnya.
Di sinilah biogas menjadi alternatif bagi kebutuhan gas untuk rumah tangga. Biogas adalah gas Metana yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik dari material organik yang dilakukan oleh bakteri metanogonikMetana adalah zat yang tidak terlihat dan tidak berbau. Hasil pembakaran gas Metana ini berwarna birutidak berasap, dan lebih panas dari minyak tanah, arang dan bahan bakar tradisional lain.
Elmelanjutkan, sumber utama biogas adalah kotoran ternak yang mudah dijumpai di masyarakat dan belum termanfaatkan dengan baik. “Oleh karena itu, EMCL dan Trukajaya menyelenggarakan program biogas ini sebagai salah satu upaya penyebarluasan penggunaan energi alternatif yang terbarukan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, DaveA. Seta menjelaskan, EMCL menyadari akan pentingnya energi alternatif terbarukan sebagai jawaban atas semakin menipisnya cadangan energi dunia yang berasal dari minyak dan gas bumi. Bagi EMCL, energi sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmennya itu, EMCL memberikan program kemandirian masyarakat melalui penggunaan energi secara bijak, berupa pengembangan energi alternatif biogas yang terbarukan dalam Program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS).
EMCL bersama masyarakat telah membangunsetidaknya 176 reaktor biogas di enam desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dan satu desa di Kabupaten Tuban. Di wilayah yang sama, EMCL juga melatih 55 tukang biogas. Tukang-tukang inilah yang akan menjadi ahli biogas agar bisa melakukan perawatan reaktor biogas di wilayahnya, sekaligus terus mengkampanyekan penggunaan energi alternatif.
EMCL berharap melalui program ini juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas dan pemanfaatan produk sampingannya. 
Program Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan kontribusi positif di masyarakat. “Program ini kami harapkan akan meningkatkan kualitas ekonomi dan kapasitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,’’ tutur Dave. Ditambahkan Dave, “Setidaknya dengan adanya biogas, biaya pembelianelpiji bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
Untuk mencapai tujuan itu, EMCL berpegang pada komitmen yang menerapkan standar etika yang tinggi dengan mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, serta menghormati budaya lokal dan nasional. “Sembari tentunya, menjalankan operasi yang aman dan bertanggung  jawab,’’ tegasnya. [Team/Adv]

26 Desember 2017

Pemkab Akan Fasilitasi Konten Lokal pada Penyedia Jasa Project PEPC

    Selasa, Desember 26, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com- Menindaklanjuti pertemuan antara PEP C, PT. REKIN-JGC, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dan penyedia jasa lokal terkait pengembangan project JTB pada tanggal 18 Desember 2017, dimana Dinas Perindustrian dan Tenaga Kererja (Disperinaker) yang mana diperintah untuk memfasilitasi serta merumuskan keterilbatan penyedia jasa lokal pada project tersebut. Selasa (26/12/17).

Maka hari ini bertempat di Gedung PPIK, Jalan Veteran, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Disperinaker menggelar sosialisasi kepada sejumlah Kontraktor lokal.

"Kami Pemda yang dalam hal ini memfasilitasi untuk sosialisasi project Jambaran Tiung Biru. Yang saat itu disampaiakan oleh PEP C, oleh Rekin oleh Bupati tentang peluang yang bisa dikerjakan lokal terutama tenaga kerja dan keterlibatan kontraktor lokal", kata Agus Supriyanto, selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kererja Kabupaten Bojonegoro.

Terkait tenaga kerja Agus, menjelaskan bahwa dalam tenaga kerja ada dua yakni dalam informasi tentang lowongan kerja terdapat di Disperinaker dan akan dishar di matoh karier wwwmatohkarier.com yang kesemua masyarakat dapat mengakses.

"Untuk teknis nanti kami akan bicaran dengan Rekin dan PEP C, apakah seleksi adminitratif nanti di kami atau disana. Tetapi yang jelas untuk seleksi tenaga kerja akhirnya tetap di Rekin selaku user", ujarnya.

Selanjutnya terkait dengan penyedia jasa lokal yang terlibat di project JTB, pihaknya diminta untuk memfasilitasi. Dari perintah dan mandat itu, dirinya mengaku sudah dua kali melakukan beberapa pertemuan.

"Dua hari yang lalu kami sudah memfasilitasi namun, nampaknya harus menghadirkan beberapa pihak yang perlu dihadirkan", tambahnya.

Sementara itu Hadi, selaku Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS) Kabupaten Bojonegoro, menegaskan bahwa dalam project tersebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak berhak untuk memberikan persyaratan dan menentukan. Dalam hal ini dirinya mempertanyatakan apakah pihak BUMD mempunyai surat tugas dari Rekin atau tidak.

"Kalau kontraktor lokal dibodoi ya repot, mestinya Rekin yang menentukan. Apa BUMD punya surat tugas dari Rekin", ujarnya.

Pria yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila ini menegaskan, semestinya alam hal ini Rekin harus memperdayakan kontraktor lokal sesuai dengan Perda nomor 23 tahun 2011.

"Bahwa 30 persen adalah haknya kontraktor lokal. Jadi kontraktor likal ini mohon untuk dibimbing sampai dengan pengerjaan di Jambaran itu selesai", tambahnya.

Hal senada juga disampaiakan oleh Anwar Soleh, selaku Ketua Kadin Paradigma Baru, Kabupaten Bojonegoro. Anwar menyatakan bahwa dirinya menghargai atas undangan yang telah diberikan. Dirinya juga mempertanyakan jika yang di undang dalam hal ini adalah kontraktor yang telah lolos seleksi dari Rekin.
"Teman-teman ini belum tahu Rekin ini kantornya dimana to, mau jadi rekananan Rekin ini cara bagaimana to. Inikan belum tahu", katanya.

Anwar menegaskan dalam Perda nomor 23 tahun 2011, project migas ini diberikan porsi 30 persen dari nilai.

"Taruhlah kita nggak mau serakah. Prosi ini diambil dulu kemudian baru dilelang. Dan sekarang Rekin ini belum memberikan sosialisasi pada teman-teman kontraktor lokal", katanya.

Anwar berharap agar Rekin dalam hal ini memberikan pembelajaran pada kontraktor lokal agar dapat terlibat dalam project tersebut.

"Secepatnya Rekin harus diundang dan memberikan pemahaman dan sosialisasi", pungkasnya. (Bim/red).

22 Desember 2017

Peringati Hari Ibu bersama LPM Indonesia

    Jumat, Desember 22, 2017  
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com - Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Rumah Tangga (PERMATA) yang difasilitasi oleh LPM Indonesia dan didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah mencapai puncaknya. LPM Indonesia pada hari ini, Jum'at (22/12/2017) mengadakan Lokakarya dan Pameran Produk dari Ibu-ibu Permata, yang dilaksanakan di Gedung Pamer Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Bojonegoro.

Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Rumah Tangga (PERMATA) yang difasilitasi oleh LPM Indonesia dan didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah mencapai puncaknya. LPM Indonesia pada hari ini, Jum'at (22/12/2017) mengadakan Lokakarya dan Pameran Produk dari Ibu-ibu Permata, yang dilaksanakan di Gedung Pamer Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Bojonegoro.

Kegiatan lokakarya ini dihadiri oleh Ibu Mahfudhoh Suyoto, selaku Ketua TP PKK Kabupaten. Dalam sambutannya beliau mengatakan "sangat senang bisa berbagi pengalaman bersama Ibu-ibu Permata. Ibu-ibu yang luar biasa, ibu-ibu yang tangguh karena mempunyai peran ganda. Selain sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi anak-anak, tetapi juga berperan sebagai kepala rumah tangga yang mempunyai tanggung jawab ekonomi".

"program ini merupakan program penunjang operasi di lapangan Kedung Keris. Kami berharap ada hubungan yang baik dengan masyarakat, sehingga akan memperlancar kami dalam melakukan proses produksi". Terang Galih Tiara perwakilan dari EMC.

Hadir juga dalam Lokakarya tersebut Anam Warsito dari Komisi A DPRD Kab. Bojonegoro yang mengatakan akan berkomitmen menganggarkan program-program pemberdayaan yang berbasis perempuan. Agar program-program pemberdayaan perempuan bisa terfokus dan terarah.

"perlu dibentuk komite atau tim pemberdayaan perempuan yang terdiri dari berbagai OPD dan LSM," Jelas Anam Warsito.

Acara ini dihadiri oleh peserta sebanyak 67 orang yang terdiri dari Dinas PMD, Dinas Perdagangan, Dinas Sosial, Dinas P3AKB, Organisasi Masyarakat, LSM, Perbankan, Media, Pemdes Leran dan Sukoharjo serta ibu Permata sasaran program.

20 Desember 2017

Jelang Natal Dan Tahun Baru 2018, Pasokan Elpiji Dipastikan Aman

    Rabu, Desember 20, 2017  
Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Menjelang Natal dan Tahun Baru ketersediaan stok Liqufied Petroleum Gas (LPG) di kab Bojonegoro dipastikan aman, baik LPG ukuran 3 kilogram hingga 12 kilogram.

"Untuk ketersediaan LPG ukuran 3 Kilogram dipastikan aman jelang Natal hingga tahun baru, karena ada penambahan kuota stok LPG 3 kilogram," ujar Yoyok salah pengelola agen LPG yang ada di Bojonegoro

Penambahan kuota LPG tersebut sekitar 40 persen dan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

"Sehingga tidak ada kelangkaan atau kekurangan stok LPG hingga ke masyarakat di Bojonegoro," tambah Yoyok

Sedang bila masyarakat kekurangan LPG 3 kg di toko atau pengecer bisa beli di SPBU secara langsung.

"Kita melayani masyarakat yang ingin mendapatkan LPG langsung di lokasi SPBU Jetak,kalau di pengecer kehabisan stok," jelas Yoyok

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, Basuki saat dibkonfirmasi terkait stok LPG menjelang Natal dan tahun baru mendatang,mengaku  ketersediaan Stok LPG untuk ukuran 3 kilogram dipastikan tidak ada kelangkaan untuk masyarakat Bojonegoro.

"Memang biasanya menghadapi moment tertentu permintaan LPG mengalami peningkatan, oleh Karenanya pihaknya sudah mengantisipasinya dengan menambah stok LPG sejak beberapa waktu lalu," terang Basuki. (Wan/Lis)

19 Desember 2017

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018 Harga Kebutuhan Pokok Harus Dijaga

    Selasa, Desember 19, 2017  
Reporter: Sasmito

suarabojonegoro.com - Kebutuhan Pokok yang biasa terjadi kenaikan menjelang Natal dan Tahun baru 2018 dibeberapa wilayah di Pasar Tradisional Bojonegoro mulai mengalami kenaikan, hal ini membuat sejumlah pedagang maupun pembeli mengeluh dengan alasan stok barang yang terlambat dan barang tidak ada.

Apalagi dengan adanya cuaca ekstrim,  sehingga ketersediaan barang kebutuhan pokok seperti kebutuhan dapur juga tidak bisa maksimal,  namun kenaikan ini masih dianggap wajar oleh para pedagang di beberapa pasar Tradisional Bojonegoro.

Dengan kondisi Demikian yang terjadi di Indonesia, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya memerhatikan dan menjaga harga kebutuhan bahan pokok dan pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Apalagi, sejumlah daerah kini tengah mengalami cuaca ekstrem.

"Terjadi bencana di beberapa daerah sehingga ketersediaan dan stabilitas harga pengan perlu mendapatkan perhatian serius," tegas Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai persiapan Natal dan Tahun Baru 2018 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 18 Desember 2017.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan jelang Natal dan Tahun Baru 2018 aman. Produksi pangan diklaim dalam keadaan baik.

BKP selalu berusaha mengendalikan harga dengan memantau stok dan pasokan pangan terpenuhi. Jika salah satu aspek tersebut terganggu, harga pangan di pasaran otomatis melonjak tinggi.

Selain kebutuhan pokok dan pangan, Kepala Negara juga meminta distribusi logistik berjalan lancar. Baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji. (Sas/Lis)

18 Desember 2017

PEPC Serah Terimakan Program Kemasyarakatan

    Senin, Desember 18, 2017  
Reporter: Iwan Zuhdi


suarabojonegoro.com - Dalam kesempatan sosialisasi proyek pengembangan lapangan Gas Jambaran -Tiung Biru yang diadakan di Anglingdharmo Kabupaten Bojonegoro, hari ini (18/12/2017) PT Pertamina EP Cepu menyerahterimakan 10 program kemasyarakatan kepada para pemanfaat dari desa dan instansi yang bersangkutan.

Jamsaton Nababan sebagai Direktur Utama PEPC secara langsung memberikan simbolis kepada pemanfaat disaksikan oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Dalam kesempatan tersebut, Jamsaton menyatakan ikut bangga karena PEPC turut berpartisipasi meningkatkan kapasitas masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi JTB.

Sementara itu, pemanfaat program batik, Ibu Hartutik dari Desa Bandungrejo mengaku senang mengikuti program yang diadakan oleh PEPC terutama karena membantunya meningkatkan pendapatan.

Program yang diserahterimakan hari ini antara lain; Program Pelatihan Teknik Terapan Otomotif; Program Peningkatan Kreativitas Perajin Batik; Bantuan Peralatan Informasi & Teknologi untuk Pendidikan Dasar; Program Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu (Sehati); Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Optimalisasi Peran BUMDes; Program Peningkatan Infrastruktur Publik Lapangan Volly Kec. Ngasem; Pengaspalan Jalan Poros Celangap - Bandungrejo; Program Papan Informasi Masyarakat; Bantuan Pengerasan Jalan Usaha Tani; Bantuan Perbaikan Lampu Traffic Light Simpang Empat Clangap. (Wan/Lis)

Menjelang Natal Dan Tahun Baru Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

    Senin, Desember 18, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 kebutuhan pokok di pasar tradisional Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan kebutuhan pokok tersebut bervariatif antara Rp500 hingga Rp5 ribu. Namun demikian sebagaian konsumen menaggapi kenaikan harga pokok tersebut masih dalam batas kewajaran. Senin (18/12/17).

"Sudah mulai naik beberapa hari yang lalu, tapi kenaikannya masih wajar, sudah biasa kaau Natal dan Tahun Baru", kata Siti Munawaroh warga Desa Mojokampung.

Dari pantauan media suarabojonegoro.com, kenaikan kebut
tuhan pokok diantaranya adalah harga beras yang semula Rp8 ribu perkilo gram kini naik menjadi Rp9.ribu perkilo. Begitu juga dengan daging sapi yang semula Rp100 ribu, kini merangkak naik menjadi Rp104 ribu. Sedangkan harga ayam perekor dengan harga awalnya Rp28 ribu perkilo sekarang merangkak naik menjadi Rp32 ribu perkilo.

"Harga kebutuhan dapur juga mulai mengalami kenaikan, seperti cabai hijau, yang semula Rp13 ribu sekarang menjadi Rp16 ribu", jelas Yuni, salah satu pedagang di pasar tradisional Kecamatan Bojonegoro.                  

Namun demikian Yuni, mengaku jika beberapa kebutuhan pokok hingga saat ini masih setabil. (Bim/red).

10 Desember 2017

Pasar Ngraho Diharapkan Mampu Tingkatkan Perekonomian Warga

    Minggu, Desember 10, 2017  
Reporter : Bima Rahmat

suarabojonegoro.com - Dengan menelan biaya Rp1.733.789.000.00, tahun anggaran 2017, masyarakat Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, kini telah memiliki pasar yang cukup megah. Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah melakukan  pembangunan pasar Pedesaan atau pembangunan rehabilitasi Pasar Paguyuban Blimbinggede. Dengan adanya pasar tersebut diharapkan mampu menunjang perekonomian warga setempat. Minggu (10/12/17).  

Puguh Kurnoawan selaku Derektur CV, Rafa Jaya Abadi, menyatakan bahwa pengerjaan pasar tersebut dimulai pada tanggal 7 Juni 2017 dan selesai pada bulan November 2017, dengan 21 ruangan serta ukurannya yang sama.

"Sesuai dengan surat Nomor:640/306/FL.BTB/412.205/2017 tanggal 7 Juni 2017 sudah kami kerjakan sesuai dengan volume visiknya", kata pria asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander ini.

Sementara itu Ketua Paguyupan Pasar Ngeraho, Kuntoro menyatakan terima kasih atas kepedulian Pemkab Bojonegoro, terhadap warga Desa Blimbinggede. Ia menegaskan bahwa sebelumnya warga merasa kesulitan apa bila belanja kebutuhan sehari-hari.

"Saya ucapkan terimakasih atas dibangunnya pasar ini,dan untuk bangunanya juga tidak ada yang bermasalah", pungkasnya. (Bim/red).
© 2018 SeputarBojonegoro.comDesigned by Bloggertheme9